Ernando Ari Ingin Tunjukkan Layak Bela Timnas Indonesia Termasuk Lewat Ajang Piala Presiden 2026

Ernando Ari Ingin Tunjukkan Layak Bela Timnas Indonesia Termasuk Lewat Ajang Piala Presiden 2026

Ernando Ari: ‘Piala Presiden 2026 Jadi Panggung Pembuktian’

Suara Pecari, Kiper Persebaya Surabaya, Ernando Ari Sutaryadi, mengaku siap memanfaatkan ajang Piala Presiden 2026 sebagai momentum untuk menunjukkan bahwa dirinya masih layak membela Timnas Indonesia. Turnamen pramusim yang akan digelar mulai 25 Juli 2026 ini menjadi sorotan setelah Ernando absen dalam beberapa pemanggilan terakhir di era pelatih John Herdman.

“Ya mungkin dengan adanya Piala Presiden (2026) ini bisa jadi ajang pembuktian kalau masih ada kesempatan buat saya, juga mau menunjukkan kalau saya itu masih layak dan juga ingin diberi kesempatan,” ujar Ernando dalam wawancara eksklusif dengan Antara, Minggu (20/7/2026).

Kronologi Absennya Ernando dari Timnas

Kiper berusia 24 tahun itu terakhir kali mendapat panggilan Timnas Indonesia pada Oktober 2025, saat masih dalam era Patrick Kluivert untuk Kualifikasi Piala Dunia 2026 putaran keempat. Namun, sejak John Herdman mengambil alih kursi pelatih, Ernando tidak pernah lagi masuk dalam daftar pemanggilan. Bahkan, untuk persiapan ASEAN Championship 2026 yang digelar di Bali mulai 5 Juli 2026, namanya tidak tercantum.

“Kenapa saya masih ada di sini? Karena tanggal ini mereka sudah pada TC (Training Center), terus juga kemarin izin karena ada cedera kan, hampir satu bulan lebih. Jadi itu salah satu alasan saya nggak dipanggil mungkin,” jelas Ernando.

Cedera yang dialaminya membuatnya melewatkan enam laga bersama Persebaya di Liga Super Indonesia 2025/2026 pada April hingga Mei. Setelah pulih, ia hanya menjadi penghangat bangku cadangan dalam dua pertandingan berikutnya. Kondisi ini jelas menghambat kesempatannya untuk unjuk gigi di hadapan Herdman.

Persaingan Sengit di Bawah Mistar Garuda

Saat ini, posisi kiper Timnas Indonesia diisi oleh Nadeo Argawinata (Bali United) dan Cahya Supriadi (Persija Jakarta), keduanya juga berasal dari Liga Super Indonesia. Herdman tampaknya lebih memilih kiper yang konsisten tampil di level klub. Berikut perbandingan statistik ketiga kiper dalam dua musim terakhir:

NamaKlubPenampilan (Liga)Clean SheetPanggilan Timnas (2026)
Ernando AriPersebaya1850
Nadeo ArgawinataBali United2283
Cahya SupriadiPersija2062

Dari tabel di atas, terlihat bahwa Nadeo dan Cahya memiliki jumlah penampilan dan clean sheet yang lebih baik, sebagian karena konsistensi mereka yang terjaga. Namun, pengalaman Ernando di level internasional – termasuk saat menjadi pahlawan di Piala AFF 2022 – tidak bisa diabaikan.

Piala Presiden 2026: Ajang Bergengsi atau Sekadar Pemanasan?

Piala Presiden 2026 diikuti oleh 24 tim, terdiri dari klub Liga 1 dan Liga 2, serta beberapa tim undangan. Turnamen ini sering dijadikan ajang pemanasan sebelum kompetisi resmi dimulai, namun bagi pemain yang ingin menarik perhatian pelatih timnas, turnamen ini bisa menjadi panggung krusial. Ernando sadar betul bahwa performa gemilang di laga pramusim bisa mengubah nasibnya.

“Setiap pertandingan adalah kesempatan. Saya harus tampil maksimal, tidak hanya untuk Persebaya tapi juga untuk membuktikan bahwa saya masih punya tempat di timnas,” tegasnya.

Dampak dan Implikasi

Absennya Ernando dari skuad Garuda menimbulkan pertanyaan besar di kalangan pengamat sepak bola. Beberapa pihak menilai Herdman terlalu cepat meninggalkan kiper yang sebelumnya menjadi andalan. Namun, di sisi lain, kompetisi internal yang ketat justru diharapkan memacu performa seluruh kiper Indonesia.

  • Bagi Ernando: Piala Presiden 2026 adalah momentum krusial untuk kembali ke jalur pemanggilan timnas. Jika gagal, ia berisiko kehilangan tempat untuk waktu yang lama.
  • Bagi Persebaya: Kehadiran Ernando yang termotivasi bisa menjadi keuntungan. Bajul Ijo membutuhkan kiper tangguh untuk bersaing di papan atas Liga Super Indonesia.
  • Bagi Timnas Indonesia: Herdman memiliki kedalaman skuad yang lebih baik di posisi kiper, namun harus bijak dalam mengelola potensi pemain muda seperti Ernando.

Para pengamat juga menyoroti bahwa cedera yang dialami Ernando seharusnya tidak menjadi alasan utama untuk ditinggalkan. Program pemulihan dan komunikasi yang baik antara pemain, klub, dan timnas perlu ditingkatkan agar kejadian serupa tidak terulang.

Penutup: Garuda Calling yang Tertunda

Di tengah hiruk-pikuk persiapan ASEAN Championship dan Piala Presiden, Ernando Ari berdiri di persimpangan. Panggung pramusim di hadapan publik tanah air mungkin menjadi kesempatan terakhirnya untuk meyakinkan John Herdman bahwa dirinya layak kembali berseragam Garuda. Sejarah mencatat, banyak pemain yang bangkit setelah melalui masa sulit. Kini, bola ada di kaki Ernando – dan ia tak boleh menyia-nyiakan tendangan penalti terakhirnya.

Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *