Mahfud MD Heran Karhutla Bisa Dipadamkan dengan Tepung Singkong

Mahfud MD Heran Karhutla Bisa Dipadamkan dengan Tepung Singkong

Suara Pecari – Mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD menyatakan keheranannya terkait penggunaan tepung singkong sebagai bahan untuk memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang sedang melanda Indonesia.

<pMahfud mengungkapkan hal ini melalui akun media sosial pribadinya setelah Presiden Prabowo Subianto mendorong pengembangan inovasi tersebut secara lebih luas. Presiden Prabowo menilai penggunaan tepung berbahan dasar singkong sebagai alternatif penanganan karhutla potensial untuk diuji dan diproduksi massal apabila terbukti efektif.

Keunikan Penggunaan Tepung Singkong untuk Pemadaman Karhutla

Mahfud menilai ide memadamkan api dengan tepung singkong terdengar tidak biasa, apalagi dengan luas karhutla yang sudah mencapai sekitar 202.000 hektare. Ia mengajak masyarakat dan pihak terkait untuk menguji secara ilmiah efektivitas metode ini dalam mengatasi karhutla.

Pengalaman Pakar IPB dengan Tepung Jagung

Pakar Forensik Kebakaran dari Institut Pertanian Bogor (IPB), Bambang Hero Saharjo, menjelaskan bahwa penggunaan tepung berbahan organik untuk pemadaman api bukanlah hal baru. Namun, menurut Bambang, bahan yang pernah diuji coba adalah tepung jagung, bukan singkong.

Bambang menjelaskan bahwa tepung jagung tersebut dicampur dengan beberapa material lain dan direndam dalam air hingga membentuk gel. Gel ini memiliki fungsi ganda, yakni membantu memadamkan api dan menutup pori-pori gambut agar bara yang berada di bawah permukaan tidak mudah muncul kembali.

Metode ini diaplikasikan dengan menyemprotkan campuran gel menggunakan pompa dan selang. Bobot campuran yang lebih berat dibandingkan air biasa membuat semprotan lebih mampu mencapai area yang terbakar tanpa mudah terganggu oleh angin.

Konteks dan Tantangan Penanganan Karhutla

Kebakaran hutan dan lahan di Indonesia telah menjadi persoalan serius, dengan luas lahan yang terbakar mencapai ratusan ribu hektare. Penanganan karhutla memerlukan inovasi efektif dan efisien agar dampak kebakaran dapat diminimalisir, terutama terhadap lingkungan dan kesehatan masyarakat.

Inovasi bahan pemadam berbasis tepung organik seperti singkong atau jagung menjadi salah satu alternatif yang sedang dieksplorasi pemerintah dan para ahli untuk meningkatkan efektivitas pemadaman.

Pengujian dan pengembangan teknologi ini penting dilakukan secara ilmiah untuk memastikan keampuhan dan keamanan penggunaan bahan tersebut dalam skala besar.

Dengan berbagai tantangan yang dihadapi dalam penanganan karhutla, inovasi dan kolaborasi antara pemerintah, institusi riset, dan masyarakat menjadi kunci untuk mengurangi risiko kebakaran hutan dan lahan di masa mendatang.

Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *