Nyaris Tenggelam di Kolam Renang, Striker Muda Cagliari Sempat Koma
Suara Pecari – Kondisi striker muda Cagliari, Yael Trepy, mengalami perkembangan positif setelah insiden nyaris tenggelam yang membuatnya harus menjalani koma medis. Pemain berusia 20 tahun itu kini telah sadar dan menunjukkan respons yang baik selama perawatan intensif.
Insiden Nyaris Tenggelam di Sardinia
Peristiwa tersebut terjadi pada Minggu, 16 Agustus 2026, saat Trepy tengah menikmati liburan bersama rekan-rekannya di sebuah vila pribadi di Porto Cervo, Sardinia. Saat berada di bagian terdalam kolam renang, Trepy mengalami kesulitan dan sempat menelan banyak air sebelum berhasil ditolong oleh orang-orang di sekitar.
Penanganan Medis dan Kondisi Terkini
Tim medis langsung memberikan pertolongan dengan melakukan intubasi dan mengangkut Trepy ke rumah sakit. Hasil CT scan mengungkapkan adanya cairan dalam jumlah besar di paru-parunya, kondisi yang dikenal sebagai sindrom aspirasi, di mana cairan atau zat asing masuk ke saluran pernapasan.
Kondisi Trepy sempat memerlukan koma medis untuk membantu pengendalian dan pengobatan. Saat ini, ia telah sadar, waspada, dan kooperatif, dengan fungsi pernapasan dan kardiovaskular yang stabil. Meski demikian, ia masih menjalani perawatan intensif dan pemantauan ketat untuk memastikan kondisi paru-parunya membaik.
Profil dan Perjalanan Karier Yael Trepy
Yael Trepy adalah produk akademi Cagliari yang bergabung sejak 2022. Ia mencuri perhatian publik setelah mencetak dua gol pada final Coppa Italia Primavera 2024, membawa timnya mengalahkan AC Milan. Di bawah asuhan pelatih Fabio Pisacane, yang kini melatih tim utama Cagliari, Trepy melakoni debut Serie A pada Januari 2026 dan langsung berkontribusi dengan gol penyama kedudukan dalam pertandingan melawan Cremonese.
Kinerja impresifnya membuat Cagliari memperpanjang kontrak Trepy hingga tahun 2030, menunjukkan kepercayaan klub terhadap potensinya sebagai pemain muda berbakat.
Perkembangan dan Pemantauan Lanjutan
Dokter terus memantau kondisi Trepy secara intensif, khususnya terkait gangguan pernapasan akibat aspirasi cairan. Pemantauan klinis dan respirasi akan dilakukan secara ketat sebelum ada pembaruan lebih lanjut mengenai kesehatannya.
Peristiwa ini menjadi perhatian serius bagi dunia olahraga, mengingat pentingnya keselamatan atlet, bahkan saat sedang berada di luar lapangan.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.










