Krisis Bek Kanan: Performa Buruk Djed Spence Hampir Menggagalkan Inggris di Piala Dunia
Suara Pecari | Kekhawatiran Thomas Tuchel di sektor kanan pertahanan Inggris menjadi kenyataan saat lini belakang tampil kocar-kacir melawan DR Congo. Djed Spence, yang dipercaya mengisi pos bek kanan setelah Tino Livramento cedera, tampil mengecewakan dan hampir menjadi biang keladi kekalahan timnya. Namun, dua gol Harry Kane di 15 menit akhir menyelamatkan Inggris dan membawa mereka lolos ke babak 16 besar Piala Dunia 2026.
Pertandingan di Atlanta Stadium pada Rabu (1/7/2026) berjalan dramatis. DR Congo mengejutkan Inggris dengan gol cepat Brian Cipenga pada menit ketujuh. Gol itu berawal dari kesalahan posisi Djed Spence yang terlalu tengah meninggalkan sisi kanan kosong, sehingga Cipenga bebas menyambar umpan silang. Insiden tersebut langsung menuai kritik dari berbagai pihak, termasuk legenda Inggris Wayne Rooney.
“Djed Spence bermain buruk. Ia tidak mampu mengantisipasi pergerakan lawan dan sering kehilangan posisi. Tuchel seharusnya memanggil Kyle Walker yang sudah pensiun dari timnas,” ujar Rooney saat menjadi pundit BBC. Kritik serupa juga datang dari Jamie O’Hara yang menyebut keputusan Tuchel tidak membawa Trent Alexander-Arnold sebagai ‘kriminal’. Ia menilai Djed Spence tidak cukup tangguh untuk level Piala Dunia.
Statistik membuktikan kelemahan Djed Spence. Ia hanya memenangkan 40% duel, gagal melakukan tekel bersih, dan sering ditinggalkan penyerang sayap DR Congo. Kekacauan di kanan membuat Declan Rice harus turun membantu, yang kemudian mengakui bahwa bek kanan bukan posisi terbaiknya. “Saya bisa bermain di sana, tapi itu bukan posisi natural saya,” kata Rice usai laga.
Tuchel sendiri terlihat geram dengan penampilan Djed Spence. Pada jeda hidrasi, ia memberikan instruksi keras kepada pemain Tottenham itu. Namun, perbaikan tak kunjung datang hingga babak kedua. Baru setelah Tuchel menarik Spence pada menit ke-60 dan memasukkan Kieran Trippier, Inggris mulai menguasai permainan. Trippier yang lebih berpengalaman mampu memberikan keseimbangan dan membantu serangan.
Kane akhirnya menjadi pahlawan dengan dua gol sundulan (75′) dan tendangan keras (86′) memanfaatkan umpan Anthony Gordon. Kemenangan 2-1 ini mengantarkan Inggris ke babak 16 besar melawan Meksiko di Stadion Azteca. Namun, jika Djed Spence kembali dimainkan, bukan tidak mungkin masalah yang sama akan terulang.
Kesimpulannya, krisis bek kanan Inggris menjadi momok serius. Djed Spence belum layak menjadi starter di Piala Dunia, dan Tuchel harus segera mencari solusi sebelum menghadapi lawan yang lebih kuat. Kualitas Kane memang tak terbantahkan, tapi ketergantungan berlebihan pada satu pemain bisa menjadi bumerang. Inggris harus segera memperbaiki lini belakang jika ingin melangkah jauh di turnamen ini.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.






