Bus Rombongan AMPB dari Pati Dilempari Batu di Tol Jakarta-Cikampek, Tiga Penumpang Luka Ringan

Bus Rombongan AMPB dari Pati Dilempari Batu di Tol Jakarta-Cikampek, Tiga Penumpang Luka Ringan

Suara Pecari, Jakarta – Perjalanan rombongan Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) menuju Jakarta mengalami insiden mencekam saat bus yang mereka tumpangi dilempari batu di Jalan Tol Jakarta-Cikampek, tepatnya di wilayah Karawang, Jawa Barat, Senin (24/8/2026) pagi. Akibat pelemparan tersebut, kaca depan bus retak parah dan tiga penumpang, termasuk Koordinator AMPB Supriyono alias Botok, mengalami luka ringan akibat serpihan kaca.

Insiden bermula ketika bus melintas di sekitar kilometer 54-55 Tol Jakarta-Cikampek. Dua orang yang diduga berada di atas jembatan penyeberangan orang (JPO) melempar batu bata berukuran besar ke arah kaca depan bus. Batu tersebut bahkan menembus ke dalam bus sehingga menyebabkan kekacauan di dalam kendaraan. Pengemudi pun segera menepi di rest area kilometer 52 untuk melakukan penanganan darurat dan membersihkan serpihan kaca.

Situasi dan Tanggapan AMPB

Koordinator AMPB, Supriyono, menyatakan bahwa pelemparan batu itu diduga merupakan bentuk intimidasi menjelang aksi demonstrasi yang akan digelar pada 27 Agustus 2026 di Gedung DPR RI, Jakarta. Meski demikian, rombongan AMPB memastikan akan melanjutkan perjalanan dan tetap menyampaikan aspirasi mereka di Jakarta.

Lebih lanjut, Supriyono menegaskan bahwa perwakilan warga Pati yang melakukan audiensi dengan pimpinan DPR bukan berasal dari AMPB dan tidak ada koordinasi dengan mereka. Hal ini untuk meluruskan narasi yang beredar terkait audiensi Forum Komunikasi Rakyat Pati dengan DPR yang dilakukan secara terpisah.

Penjelasan Kepolisian

Kasatlantas Polresta Bandung, AKP Sudirianto, membenarkan insiden pelemparan batu tersebut. Menurutnya, batu dilempar dari jembatan di kilometer 50B Tol Jakarta-Cikampek. Kaca depan bus pecah, tetapi tidak ada penumpang yang mengalami luka serius. Total penumpang dalam bus berjumlah sekitar 30 orang. Setelah kejadian, pengemudi dan penumpang melanjutkan perjalanan tanpa membuat laporan polisi.

Hambatan dan Pemblokiran Akun

Selain insiden pelemparan batu, AMPB juga mengalami hambatan lain berupa pemblokiran rekening donasi sebesar Rp80 juta oleh Bank Mandiri atas permintaan aparat keamanan. Beberapa bus yang dijadwalkan untuk mengangkut peserta aksi juga mengalami pembatalan sepihak, yang diduga sebagai upaya intervensi untuk menghalangi massa berangkat ke Jakarta.

Klarifikasi Soal Penjemputan Koordinator AMPB

Tim Advokasi AMPB membantah narasi di media sosial yang menyebut Koordinator AMPB Supriyono alias Botok dijemput paksa oleh polisi saat aksi di Gedung DPR RI. Penjelasan resmi menyatakan bahwa Botok sebenarnya hendak mengirim surat izin penyampaian pendapat, namun terkendala kendaraan akibat bus rusak. Polisi kemudian menjemput Botok sebagai bentuk bantuan, bukan penjemputan paksa. Karena antusiasme massa yang tinggi, terjadi salah paham hingga proses pengiriman surat ditunda. Botok dan massa dari Pati tetap melanjutkan aksi damai di depan Gerbang Utama DPR RI.

Insiden pelemparan batu pada bus rombongan AMPB menjadi perhatian publik sebagai indikasi adanya intimidasi terhadap kelompok masyarakat sipil yang hendak menyampaikan aspirasi politik secara damai. Meski mendapat berbagai tantangan, AMPB tetap berkomitmen melanjutkan perjuangan mereka demi pengesahan RUU Perampasan Aset dan penerapan hukuman mati bagi koruptor.

Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *