Kritik Pedas untuk Leon Goretzka: Penolakan Penalti yang Hantui Jerman di Piala Dunia 2026
Suara Pecari, Piala Dunia 2026 telah usai, namun luka bagi tim nasional Jerman masih terasa. Kegagalan di babak 16 besar setelah kalah adu penalti dari Paraguay menyisakan drama tersendiri. Sorotan tajam kini tertuju pada gelandang veteran, Leon Goretzka, yang dituding menolak menjadi eksekutor penalti saat timnya membutuhkan pengalaman.
Insiden tersebut terjadi saat adu penalti melawan Paraguay di Boston Stadium, 29 Juni 2026. Saat Jerman tertinggal 2-3, kapten Joshua Kimmich berkeliling mencari sukarelawan. Mikrofon Spidercam menangkap Kimmich bertanya, “Nene nomor delapan?” lalu menoleh ke Leon Goretzka: “Atau Leon, kamu?” Namun, Leon Goretzka hanya mengembungkan pipi dan menggelengkan kepala, enggan maju. Akhirnya, bek tengah Jonathan Tah—yang tak pernah mengambil penalti sepanjang karier—maju dan gagal, memastikan kekalahan Jerman.
Kritik keras datang dari mantan perenang dunia Franziska van Almsick dalam podcast Kerners11. “Itu penampilan buruk. Ada pemain yang jelas menghindar dan tidak mau bertanggung jawab. Saya sangat kecewa,” ujarnya. Ia menyesalkan ketidakmampuan Leon Goretzka mengakui kesalahan. “Bukan soal tidak boleh salah, tapi soal berani bilang ‘Maaf, saya salah mengambil keputusan’.” Mantan bek Jerman, Mats Hummels, juga menyayangkan mengapa pemain sekelas Leon Goretzka tidak mengambil penalti, sementara Tah yang tak berpengalaman harus melakukannya.
Di sisi lain, Leon Goretzka kini menjadi sorotan negatif di tengah masa depannya yang tak jelas. Kontraknya bersama Bayern München telah berakhir, dan ia termasuk dalam daftar 26 bintang tanpa klub yang dirilis Express Sport. Dengan usia 31 tahun, reputasinya tercoreng, dan tak banyak klub besar yang berminat setelah insiden ini.
Kegagalan Jerman di Piala Dunia 2026 bukan semata karena penalti, namun mentalitas tim yang dipertanyakan. Van Almsick menekankan pentingnya tanggung jawab dan keberanian menerima kritik. Bagi Jerman, ini pelajaran berharga: sepak bola bukan hanya soal teknik, tapi juga karakter. Leon Goretzka mungkin menyesali keputusannya, namun waktu tak bisa diputar kembali.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.










