Kevin Keegan Wafat: Legenda Sepak Bola yang Membangun Newcastle Terbaik dan Meninggalkan Jejak di Malaysia

Kevin Keegan Wafat: Legenda Sepak Bola yang Membangun Newcastle Terbaik dan Meninggalkan Jejak di Malaysia

Suara Pecari, Dunia sepak bola kehilangan salah satu ikon terbesarnya. Kevin Keegan, legenda Inggris yang pernah meraih Ballon d’Or dua kali dan menjadi manajer ikonik Newcastle United, meninggal dunia pada usia 75 tahun setelah berjuang melawan kanker perut stadium empat. Kepergiannya menyisakan duka mendalam, tidak hanya di Inggris, tetapi juga di Malaysia, di mana ia pernah meninggalkan kesan mendalam selama satu bulan bergabung dengan tim nasional Harimau Malaya pada 1984.

Kevin Keegan dikenal sebagai sosok yang membawa semangat dan gairah luar biasa dalam setiap perannya, baik sebagai pemain maupun manajer. Sir Alex Ferguson, rival abadinya di era Premier League, memberikan penghormatan yang tulus. Dalam wawancara dengan Track Radio, Ferguson menyebut Keegan sebagai sosok yang ‘membawa cinta pada permainan di lengan bajunya’ dan memuji pekerjaannya di Newcastle sebagai ‘fantastis’. ‘Dia membangun tim terbaik Newcastle,’ ujar Ferguson, merujuk pada rekrutan seperti David Ginola, Faustino Asprilla, dan Philippe Albert yang membawa kelas tersendiri ke Tyneside.

Karier kepelatihan Keegan di Newcastle dimulai pada 1992, saat klub berada di ambang degradasi ke Divisi Dua. Ia berhasil membawa promosi ke Premier League di musim penuh pertamanya, dan pada 1995-96, Newcastle nyaris merebut gelar juara setelah unggul 12 poin dari Manchester United milik Ferguson. Namun, kebangkitan United dan pernyataan legendaris Keegan—’Saya akan sangat senang jika kami mengalahkan mereka’—menjadi momen ikonik yang dikenang hingga kini. Meski rivalitas itu panas, Ferguson mengungkapkan bahwa mereka berdamai beberapa minggu setelah insiden tersebut.

Selain prestasinya di Inggris, Kevin Keegan juga dikenang di Malaysia. Mantan pemain tim nasional Malaysia, Azlan Johar, menceritakan pengalamannya berlatih bersama Keegan pada 1984. Saat itu, Keegan diundang untuk bergabung dengan Harimau Malaya dalam persiapan turnamen Merdeka dan kualifikasi Olimpiade. Meskipun merupakan bintang dunia, Keegan menunjukkan kerendahan hati yang luar biasa. Azlan mengenang bagaimana ia bercanda dengan Keegan dengan memperkenalkan diri sebagai ‘Alan’, dan Keegan pun tersenyum serta memanggilnya ‘Alan’ sepanjang sesi latihan. ‘Dia adalah jiwa yang lembut,’ kata Azlan.

Keegan juga menjadi manajer tim nasional Inggris dan klub-klub seperti Fulham serta Manchester City. Warisannya sebagai pemain dan manajer tetap abadi. Kepergiannya meninggalkan duka, tetapi juga kenangan akan sosok yang penuh gairah dan dedikasi terhadap sepak bola.

Kevin Keegan wafat di usia 75 tahun, meninggalkan istri Jean dan dua putri, Laura dan Sarah. Dunia sepak bola kehilangan seorang legenda, tetapi semangat dan kontribusinya akan terus dikenang.

Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *