Pape Gueye Hengkang dari Timnas Senegal Usai Kekalahan Dramatis dari Belgia di Piala Dunia 2026
Suara Pecari | Pertandingan sengit antara Belgia vs Senegal di babak 32 besar Piala Dunia 2026 berakhir dengan kekecewaan mendalam bagi skuad Senegal. Dalam laga yang berlangsung di Seattle Stadium pada Rabu (1/7/2026), Senegal harus mengakui keunggulan Belgia setelah sebelumnya unggul dua gol hingga menit-menit akhir. Kekalahan telak ini tidak hanya membuat Senegal tersingkir, tetapi juga memicu kontroversi internal yang berujung pada mundurnya gelandang andalan, Pape Gueye, dari tim nasional.
Dalam pertandingan Belgia vs Senegal, tim asuhan Pape Thiaw tampil dominan di babak pertama. Dua gol cepat dari Habib Diarra dan Ismaila Sarr membuat Senegal unggul 2-0 hingga menit ke-85. Namun, Belgia yang pantang menyerah berhasil menyamakan kedudukan melalui gol Romelu Lukaku dan Youri Tielemans di waktu normal. Pertandingan berlanjut ke babak extra time, di mana Belgia akhirnya memastikan kemenangan 3-2 melalui penalti Tielemans di menit ke-120. Kekalahan dramatis ini membuat publik Senegal geram, terutama karena kesalahan defensif yang fatal.
Pasca pertandingan Belgia vs Senegal, gelandang Villarreal, Pape Gueye, mengumumkan bahwa ia akan mengambil jeda dari tim nasional selama staf pelatih saat ini masih menjabat. Melalui unggahan di Instagram, Gueye menulis, “Selama staf teknis ini masih ada, saya akan beristirahat dari tim nasional.” Pernyataan ini langsung menjadi sorotan media, mengingat Gueye merupakan salah satu pemain kunci Senegal dengan dua gol selama turnamen. Gueye juga menjadi pahlawan saat Senegal memenangkan Piala Afrika pada Januari lalu, meski gelar tersebut kemudian dicabut akibat protes Maroko.
Kontroversi tidak berhenti di situ. Kekalahan dari Belgia ini menambah panjang daftar masalah yang dihadapi Senegal. Sebelumnya, tim nasional juga diguncang skandal saat Piala Afrika, di mana mereka dihukum harus mengulang pertandingan karena insiden walk out. Pelatih Pape Thiaw bahkan mendapat sanksi larangan mendampingi tim di lima pertandingan berikutnya. Kondisi ini diperparah dengan kritik dari para penggemar, termasuk suporter Liverpool yang merindukan aksi Sadio Mane, yang tampil gemilang meski tidak mencetak gol dalam laga Belgia vs Senegal.
Mane, yang kini berusia 34 tahun, menunjukkan permainan impresif sebelum digantikan pada menit ke-94. Banyak penggemar Liverpool di media sosial yang berkomentar bahwa Mane masih layak bermain di level tertinggi. Namun, kekalahan ini tetap menjadi pukulan berat bagi skuad Senegal yang sebenarnya memiliki potensi besar.
Dengan mundurnya Gueye, masa depan timnas Senegal semakin tidak menentu. Federasi Sepak Bola Senegal (FSF) diharapkan segera mengambil langkah untuk menyelesaikan konflik internal ini. Sementara itu, Belgia melaju ke babak 16 besar dan akan menghadapi lawan yang lebih berat. Pertandingan Belgia vs Senegal akan selalu dikenang sebagai salah satu laga paling dramatis di Piala Dunia 2026.
Kesimpulannya, kekalahan tragis Belgia vs Senegal tidak hanya mengakhiri perjalanan Senegal di turnamen, tetapi juga memicu krisis kepercayaan antara pemain dan pelatih. Langkah Pape Gueye menjadi sinyal bahwa perubahan besar diperlukan agar Senegal bisa bangkit di masa depan.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.






