PSSI Tak Lagi Prioritaskan Belanda, 4 Pemain Keturunan Terancam Gagal Bela Timnas Indonesia
Suara Pecari – PSSI mengalihkan fokus pencarian pemain keturunan untuk Timnas Indonesia dari Belanda ke negara lain seperti Jerman, Amerika Serikat, Australia, Belgia, dan Spanyol. Keputusan ini diambil karena regulasi ketat Pemerintah Belanda mengenai ketenagakerjaan dan imigrasi bagi pemain non-Uni Eropa serta langkah proteksionis yang diterapkan Federasi Sepak Bola Belanda (KNVB).
Alasan PSSI Tak Lagi Prioritaskan Belanda
Staf Khusus Menteri Hukum RI, Noor Korompot, menyampaikan melalui akun Instagram pribadinya bahwa proses naturalisasi pemain keturunan di Belanda menghadapi sejumlah kendala, terutama aturan ketenagakerjaan dan imigrasi yang ketat. Selain itu, KNVB menjalankan kebijakan protektif yang menyulitkan pemain non-Eropa untuk berkarier di liga Belanda secara bebas.
Akibat situasi ini, PSSI memilih untuk memperluas pencarian pemain keturunan ke negara-negara lain yang dianggap lebih memungkinkan untuk proses naturalisasi dan memperkuat skuad Garuda.
Empat Pemain Keturunan Indonesia Terancam Gagal Dinaturalisasi
Keputusan PSSI ini berimbas pada empat pemain keturunan Indonesia yang berkarier di Liga Belanda (Eredivisie dan Eerste Divisie) yang berpotensi gagal membela Timnas Indonesia. Mereka adalah:
- Tristan Schenkhuizen: Gelandang berusia 22 tahun yang saat ini membela VVV-Venlo. Ia memiliki darah Indonesia dari kakek asal Surabaya dan nenek dari Yogyakarta.
- Julian Oerip: Gelandang serang berusia 20 tahun yang bermain untuk Jong AZ Alkmaar. Ia keturunan Surabaya dan dianggap salah satu talenta menjanjikan di kasta kedua Liga Belanda.
- Finn Dicke: Pemain berusia 22 tahun yang memperkuat MVV Maastricht di Eerste Divisie. Ia memiliki garis keturunan Indonesia dari nenek pihak ayah yang lahir di Jakarta.
- Mike Kleijn: Bek kiri berusia 21 tahun yang sedang dipinjamkan ke FC Volendam dari Sparta Rotterdam. Memiliki darah Indonesia dari nenek pihak ibu yang berasal dari Surabaya.
Database Pemain Keturunan Indonesia
Noor Korompot juga menyebutkan bahwa PSSI memiliki database berisi sekitar 100 pemain keturunan Indonesia berusia 19-24 tahun yang berkarier di luar negeri. Data ini menjadi sumber potensial untuk memperkuat Timnas Indonesia di masa depan melalui proses naturalisasi, dengan target bersaing di liga domestik dan kompetisi internasional.
Perkembangan dan Dampak
Perubahan strategi ini merupakan langkah penting dalam pengembangan Timnas Indonesia, terutama menjelang ajang internasional seperti Piala Asia 2027 dan target jangka panjang menuju Piala Dunia 2030. Dengan memperluas pencarian pemain keturunan ke berbagai negara, PSSI berharap dapat menemukan talenta yang lebih mudah untuk dinaturalisasi dan siap memperkuat tim nasional.
Namun, keputusan ini juga menimbulkan tantangan bagi pemain keturunan di Belanda yang sebelumnya diharapkan dapat memperkuat Timnas Indonesia. Mereka harus menunggu kebijakan lebih lanjut atau mencari opsi lain untuk dapat membela skuad Garuda.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.










