Harta Kekayaan 3 Pemimpin BGN yang Dilantik Prabowo, Nanik S Deyang hingga Mayjen Trenggono: Komitmen Efisiensi dan Transparansi

Harta Kekayaan 3 Pemimpin BGN yang Dilantik Prabowo, Nanik S Deyang hingga Mayjen Trenggono: Komitmen Efisiensi dan Transparansi

Suara Pecari | Presiden Prabowo Subianto resmi melantik tiga pimpinan baru Badan Gizi Nasional (BGN) di Istana Negara, Jakarta, pada Senin (8/6/2026). Pelantikan ini menandai babak baru dalam pengelolaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi sorotan publik. Harta kekayaan 3 pemimpin BGN yang dilantik Prabowo, Nanik S Deyang hingga Mayjen Trenggono, menjadi perhatian karena mereka diharapkan membawa perubahan signifikan dalam efisiensi anggaran dan tata kelola program.

Nanik Sudaryati Deyang, yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala BGN, kini resmi dilantik bersama dua wakilnya, Agustina Arumsari dan Mayjen TNI Trenggono. Pelantikan ini berdasarkan Keppres Nomor 18/M Tahun 2026 tentang pemberhentian dan pengangkatan Kepala dan Wakil Kepala BGN. Dalam sambutannya, Nanik menegaskan komitmennya untuk melakukan efisiensi anggaran tanpa mengurangi target pemenuhan gizi bagi anak-anak Indonesia. “Langkah kami adalah pertama-tama seperti yang beberapa waktu lalu saya sampaikan, kami konsen pada efisiensi anggaran. Agar bisa tidak membebani anggaran negara pada saat ini, tetapi dengan tidak mengubah target dari yang kita berikan gizi,” ujar Nanik usai pelantikan.

Harta kekayaan 3 pemimpin BGN yang dilantik Prabowo, Nanik S Deyang hingga Mayjen Trenggono, juga menjadi sorotan karena mereka dianggap mampu membawa transparansi dalam pengelolaan dana MBG. Seperti diketahui, program MBG sebelumnya menghadapi berbagai tantangan, termasuk pembengkakan anggaran yang mencapai Rp1 triliun per bulan akibat jumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang membengkak. Nanik berjanji akan melakukan moratorium pembukaan dapur baru dan refocusing penerima manfaat. “Efisiensi ini kami lakukan yang pertama melalui moratorium. Moratorium ini bukan titik baru, tetapi juga dapur-dapur baru. Bila per hari ini totalnya berapa, Bu Sari? Jadi per hari ini jumlahnya titik dapur yang operasional berdasarkan virtual account itu 27.877,” jelasnya.

Dalam struktur kepemimpinan baru, Agustina Arumsari akan bertanggung jawab mengelola bidang keuangan, sementara Mayjen Trenggono akan mengurusi titik-titik dapur di daerah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T). “Di sini saya ditemani Ibu Arumsari yang sehari-hari akan memelototi saya dalam hal keuangan. Dengan teliti, dengan benar. Saya tidak akan mengambil keputusan apa pun berkait pengeluaran duit bila Bu Sari tidak oke,” kata Nanik. Sementara itu, Mayjen Trenggono akan melindungi dan menggarap dapur-dapur di kawasan yang belum terjangkau.

Harta kekayaan 3 pemimpin BGN yang dilantik Prabowo, Nanik S Deyang hingga Mayjen Trenggono, diharapkan dapat menjadi modal kepercayaan publik. Sebelumnya, BGN di bawah kepemimpinan Dadan Hindayana menghadapi kritik karena dianggap boros dan kurang transparan. Nanik sendiri pernah menangis saat dilantik, menunjukkan beban tanggung jawab yang diembannya. Namun, ia optimis dapat memperbaiki tata kelola BGN. “Kami akan refocusing penerima manfaat. Refocusing ini maksudnya adalah apakah perlu, rasanya tidak perlu ya, kalau misalnya sekolah-sekolah kaya. Kan ini pasti di rumah gizinya juga lebih bagus. Jadi kita lebih arahkan nanti benar-benar pada anak-anak atau penerima manfaat yang benar-benar membutuhkan intervensi gizi,” tegasnya.

Pelantikan ini juga dihadiri sejumlah pejabat tinggi negara, termasuk Menko Pangan Zulkifli Hasan, Mensesneg Prasetyo Hadi, dan Panglima TNI Agus Subiyanto. Kehadiran mereka menandakan dukungan penuh pemerintah terhadap program MBG. Dengan kepemimpinan baru, diharapkan BGN dapat menjalankan tugasnya secara lebih efektif dan efisien, sehingga program Makan Bergizi Gratis benar-benar tepat sasaran dan tidak membebani anggaran negara.

Harta kekayaan 3 pemimpin BGN yang dilantik Prabowo, Nanik S Deyang hingga Mayjen Trenggono, menjadi simbol perubahan menuju tata kelola yang lebih baik. Publik menanti realisasi janji-janji efisiensi dan transparansi yang telah disampaikan. Dengan fokus pada efisiensi anggaran dan penataan ulang penerima manfaat, BGN di bawah pimpinan baru diharapkan mampu menjawab kritik dan tantangan yang ada, serta mewujudkan program gizi nasional yang berkelanjutan.

Artikel ini dipublikasikan oleh Suara Pecari.

Tinggalkan Balasan