PDIP Bantah Punya Kaitan dengan Eks Ketua BEM UGM Tiyo, Said Abdullah: Sangat Tak Masuk Akal
Suara Pecari | Ketua DPP PDI Perjuangan Said Abdullah dengan tegas membantah adanya keterkaitan partainya dengan mantan Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto yang kini tengah menjadi sorotan setelah dilaporkan ke polisi atas dugaan penghasutan. Dalam pernyataannya di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (17/6/2026), Said Abdullah menegaskan bahwa tudingan yang mengaitkan PDIP dengan aksi mahasiswa menolak program Makan Bergizi Gratis (MBG) adalah tidak masuk akal. “PDIP bantah punya kaitan dengan eks ketua BEM UGM Tiyo, Said Abdullah: Sangat tak masuk akal,” ujarnya menirukan pernyataan yang beredar luas.
Sebelumnya, aliansi mahasiswa BEM Bersatu dalam jumpa persnya menyebut adanya kedekatan antara Tiyo Ardianto dengan elite PDIP. Tudingan tersebut didasarkan pada kepemilikan mobil Fortuner yang digunakan Tiyo, yang disebut-sebut milik Siti Isnaei, adik dari Jenderal Purnawirawan Setyo Sularso yang merupakan besan dari Andika Perkasa, kader PDIP. Namun, Juru Bicara PDIP Guntur Romli menolak keras asumsi tersebut. “Menghubungkan kepemilikan sebuah kendaraan milik seorang warga sipil, lalu ditarik ke hubungan persaudaraan, kemudian ke hubungan besan, untuk melompat pada kesimpulan bahwa PDIP berada di balik aksi mahasiswa adalah sesat pikir yang nyata,” tegas Guntur.
PDIP bantah punya kaitan dengan eks ketua BEM UGM Tiyo, Said Abdullah: Sangat tak masuk akal juga ditekankan oleh Said Abdullah yang menyatakan bahwa partainya sama sekali tidak terlibat dalam demonstrasi yang dilakukan mahasiswa. “Dipastikan, PDI Perjuangan, sesuai dengan perintah Ibu Ketua Umum, terhadap berbagai demonstrasi, tidak ada sama sekali keterlibatan dari PDI Perjuangan, baik sebagai kader maupun sebagai anggota,” ujarnya. Said juga menambahkan bahwa jika ada hubungan keluarga secara personal, hal itu bukanlah persoalan partai dan tidak seharusnya dikaitkan dengan institusi kepartaian.
Sementara itu, Tiyo Ardianto sendiri dilaporkan oleh advokat Firdaus Oiwobo ke Polres Metro Tangerang Selatan pada Senin (15/6/2026) atas dugaan penghasutan dan penghinaan terhadap Presiden Prabowo Subianto serta Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Laporan tersebut terkait dengan video yang beredar di media sosial di mana Tiyo mengajak untuk menghentikan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Firdaus menegaskan bahwa kritik yang disampaikan Tiyo telah melampaui batas. “Kritis boleh, tapi jangan menghina. Jangan menyerang pribadi Pak Prabowo. Jangan menghina Mas Gibran. Kalau kamu menghina, saya sikat kamu,” ancam Firdaus. Laporan tersebut diterima dengan nomor LP/B/1030/VI/2026/SPKT/Polres Tangsel dan masih dalam tahap penyelidikan.
PDIP bantah punya kaitan dengan eks ketua BEM UGM Tiyo, Said Abdullah: Sangat tak masuk akal kembali diulang oleh Said Abdullah yang menegaskan bahwa cara-cara menghubungkan PDIP dengan aksi mahasiswa tidak sesuai dengan garis perjuangan partai. Ia menilai tuduhan tersebut sebagai fitnah yang tidak berdasar dan hanya akan mengganggu integritas gerakan mahasiswa. Dengan tegas, PDIP meminta semua pihak untuk tidak mempolitisasi aksi mahasiswa yang seharusnya murni sebagai bentuk kepedulian terhadap kebijakan publik.
Kesimpulannya, polemik yang melibatkan Tiyo Ardianto dan tuduhan keterkaitan dengan PDIP menunjukkan betapa rentannya isu politik dimanipulasi untuk kepentingan tertentu. PDIP melalui pernyataan resmi para petingginya telah membantah keras segala bentuk asosiasi dengan Tiyo maupun aksi mahasiswa. Sementara itu, proses hukum terhadap Tiyo terus berjalan, dan publik menunggu perkembangan selanjutnya dari penyelidikan polisi.
Artikel ini dipublikasikan oleh Suara Pecari.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.











