Piala Dunia 2026: Maroko vs Norwegia Berujung Petaka, Dua Bintang Cedera Parah

Piala Dunia 2026: Maroko vs Norwegia Berujung Petaka, Dua Bintang Cedera Parah

Suara Pecari | Jelang laga pembuka Piala Dunia 2026, Timnas Maroko harus menerima kabar buruk. Dalam laga uji coba terakhir melawan Norwegia yang berakhir imbang 1-1, dua pemain kunci mereka, Noussair Mazraoui dan Abde Ezzalzouli, mengalami cedera serius. Pertandingan maroko vs norwegia yang seharusnya menjadi ajang pemanasan justru berubah menjadi mimpi buruk bagi skuad Singa Atlas.

Noussair Mazraoui, bek Manchester United, hanya bertahan selama 29 menit sebelum ditarik keluar karena cedera bahu. Menurut laporan dari jurnalis Maroko, Amine Bourik, Mazraoui diprediksi absen selama sepuluh hari, yang berarti ia akan melewatkan laga perdana melawan Brasil pada 14 Juni. Sementara itu, Abde Ezzalzouli mengalami cedera lutut parah setelah benturan dengan rekan setimnya. Pemain Real Betis itu diperkirakan harus menepi selama tiga hingga empat minggu, sehingga kemungkinan besar ia akan absen di seluruh fase grup.

Laga maroko vs norwegia memang berlangsung ketat. Norwegia yang diperkuat Erling Haaland dan Martin Odegaard tampil dominan, namun Maroko mampu menahan imbang. Namun, hasil tersebut harus dibayar mahal dengan cedera dua pemain andalan. Pelatih Mohamed Ouahbi kini harus memutar otak untuk meracik strategi tanpa Mazraoui dan Ezzalzouli. Keduanya merupakan pilar penting di lini belakang dan sayap.

Maroko tergabung di Grup C bersama Brasil, Skotlandia, dan Haiti. Tanpa dua bintangnya, perjalanan Maroko diprediksi berat. Brasil sebagai unggulan pertama tentu akan memanfaatkan celah ini. Sementara itu, Norwegia sendiri digadang-gadang sebagai kuda hitam di Grup I yang juga dihuni Prancis, Senegal, dan Irak. Penampilan solid Norwegia saat melawan Maroko menunjukkan bahwa mereka siap bersaing.

Namun, bukan berarti Maroko tanpa harapan. Masih ada pemain seperti Achraf Hakimi dan Brahim Diaz yang bisa menjadi motor permainan. Dalam pertandingan maroko vs norwegia, Hakimi beberapa kali merepotkan pertahanan Norwegia. Selain itu, Bilal El Khannouss juga tampil impresif. Dukungan dari para pemain muda seperti Lamine Yamal (meski membela Spanyol) atau Bouaddi yang memilih Maroko, memberikan optimisme.

Kondisi ini menjadi ujian berat bagi Maroko. Jika mampu melewati fase grup tanpa Mazraoui dan Ezzalzouli, maka saat mereka pulih, Maroko bisa menjadi ancaman serius di babak gugur. Namun, jika tidak, maka mimpi mengulang sukses semifinal 2022 harus pupus. Kesimpulannya, cedera dua pemain kunci menjadi pukulan telak bagi Maroko, namun sepak bola penuh kejutan. Siapa tahu, justru pemain pelapis yang tampil gemilang.

Artikel ini dipublikasikan oleh Suara Pecari.

Tinggalkan Balasan