Ittihad FC vs Orlando Pirates: Uji Coba Sengit di Spanyol, Kiper Muda Debut

Ittihad FC vs Orlando Pirates: Uji Coba Sengit di Spanyol, Kiper Muda Debut

Suara Pecari, Laga ittihad fc vs orlando pirates dalam tur pramusim di Spanyol menyajikan pertarungan sengit antara dua tim dari benua berbeda. Orlando Pirates, juara bertahan Betway Premiership, menghadapi raksasa Saudi Pro League, Al-Ittihad, di Marbella Football Centre, Selasa (21/7/2026) malam. Meski akhirnya kalah 2-3, laga ini menjadi ajang uji coba berharga bagi skuad asuhan Abdeslam Ouaddou.

Dalam pertandingan yang dimulai pukul 20.00 waktu setempat, Pirates sempat tertinggal lebih dulu melalui gol Youssef En-Nesyri pada menit ke-10. Namun, semangat juang tim asal Soweto itu tak padam. Thalente Mbatha, yang baru kembali dari tugas membela Bafana Bafana, berhasil menyamakan kedudukan pada menit ke-26 lewat tembakan keras dari luar kotak penalti. Sayangnya, keunggulan tak bertahan lama. Moussa Diaby kembali membawa Al-Ittihad unggul pada menit ke-45+1, memanfaatkan umpan terobosan Ahmed Al-Ghamdi.

Pelatih Ouaddou melakukan sejumlah pergantian di babak kedua, termasuk memasukkan pemain muda seperti Bohlale Ngwato, Abdoulaye Mariko, dan Simphiwe Selepe. Meski terus menekan, Pirates tak mampu menyamakan kedudukan. Skor 3-2 bertahan hingga akhir pertandingan. Hasil ini menjadi kekalahan perdana Pirates selama tur pramusim di Spanyol, setelah sebelumnya bermain imbang melawan Cordoba dan menang atas Cadiz.

Laga ittihad fc vs orlando pirates juga menjadi panggung bagi kiper muda Zoey Monyepao, putra dari musisi terkenal DJ Cleo. Monyepao, yang berusia 22 tahun, menjalani debut seniornya (meski tidak resmi) saat masuk menggantikan Siyabonga Dladla pada pertandingan keesokan harinya melawan UD Las Palmas. Dalam laga yang berakhir 1-0 untuk Pirates itu, Monyepao tampil cukup tenang meski harus menghadapi dua tembakan keras yang membentur tiang dan mistar gawang.

Ouaddou mengakui bahwa pertahanan timnya masih perlu perbaikan. “Kami harus menemukan kembali kekuatan pertahanan kami,” ujarnya usai laga. Meski begitu, ia puas dengan performa tim dalam penguasaan bola dan pergerakan di sepertiga akhir lapangan. “Saya rasa hasil ini tidak mencerminkan jalannya pertandingan. Ada satu tim yang bermain 60 menit dan yang lainnya 30 menit,” tambahnya.

Pertemuan ittihad fc vs orlando pirates ini merupakan bagian dari persiapan Pirates menghadapi musim baru. Dengan kehadiran pemain-pemain bintang seperti Oswin Appollis dan Evidence Makgopa yang baru kembali dari tugas internasional, Ouaddou optimistis timnya akan tampil lebih solid. Sementara itu, Al-Ittihad sendiri tengah mempersiapkan diri untuk Liga Saudi yang akan segera bergulir.

Kekalahan tipis ini tak menyurutkan semangat Pirates. Mereka langsung beralih fokus ke laga berikutnya melawan Las Palmas, yang berhasil dimenangkan. Hasil positif itu menjadi modal berharga sebelum kembali ke Afrika Selatan. Secara keseluruhan, tur pramusim di Spanyol memberikan banyak pelajaran bagi skuad Buccaneers, terutama dalam hal adaptasi dengan gaya bermain tim Eropa dan Asia.

Laga ittihad fc vs orlando pirates juga menarik perhatian karena melibatkan pemain-pemain bintang seperti Youssef En-Nesyri dan Moussa Diaby. Bagi Pirates, pengalaman menghadapi tim sekelas Al-Ittihad sangat berharga untuk mengukur kemampuan tim sebelum kompetisi resmi dimulai. Dengan masih adanya waktu untuk berbenah, Ouaddou yakin timnya akan tampil lebih baik di musim depan.

Secara keseluruhan, pertandingan ini menjadi bukti bahwa persaingan di level klub semakin ketat, dan tim-tim Afrika harus terus meningkatkan kualitas jika ingin bersaing di kancah internasional. Dengan semangat juang yang ditunjukkan, Orlando Pirates optimistis dapat meraih prestasi lebih tinggi di musim mendatang.

Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *