Alexis Mac Allister Dikritik Media Argentina Usai Penampilan Lamban Lawan Aljazair di Piala Dunia 2026
Suara Pecari | Gelandang Liverpool, Alexis Mac Allister, menjadi sorotan media Argentina setelah tampil kurang meyakinkan dalam kemenangan 3-0 Argentina atas Aljazair di babak grup Piala Dunia 2026. Meski Lionel Messi mencetak hat-trick bersejarah yang menyamai rekor gol terbanyak sepanjang masa Piala Dunia milik Miroslav Klose, performa Mac Allister dinilai lamban dan kurang berdampak.
Alexis Mac Allister bermain penuh selama 90 menit di laga yang digelar di Kansas City tersebut. Namun, media Argentina seperti TyC Sports dan Ole memberi rating rendah, yakni 5 dari 10, dengan kritik bahwa ia kesulitan menemukan ritme bersama Enzo Fernandez. Mereka menyebut Mac Allister tidak mampu mendominasi, baik dalam merebut bola maupun mengatur serangan.
Kritik ini memperpanjang catatan performa buruk Alexis Mac Allister bersama Liverpool musim lalu. Spekulasi masa depannya di Anfield pun mulai mencuat, dengan klub-klub besar seperti Real Madrid dan Manchester United dikaitkan. Namun, sang ayah sekaligus agen, Carlos Mac Allister, membantah rencana hengkang dalam waktu dekat.
Meski demikian, kontribusi Mac Allister tidak sepenuhnya nihil. Ia melepaskan tembakan yang ditepis kiper Aljazair, Luca Zidane, dan reboundnya dimanfaatkan Messi untuk mencetak gol kedua. Momen ini menjadi titik balik pertandingan. Secara umum, lini tengah Argentina yang diisi Mac Allister, Fernandez, dan Rodrigo De Paul dinilai solid, namun sorotan tetap tertuju pada penampilan sang gelandang Liverpool.
Argentina kini bersiap menghadapi Austria pada 22 Juni 2026. Alexis Mac Allister diharapkan bisa bangkit dan menunjukkan performa terbaiknya untuk mempertahankan gelar juara dunia. Dengan tekanan dari media dan publik, ia harus segera menemukan kembali sentuhan terbaiknya.
Kesimpulannya, meski Argentina meraih kemenangan meyakinkan, penampilan Alexis Mac Allister menjadi catatan tersendiri. Evaluasi serius diperlukan agar ia bisa berkontribusi optimal di laga-laga selanjutnya, terutama saat menghadapi lawan yang lebih tangguh seperti Austria.
Artikel ini dipublikasikan oleh Suara Pecari.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.












