Dayot Upamecano Jadi Tembok Kokoh Prancis di Piala Dunia 2026, Sagnol Samakan dengan Legenda Lucio

Dayot Upamecano Jadi Tembok Kokoh Prancis di Piala Dunia 2026, Sagnol Samakan dengan Legenda Lucio

Suara Pecari | Timnas Prancis terus melaju kencang di Piala Dunia 2026. Setelah menaklukkan Swedia 3-0 di babak 32 besar, Les Bleus kini bersiap menghadapi Paraguay di babak 16 besar. Di balik ketajaman lini depan yang digawangi Kylian Mbappe, sosok Dayot Upamecano menjadi pilar penting di lini pertahanan. Bek Bayern Munich ini mendapat pujian tinggi dari mantan pemain Prancis dan Bayern, Willy Sagnol, yang menyamakannya dengan legenda Brasil, Lucio.

Dalam wawancara dengan BILD, Sagnol memuji perkembangan Dayot Upamecano yang dinilainya semakin matang. “Dari tipenya, dia seperti rekan setim lamaku di Bayern, Lucio. Pemain Brasil itu juga mesin di lapangan, sangat kuat secara fisik. Upamecano kini lebih sedikit melakukan kesalahan teknis dibanding setahun lalu dan telah mengambil langkah maju di Bayern serta tim nasional,” ujar Sagnol.

Penampilan impresif Dayot Upamecano menjadi kunci solidnya pertahanan Prancis. Dalam laga kontra Swedia, ia berduet dengan William Saliba di jantung pertahanan, sukses meredam agresivitas Alexander Isak dan Viktor Gyokeres. Statistik mencatat Upamecano memenangi sebagian besar duel udara dan tekel, serta distribusi bolanya akurat. Kehadirannya memberi rasa aman bagi kiper Mike Maignan.

Prancis sendiri tampil perkasa di turnamen ini. Empat pertandingan, empat kemenangan, dan 13 gol tercipta. Mbappe mencetak dua gol melawan Swedia, menambah koleksinya menjadi 18 gol dalam 18 penampilan Piala Dunia. Namun, pelatih Didier Deschamps menekankan bahwa pertahanan kokoh adalah fondasi kesuksesan tim. “Kami memiliki keseimbangan yang baik. Dayot Upamecano dan Saliba membentuk kemitraan yang kuat. Mereka saling melengkapi,” kata Deschamps.

Di sisi lain, Michael Olise juga menjadi sorotan. Sagnol bahkan menyebutnya sebagai pemain terbaik di dunia saat ini, mengungguli Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo. “Olise adalah pemain tim murni, bukan individualis. Dia tidak peduli apakah dia mencetak gol atau tidak, yang penting membantu tim. Untuk anak-anak kami, akhirnya ada panutan yang hebat,” tegas Sagnol.

Dengan Dayot Upamecano yang kokoh di belakang dan Olise yang kreatif di depan, Prancis diyakini memiliki modal kuat untuk melaju jauh. Langkah berikutnya adalah menaklukkan Paraguay di Philadelphia. Jika konsisten, bukan tidak mungkin Les Bleus mengulang sukses 2018 dan membalas kekalahan pahit di final 2022.

Prancis kini dianggap sebagai favorit juara. Kedalaman skuad, pengalaman, dan performa apik para pemain seperti Dayot Upamecano membuat lawan waspada. Semua mata akan tertuju pada bagaimana Upamecano dan rekan-rekannya melanjutkan misi mereka di Amerika Serikat.

Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.

Tinggalkan Balasan