Piala Dunia 2026: Swedia Bersiap, Indonesia Berharap, dan Ekonomi Rakyat Bergerak

Piala Dunia 2026: Swedia Bersiap, Indonesia Berharap, dan Ekonomi Rakyat Bergerak

Suara Pecari | Piala Dunia 2026 di Amerika Utara semakin dekat, dan berbagai persiapan serta antisipasi terus bermunculan. Dari Swedia, pelatih Graham Potter memberikan pujian kepada duo penyerang andalannya, Viktor Gyokeres dan Alexander Isak, yang dinilai memiliki dampak luar biasa meski kerap menuai kritik. Sementara itu, di Indonesia, Komisi VII DPR RI mendorong kegiatan nonton bareng (nobar) Piala Dunia sebagai penggerak ekonomi rakyat dan penguat kebersamaan. Timnas Indonesia sendiri juga tengah berjuang keras untuk bisa tampil di ajang sepak bola terbesar dunia ini.

Graham Potter, pelatih timnas Swedia, membela Viktor Gyokeres dan Alexander Isak yang dianggap kurang mendapat pengakuan di Inggris. Gyokeres, striker Arsenal, baru saja mencetak empat gol dalam dua pertandingan kualifikasi Piala Dunia, membawa Swedia lolos ke turnamen setelah melewati babak play-off dramatis melawan Polandia. Potter menegaskan bahwa kontribusi Gyokeres untuk klub dan negara sangat besar, meskipun ia kerap dikritik. “Dia mencetak empat gol dalam dua pertandingan, membawa kami ke Piala Dunia, jadi dampaknya luar biasa,” ujar Potter. Sementara itu, Alexander Isak yang baru pertama musim di Liverpool dengan harga £125 juta juga mendapat pembelaan. Meski cedera dan adaptasi menjadi tantangan, Potter yakin kualitas Isak tidak perlu diragukan.

Di sisi lain, Piala Dunia 2026 juga menjadi momentum bagi Indonesia untuk memperkuat ekonomi rakyat. Ketua Komisi VII DPR RI, Saleh Partaonan Daulay, menyatakan bahwa nobar Piala Dunia yang disiarkan TVRI dapat menjadi sarana edukasi, kebersamaan, dan penggerak ekonomi. “Momentum Piala Dunia ini diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat. Setiap kegiatan nonton bareng dapat melibatkan pedagang makanan, minuman, dan berbagai usaha kecil lainnya,” jelasnya. Saleh juga mendorong sponsor untuk mendukung acara nobar dengan mengutamakan produk dalam negeri. Hak siar yang dipegang TVRI memastikan akses merata bagi seluruh masyarakat Indonesia, termasuk di wilayah timur.

Timnas Indonesia sendiri terus berjuang untuk meraih tiket ke Piala Dunia. Dalam laga FIFA Matchday, Indonesia berhasil mengalahkan Oman 3-0 di Stadion Utama Gelora Bung Karno. Gol dari Justin Hubner, Ole Romeny, dan Ragnar Oratmangoen membawa kemenangan meyakinkan. Kehadiran Presiden ke-7 RI Joko Widodo turut menyaksikan laga tersebut. Pelatih John Herdman memuji performa tim yang solid. Kemenangan ini menjadi modal berharga bagi Garuda dalam perjalanan menuju Piala Dunia.

Sejarah Piala Dunia mencatat berbagai momen ikonik, mulai dari Uruguay 1930 hingga rencana penyelenggaraan 2026. Setiap edisi menyatukan jutaan penggemar di seluruh dunia. Kini, Swedia bersiap dengan skuad bertalenta, Indonesia berharap dapat lolos, dan masyarakat Indonesia bersiap menyambut Piala Dunia dengan nobar yang menggerakkan ekonomi.

Piala Dunia 2026 bukan hanya ajang olahraga, tetapi juga peluang ekonomi dan kebersamaan. Dengan persiapan matang dari berbagai pihak, euforia sepak bola dunia ini diharapkan membawa dampak positif bagi semua.

Artikel ini dipublikasikan oleh Suara Pecari.

Tinggalkan Balasan