Konsa Cetak Gol Bersejarah, Inggris Raih Peringkat Ketiga Piala Dunia 2026
Suara Pecari, Ezri Konsa menjadi pahlawan tak terduga saat Inggris mengalahkan Prancis 6-4 dalam perebutan tempat ketiga Piala Dunia 2026. Bek Aston Villa itu mencetak gol keduanya untuk Timnas Inggris melalui sundulan keras memanfaatkan sepak pojok Declan Rice pada menit ke-19. Gol tersebut tidak hanya mengamankan medali perunggu bagi The Three Lions, tetapi juga mencatatkan nama Konsa dalam sejarah sebagai bek kedelapan yang mencetak gol di Piala Dunia untuk Inggris.
Konsa, yang tampil penuh sebagai bek tengah, mengaku momen itu terasa seperti mimpi. “Ini adalah sesuatu yang saya impikan sejak kecil. Bisa bermain di setiap pertandingan kecuali satu, dan mencetak gol, sungguh luar biasa,” ujarnya kepada situs resmi Aston Villa. Ia juga bangga bisa membantu Inggris meraih posisi terbaik mereka sejak 1966. “Kami mendapat medali, lebih baik daripada tidak sama sekali. Saya sangat bangga dengan para pemain,” tambahnya.
Perjalanan Inggris di Piala Dunia 2026 sendiri penuh drama. Setelah tampil impresif di fase grup, mereka harus mengakui keunggulan Argentina di semifinal. Kekalahan 1-0 itu menyisakan kekecewaan mendalam, terutama karena pelatih Thomas Tuchel dianggap melakukan kesalahan taktis dengan memasukkan Konsa saat jeda hidrasi—keputusan yang justru dianggap memperlemah serangan Inggris. Namun, Konsa membuktikan bahwa dirinya bukan sekadar pemain bertahan, melainkan juga ancaman di kotak penalti lawan.
Dalam laga melawan Prancis, Konsa tidak hanya mencetak gol, tetapi juga menjadi bagian dari pertahanan yang kokoh meski kebobolan empat gol. Pertandingan tersebut berlangsung sengit dengan Kylian Mbappé menjadi ancaman utama bagi Prancis. Mbappé mencetak dua gol dan memberikan satu assist, namun Inggris tetap unggul berkat performa gemilang lini serang mereka.
Konsa kini bergabung dengan daftar eksklusif bek Inggris yang mencetak gol di Piala Dunia. Sebelumnya, ada Mark Wright (1990), Sol Campbell (2002), Rio Ferdinand (2002), Matthew Upson (2010), John Stones (2018), Harry Maguire (2018), dan Kieran Trippier (2018). Uniknya, Konsa menjadi satu-satunya bek yang mencetak gol di perebutan tempat ketiga, sebuah pencapaian yang langka.
Keberhasilan Konsa ini juga menjadi angin segar bagi Aston Villa, klubnya, yang baru saja kehilangan Morgan Rogers ke Chelsea dengan harga fantastis £117 juta. Meski transfer itu menjadi sorotan, Konsa justru menunjukkan bahwa kualitas pemain Villa tidak perlu diragukan lagi. Dengan usia yang masih 27 tahun, Konsa diprediksi akan menjadi pilar utama pertahanan Inggris untuk turnamen-turnamen mendatang.
Bagi Inggris, finis ketiga ini menjadi modal berharga menuju Piala Dunia berikutnya. Meski gagal di semifinal, semangat juang yang ditunjukkan Konsa dan rekan-rekannya patut diacungi jempol. “Kami bersama selama tujuh pekan, jauh dari keluarga, tetapi kami tetap kompak. Saya sangat bangga dengan semua pemain,” pungkas Konsa.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.










