Kisah Rabbi Matondo di Eliteserien Berakhir Pilu, Rangers Gigit Jari
Suara Pecari, Karier Rabbi Matondo di Liga Norwegia, Eliteserien, berakhir dengan cara yang mengecewakan. Pemain sayap asal Wales itu, yang hengkang dari Rangers pada Maret lalu, kini dilaporkan sudah berlatih bersama Sheffield United setelah hanya mencatatkan tiga penampilan singkat sebagai pemain pengganti di SK Brann. Total waktu bermainnya di Eliteserien hanya 30 menit, dan tujuh kali ia hanya duduk di bangku cadangan.
Kepergian Matondo dari Ibrox awalnya dianggap sebagai langkah yang cerdas oleh manajemen Rangers. Dengan melepasnya secara gratis ke klub Eliteserien, SK Brann, Rangers menyisipkan klausul bonus dan penjualan di masa depan. Namun, kenyataan pahit kini menghampiri: Brann, yang frustrasi dengan performa Matondo yang jauh dari harapan, justru ingin melepasnya secepat mungkin. Mereka bahkan tidak mematok harga tinggi kepada Sheffield United, yang berarti Rangers hampir pasti tidak akan mendapatkan keuntungan finansial dari kesepakatan ini.
Kegagalan Matondo di Eliteserien menjadi tamparan keras bagi semua pihak. Pemain berusia 25 tahun itu dianggap sebagai salah satu pembelian terburuk dalam sejarah Rangers. Kini, Sheffield United menjadi pelabuhan berikutnya, namun kabar baik bagi Rangers sepertinya hanya tinggal angan-angan. Klub Skotlandia itu harus menerima kenyataan bahwa investasi mereka di Matondo tidak membuahkan hasil, bahkan setelah ia pindah ke Eliteserien.
Kisah ini menjadi pengingat bahwa sepak bola penuh dengan ketidakpastian. Dari panggung Eliteserien yang bergengsi, Matondo harus menghadapi kenyataan pahit bahwa kariernya justru terpuruk. Sementara itu, Rangers harus gigit jari karena skema bonus yang mereka rancang tidak akan berjalan mulus.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.










