Hakim Ziyech Absen di Piala Dunia 2026: Apa Dampaknya bagi Maroko?

Hakim Ziyech Absen di Piala Dunia 2026: Apa Dampaknya bagi Maroko?

Suara Pecari | Piala Dunia 2026 telah dimulai dengan kejutan di Grup C. Maroko, yang menjadi semifinalis pada edisi 2022, harus menghadapi Brasil tanpa salah satu bintang utamanya, Hakim Ziyech. Kehadiran Hakim Ziyech sangat dirindukan oleh para penggemar Atlas Lions, namun pemain berusia 33 tahun itu tidak masuk dalam skuad kali ini. Absennya Hakim Ziyech menjadi sorotan utama, mengingat kontribusinya yang besar bagi tim nasional Maroko.

Menurut informasi yang dihimpun, Hakim Ziyech terakhir kali membela Maroko pada tahun 2024 dalam laga kualifikasi Piala Afrika melawan Lesotho. Sejak saat itu, ia bergabung dengan klub Liga Maroko, Wydad AC, namun terus berjuang dengan masalah kebugaran. Kondisi inilah yang membuat pelatih sebelumnya, Walid Regragui, tidak memanggilnya untuk turnamen akbar ini. Meski demikian, catatan 25 gol dan 12 assist dalam 64 penampilan bersama Maroko membuktikan bahwa Hakim Ziyech adalah pemain kunci yang mampu mengubah jalannya pertandingan.

Dalam laga pembuka Grup C melawan Brasil, Maroko tampil impresif meski tanpa Hakim Ziyech. Mereka unggul lebih dulu melalui gol Ismael Saibari, namun akhirnya harus puas bermain imbang 1-1 setelah Vinicius Jr menyamakan kedudukan. Pertandingan ini menunjukkan bahwa Maroko tetap menjadi tim yang disiplin dan berbahaya, meskipun kehilangan kreator serangan seperti Hakim Ziyech. Mantan pemain Chelsea itu dikenal dengan visi, umpan-umpan terobosan, dan kemampuannya dalam situasi bola mati—elemen yang sangat dibutuhkan saat menghadapi tim sekelas Brasil.

Kini, Maroko bersiap menghadapi Skotlandia di laga kedua. Skotlandia sendiri baru saja meraih kemenangan tipis 1-0 atas Haiti. Pertandingan ini menjadi krusial bagi kedua tim untuk menjaga peluang lolos ke babak berikutnya. Tanpa Hakim Ziyech, lini serang Maroko akan lebih mengandalkan Achraf Hakimi dan Sofyan Amrabat untuk menciptakan peluang. Namun, para pengamat menilai bahwa absennya Hakim Ziyech tidak serta merta melemahkan Maroko secara keseluruhan, karena mereka memiliki skuad yang solid dan pengalaman bermain di level tertinggi.

Di sisi lain, Skotlandia yang kembali ke Piala Dunia setelah 28 tahun, membawa semangat tinggi dari para pendukungnya. Mereka dikenal dengan permainan fisik dan bola mati yang efektif. Pelatih Steve Clarke pasti akan memanfaatkan celah di pertahanan Maroko yang mungkin sedikit goyah tanpa pengalaman Hakim Ziyech di lini tengah. Namun, Maroko tetap diunggulkan berperingkat lebih tinggi dan performa apik mereka melawan Brasil.

Kesimpulannya, absennya Hakim Ziyech di Piala Dunia 2026 menjadi kerugian besar bagi Maroko, namun bukan akhir dari segalanya. Tim asuhan Walid Regragui telah menunjukkan bahwa mereka mampu bersaing tanpa sang bintang. Kunci keberhasilan mereka kini terletak pada konsistensi permainan dan kemampuan beradaptasi. Laga melawan Skotlandia akan menjadi ujian nyata bagi Maroko untuk membuktikan bahwa mereka pantas disebut sebagai kuda hitam turnamen ini.

Artikel ini dipublikasikan oleh Suara Pecari.

Tinggalkan Balasan