Drama Perpindahan Kandang Klub Super League: I.League Terima Surat, Malut United atau Adhyaksa FC?
Suara Pecari | I.League Sudah Terima Surat Perpindahan Kandang Klub Super League, Malut United atau Adhyaksa FC? [titlebase] menjadi sorotan utama menjelang musim Super League 2026/2027. Direktur Kompetisi I.League, Asep Saputra, mengonfirmasi bahwa pihaknya telah menerima surat tembusan terkait perubahan home base, namun belum ada konfirmasi resmi klub mana yang dimaksud. Situasi ini menambah ketegangan di antara 18 klub peserta yang sedang bersiap menghadapi jadwal padat mulai September 2026.
Perubahan regulasi pemain muda menjadi salah satu langkah strategis I.League untuk tetap mendorong pengembangan bakat lokal. Aturan wajib menurunkan pemain Uā23 selama 45 menit telah dihapus, digantikan dengan skema insentif bagi klub yang memberi peluang lebih banyak kepada pemain di bawah 23 tahun. Asep menjelaskan bahwa meski tidak lagi ada keharusan, klub akan memperoleh bonus bila menurunkan sejumlah pemain muda, menjaga semangat pembinaan generasi penerus.
Selain itu, kuota pemain asing tetap dipertahankan dengan 11 pemain terdaftar, sembilan masuk daftar susunan pemain (DSP), dan tujuh dapat bermain di lapangan. Kebijakan ini menegaskan komitmen I.League untuk menjaga keseimbangan antara kualitas internasional dan kesempatan bagi pemain domestik.
Rumor mengenai perpindahan kandang dua klub, Malut United dan Adhyaksa FC, semakin mengemuka setelah beredar surat resmi dengan kop PT Malut Maju Sejahtera yang menyebutkan rencana pindah ke Stadion Jatidiri, Semarang, dan Stadion Tuah Pahoe, Kalimantan Tengah. Namun, Asep menegaskan bahwa belum ada dokumen resmi yang diterima oleh I.League. “Kami belum menerima surat resmi apa pun, sehingga tidak dapat memberikan komentar detail,” ujarnya pada Sabtu, 20 Juni 2026.
Proses club licensing yang telah ditutup pada siklus 2025ā2026 menambah kompleksitas bila ada perubahan infrastruktur atau legalitas setelah lisensi diberikan. Asep mengingatkan bahwa setiap perubahan home base akan memicu evaluasi ulang terhadap aspek legal dan infrastruktur, serta dapat menimbulkan konsekuensi administratif bagi klub yang terlibat.
Di samping regulasi pemain dan isu perpindahan kandang, I.League juga memperkenalkan turnamen baru, League Cup, yang akan digelar paralel dengan kompetisi reguler pada musim 2026/27. Turnamen ini khusus melibatkan klub Super League dan Championship, berbeda dengan Piala Indonesia yang berada di bawah naungan PSSI. Jadwal sementara menargetkan pelaksanaan pada Oktober atau November 2026, memberikan peluang tambahan bagi klub untuk meraih trofi.
Dengan semua perubahan ini, para pemilik klub diharapkan menyesuaikan strategi manajerial, baik dalam hal perekrutan pemain asing, pengembangan talenta muda, maupun persiapan fasilitas stadion. I.League menegaskan bahwa semua keputusan akan tetap berlandaskan pada regulasi yang transparan dan proses licensing yang telah disepakati.
Kesimpulannya, I.League Sudah Terima Surat Perpindahan Kandang Klub Super League, Malut United atau Adhyaksa FC? [titlebase] menjadi indikator bahwa proses administratif sedang berlangsung, meski belum ada konfirmasi final. Penghapusan regulasi wajib Uā23 dan pengenalan insentif baru menunjukkan komitmen liga terhadap pengembangan pemain lokal, sementara kuota asing tetap stabil. Penambahan League Cup menambah dimensi kompetitif baru bagi klub. Semua pihak diharapkan menunggu keputusan resmi dan mempersiapkan diri untuk kompetisi yang semakin menantang.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.








