Transfer Mengejutkan: Ramadhan Sananta Hengkang dari Malaysia ke Persebaya Surabaya

Transfer Mengejutkan: Ramadhan Sananta Hengkang dari Malaysia ke Persebaya Surabaya

Kejutan di Pasar Transfer: Sananta Pulang Kampung

Suara Pecari | Persebaya Surabaya kembali menjadi pusat perhatian di bursa transfer pemain menyongsong musim 2026/2027. Klub berjuluk Bajol Ijo ini secara resmi mengumumkan kedatangan penyerang Timnas Indonesia, Ramadhan Sananta, pada pekan ini. Kepindahan Sananta dari klub Malaysia DPMM FC ke Persebaya menjadi salah satu transfer paling mengejutkan di kawasan Asia Tenggara. Pemain berusia 23 tahun itu memutuskan untuk meninggalkan kompetisi Malaysia dan kembali ke tanah air setelah sempat merumput di luar negeri.

Sananta bukanlah nama asing bagi pecinta sepak bola Indonesia. Sejak mencuat di Piala AFF 2022, ia menjadi andalan lini depan Tim Garuda. Namun, perjalanan kariernya sempat berliku. Setelah sukses bersama Persis Solo, ia mencoba peruntungan di Malaysia bersama DPMM FC. Kini, ia kembali dengan semangat baru untuk membela Persebaya.

Profil Ramadhan Sananta: Striker Muda Berpotensi

Ramadhan Sananta lahir pada 27 November 2002 di Kepulauan Riau. Ia memulai karier profesionalnya di Persis Solo pada tahun 2021. Performa impresifnya bersama Persis Solo membuatnya dipanggil ke Timnas Indonesia. Sananta dikenal sebagai striker haus gol dengan kemampuan finishing yang tajam. Ia juga memiliki postur ideal (1,82 m) dan kecepatan yang merepotkan bek lawan.

Berikut adalah statistik karier Sananta sebelum bergabung dengan Persebaya:

MusimKlubPenampilanGol
2021-2022Persis Solo188
2022-2023Persis Solo2412
2023-2024DPMM FC207
2024-2025DPMM FC155

Catatan: Statistik berdasarkan data resmi liga dan mungkin tidak termasuk pertandingan piala.

Mengapa Sananta Memilih Persebaya?

Dalam pernyataan resminya, Sananta mengungkapkan rasa senang dan bangga bisa bergabung dengan Persebaya. Ia juga mengaku merindukan atmosfer kompetisi sepak bola Indonesia yang membesarkan namanya. “Saya melihat banyak perkembangan positif di liga, dan itu membuat saya semakin antusias untuk kembali bermain di sini. Liga Indonesia juga sangat kompetitif karena setiap pertandingan selalu sulit diprediksi,” ujar Sananta.

Keputusan Sananta untuk pulang ke Indonesia juga tidak lepas dari faktor keluarga dan keinginan untuk lebih dekat dengan Timnas Indonesia. Pelatih Timnas, Shin Tae-yong, kerap memantau pemain yang bermain di liga domestik. Dengan bermain di Persebaya, Sananta berharap bisa lebih konsisten dipanggil ke tim nasional.

Dampak bagi Persebaya Surabaya

Kehadiran Sananta di lini depan Persebaya menjadi angin segar bagi pelatih Bernardo Tavares. Musim lalu, Persebaya kesulitan mencetak gol secara konsisten. Sananta diharapkan menjadi solusi atas masalah tersebut. Ia akan bersaing dengan striker lain seperti Paulo Henrique dan M. Ridwan untuk tempat utama.

Beberapa dampak positif yang diharapkan dari transfer ini:

  • Peningkatan Daya Serang: Sananta memiliki naluri gol yang tajam. Kehadirannya akan membuat variasi serangan Persebaya lebih beragam.
  • Kedalaman Skuad: Dengan jadwal padat, memiliki striker berkualitas seperti Sananta memberikan opsi rotasi bagi pelatih.
  • Daya Tarik Komersial: Sananta adalah pemain Timnas yang populer. Kehadirannya dapat meningkatkan minat sponsor dan suporter.

Namun, Sananta juga menyadari bahwa bergabung dengan Persebaya membawa tanggung jawab besar. “Saya akan bermain di hadapan basis suporter besar dengan dukungan penuh. Ini memotivasi saya untuk memberikan yang terbaik,” tambahnya.

Implikasi bagi Liga Indonesia

Transfer Sananta menandai tren positif bagi Liga Indonesia. Pemain-pemain muda berbakat yang sempat merantau ke luar negeri kini mulai kembali. Hal ini menunjukkan bahwa kompetisi domestik semakin bergengsi dan mampu bersaing dengan liga tetangga. Selain itu, kepulangan Sananta juga akan meningkatkan kualitas permainan dan daya tarik liga di mata internasional.

Persebaya sendiri dikenal sebagai klub dengan basis suporter fanatik, Bonek. Dukungan penuh dari suporter diharapkan bisa memacu performa Sananta. Namun, tekanan juga tinggi. Ia harus segera beradaptasi dengan gaya bermain Bernardo Tavares yang cenderung agresif dan pressing tinggi.

Kronologi Transfer

  1. Mei 2025: Spekulasi Sananta akan hengkang dari DPMM FC mulai muncul setelah ia jarang dimainkan di akhir musim.
  2. Juni 2025: Beberapa klub Liga Indonesia, termasuk Persebaya dan Persija, dikabarkan tertarik.
  3. Juli 2025: Sananta secara resmi mengajukan permohonan transfer ke manajemen DPMM FC.
  4. Agustus 2025: Persebaya mengumumkan kesepakatan dengan Sananta. Proses negosiasi berjalan cepat karena Sananta ingin segera bergabung.
  5. September 2025: Sananta tiba di Surabaya dan menjalani tes medis. Ia resmi diperkenalkan sebagai pemain Persebaya pada 10 September 2025.

Harapan dan Target

Manajemen Persebaya menargetkan Sananta bisa mencetak minimal 10 gol di musim perdananya. Dengan dukungan lini tengah yang kreatif, target tersebut bukanlah hal yang mustahil. Sananta sendiri optimistis bisa memenuhi ekspektasi. “Saya siap bekerja keras dan beradaptasi dengan tim. Target saya pribadi adalah membantu Persebaya meraih gelar juara,” tegasnya.

Di sisi lain, pelatih Bernardo Tavares menyambut baik kedatangan Sananta. “Dia adalah striker modern yang kami butuhkan. Kemampuannya dalam mencari ruang dan menyelesaikan peluang sangat baik. Saya yakin dia akan menjadi aset berharga bagi tim,” ujar Tavares dalam konferensi pers.

Penutup: Babak Baru Sananta dan Persebaya

Kepulangan Ramadhan Sananta ke Indonesia bukan sekadar transfer biasa. Ia adalah simbol kebangkitan sepak bola nasional yang mulai mampu mempertahankan talenta terbaiknya. Bagi Persebaya, Sananta bukan hanya pembelian pemain, melainkan investasi jangka panjang untuk meraih kejayaan. Dengan dukungan Bonek yang legendaris dan atmosfer kompetitif Liga Indonesia, Sananta memiliki panggung sempurna untuk membuktikan kualitasnya. Akankah ia menjadi pahlawan baru di Kota Pahlawan? Waktu yang akan menjawab. Namun satu hal pasti: perjalanan Sananta baru saja dimulai, dan seluruh mata akan tertuju padanya.

Artikel ini dipublikasikan oleh Suara Pecari.

Tinggalkan Balasan