Pengakuan Tiyo Ardianto soal Mobil Fortuner yang Diduga Dipasang Pelacak, Ungkap Soal Pemiliknya – Terkait Jenderal Purn?

Pengakuan Tiyo Ardianto soal Mobil Fortuner yang Diduga Dipasang Pelacak, Ungkap Soal Pemiliknya – Terkait Jenderal Purn?

Suara Pecari | Pengakuan Tiyo Ardianto soal mobil Fortuner yang diduga dipasang pelacak, ungkap soal pemiliknya menjadi sorotan publik setelah mantan Ketua BEM UGM itu mengungkap adanya alat pelacak di kendaraannya. Tiyo Ardianto mengaku menerima notifikasi di ponselnya usai menghadiri aksi demonstrasi di Gejayan, Yogyakarta, pada Jumat (12/6/2026). Notifikasi tersebut menunjukkan bahwa sebuah alat pelacak bernama PBX Finder bergerak bersamanya. Kejadian ini memicu spekulasi dan tudingan politik yang melibatkan nama-nama besar.

Aliansi BEM Bersatu, dalam konferensi pers di Jakarta pada Selasa (16/6/2026), menyebut bahwa mobil Fortuner yang digunakan Tiyo terdaftar atas nama Siti Nuraeni, yang merupakan adik dari Letjen TNI (Purn) Setyo Sularso. Lebih lanjut, Setyo Sularso diketahui sebagai besan dari mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Andika Perkasa, yang juga tokoh tim pemenangan Ganjar Pranowo pada Pilpres 2024. Temuan ini memunculkan dugaan adanya keterlibatan aktor politik di balik gerakan mahasiswa yang menolak Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Pengakuan Tiyo Ardianto soal mobil Fortuner yang diduga dipasang pelacak, ungkap soal pemiliknya semakin menarik perhatian setelah pemerintah melalui Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI M Qodari memberikan tanggapan. Qodari menyebut alat pelacak yang ditemukan Tiyo adalah alat kuno yang sudah tidak digunakan lagi oleh negara. Ia menegaskan bahwa Tiyo tidak boleh menuding tanpa bukti. Namun, pernyataan ini tidak menghentikan spekulasi mengenai siapa dalang di balik pemasangan alat pelacak tersebut.

PDI Perjuangan (PDIP) pun angkat bicara menanggapi tudingan yang mengaitkan Tiyo dengan jaringan politik tertentu. Ketua DPP PDIP Ganjar Pranowo menilai kritik seharusnya dijawab dengan data, bukan pelabelan yang mengaburkan substansi persoalan. Politikus PDIP lainnya, Guntur Romli, menegaskan bahwa mobil Fortuner tersebut bukan milik adik Setyo Sularso, membantah klaim Aliansi BEM Bersatu. Hingga kini, belum ada klarifikasi resmi dari Setyo Sularso maupun Siti Nuraeni terkait kepemilikan kendaraan.

Sosok Letjen TNI (Purn) Setyo Sularso sendiri adalah purnawirawan perwira tinggi TNI Angkatan Darat yang lahir di Puring, Kebumen, pada 27 Mei 1959. Ia lulusan Akademi Militer tahun 1982 dan pernah menjabat sebagai Irjen TNI. Namanya mendadak viral setelah disebut dalam polemik ini. Sementara itu, Tiyo Ardianto terus mendapatkan dukungan dari berbagai kalangan mahasiswa yang menolak program MBG.

Dalam perkembangannya, pengakuan Tiyo Ardianto soal mobil Fortuner yang diduga dipasang pelacak, ungkap soal pemiliknya menjadi isu yang kompleks karena menyangkut dugaan keterlibatan militer dan politik dalam aktivitas mahasiswa. Meskipun belum ada bukti hukum yang kuat, kasus ini telah memicu perdebatan publik tentang kebebasan berpendapat dan potensi intimidasi terhadap aktivis. Masyarakat menunggu klarifikasi resmi dari pihak terkait untuk mengungkap kebenaran di balik peristiwa ini.

Kesimpulannya, kasus ini menunjukkan betapa rentannya aktivis terhadap pengawasan dan bagaimana sebuah isu kecil dapat berkembang menjadi polemik besar yang melibatkan tokoh nasional. Transparansi dan penegakan hukum yang adil diperlukan agar kejadian serupa tidak terulang di masa depan.

Artikel ini dipublikasikan oleh Suara Pecari.

Tinggalkan Balasan