Parlemen Korea Gelar Hearing: Hong Myung-bo dan Petinggi KFA Bertanggung Jawab atas Kegagalan Piala Dunia 2026

Parlemen Korea Gelar Hearing: Hong Myung-bo dan Petinggi KFA Bertanggung Jawab atas Kegagalan Piala Dunia 2026

Suara Pecari, Seoul – Mantan pelatih timnas Korea Selatan Hong Myung-bo dan sejumlah petinggi Korea Football Association (KFA) menghadiri sidang dengar pendapat di Komite Olahraga dan Budaya Majelis Nasional pada 30 Juli 2026. Sidang ini digelar untuk menyelidiki dugaan korupsi dalam proses perekrutan pelatih serta kegagalan tim di Piala Dunia 2026.

Hong Myung-bo, yang mengundurkan diri setelah tersingkir di babak grup, menyatakan bertanggung jawab penuh atas hasil buruk tersebut. Namun, ia membantah menerima perlakuan istimewa dalam proses pengangkatannya pada 2024. “Saya yakin prosedur yang diikuti sudah benar,” ujarnya di hadapan anggota parlemen.

Dugaan Nepotisme dan Gaji Fantastis

Anggota parlemen mengungkapkan bahwa perekrut KFA melakukan wawancara di lingkungan tempat tinggal Hong, yang dinilai tidak transparan. Hong membantah meminta fasilitas khusus. Selain itu, ia juga dikonfrontasi dengan isu gaji mencapai 3,8 miliar won (sekitar Rp43 miliar). Hong mengklaim angka tersebut tidak akurat, namun enggan menyebut nominal sebenarnya.

Mantan Ketua KFA Chung Mong-gyu, yang juga hadir, meminta maaf atas rentetan kontroversi. “Sebagai ketua, saya merasa bertanggung jawab dan sangat menyesal telah mengecewakan publik dan penggemar sepak bola,” kata Chung.

Kritik Presiden dan Dampak Lebih Luas

Presiden Korea Selatan Lee Jae-myung sebelumnya menyalahkan kegagalan ini pada “orang-orang tidak kompeten” yang dipromosikan ke posisi kepemimpinan. Ia menyebut adanya “loyalitas dan faksionalisme” dalam rekrutmen di level teratas sepak bola Korea.

Pemerintah membentuk panel yang dipimpin Park Ji-sung untuk mengusulkan perluasan hak suara di KFA guna mencegah praktik tidak adil dan memperbaiki tata kelola sepak bola setelah kegagalan Piala Dunia 2026.

Kegagalan Korea Selatan di Piala Dunia 2026 menjadi pukulan berat bagi penggemar. Tim yang hanya membutuhkan hasil imbang melawan Afrika Selatan untuk lolos ke babak 16 besar, justru kalah 1-0. Keputusan Hong mendrop kapten Son Heung-min ke bangku cadangan menuai kritik keras.

Sidang ini menjadi babak baru dalam upaya membersihkan sepak bola Korea dari praktik nepotisme dan meningkatkan akuntabilitas federasi. Publik menanti langkah konkret KFA dan pemerintah untuk memulihkan kepercayaan.

Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *