Pemkot Madiun Gali Kreativitas Warga, Pariwisata Berbasis SDM Jadi Andalan
Madiun Optimalkan Kreativitas Warga untuk Pariwisata
Suara Pecari, Pemerintah Kota Madiun mengambil langkah strategis dengan memfokuskan pembangunan pada sektor pariwisata berbasis kreativitas masyarakat. Plt. Wali Kota Madiun, F. Bagus Panuntun, menegaskan bahwa Kota Madiun tidak memiliki sumber daya alam seperti gunung, laut, atau hutan. Oleh karena itu, pembangunan pariwisata harus mengandalkan kreativitas sumber daya manusia (SDM) yang dimiliki. Pernyataan ini disampaikan Bagus saat menghadiri acara Bersih Desa dan tasyakuran satu tahun Pasar Kawak Gedongan di Kelurahan Manguharjo, Minggu (12/7/2026).
Menurut Bagus, potensi SDM di Madiun sangat besar dan perlu digali hingga tingkat kelurahan. Konsep pariwisata kreatif ini diwujudkan dengan mengembangkan potensi budaya yang sudah dimiliki masyarakat, seperti seni tradisional, kerajinan lokal, dan kuliner khas. Budaya yang memiliki pakem dapat dikolaborasikan dengan unsur modern, misalnya musik kekinian, pengembangan cerita, atau sentuhan digital. Hal ini diharapkan mampu menarik wisatawan domestik maupun mancanegara.
Strategi Pengembangan Pariwisata Kreatif
Pemkot Madiun tidak hanya bertumpu pada pembangunan infrastruktur fisik. Sebaliknya, mereka fokus pada pemberdayaan masyarakat melalui seni dan budaya. Saat ini, uji coba (trial) telah dilakukan di beberapa kelurahan dengan menggelar kegiatan seni budaya. Bagus mencontohkan, pasar tradisional seperti Pasar Kawak Gedongan bisa menjadi etalase kreativitas warga, mulai dari pertunjukan seni hingga produk lokal inovatif.
Untuk memperkuat konsep ini, Pemkot Madiun menyiapkan program Gerakan Ekonomi Masyarakat Aktif atau ‘Gema Kelurahan Berdaya’ yang direncanakan mulai berjalan pada 2027. Program ini menargetkan setiap kelurahan menyelenggarakan sedikitnya delapan kegiatan dalam satu tahun. Kegiatan tersebut bisa berupa festival seni, lomba budaya, bazar produk kreatif, atau workshop kewirausahaan. Dengan demikian, kelurahan diharapkan mampu menggerakkan perputaran ekonomi lokal secara mandiri.
Dampak dan Implikasi bagi Masyarakat
Langkah ini diyakini akan membawa dampak positif bagi perekonomian warga. Dengan meningkatnya aktivitas pariwisata, pelaku UMKM, seniman, dan pelaku ekonomi kreatif akan mendapat kesempatan lebih luas untuk memasarkan produk dan jasa mereka. Selain itu, program Gema Kelurahan Berdaya juga mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam pembangunan daerah.
Namun, tantangan tetap ada. Diperlukan koordinasi yang baik antara pemerintah kelurahan, dinas terkait, dan komunitas seni budaya. Pelatihan dan pendampingan juga perlu diberikan agar kegiatan yang digelar memiliki kualitas dan daya tarik yang memadai. Pemkot Madiun berkomitmen untuk memberikan dukungan anggaran dan teknis agar program ini sukses.
Perbandingan dengan Daerah Lain
Konsep pariwisata berbasis kreativitas masyarakat sebenarnya sudah diterapkan di beberapa daerah di Indonesia, seperti Yogyakarta dengan kampung kreatifnya atau Bandung dengan festival seni jalanan. Madiun dapat belajar dari pengalaman daerah lain sambil mengembangkan ciri khas lokal. Berikut adalah perbandingan singkat:
| Aspek | Madiun (Rencana) | Yogyakarta (Contoh) |
|---|---|---|
| Fokus | SDM dan budaya lokal | Kampung tematik, seni tradisi |
| Program Unggulan | Gema Kelurahan Berdaya | Jogja Creative Festival |
| Target Kegiatan per Kelurahan | 8 kegiatan/tahun | Bervariasi |
| Dukungan Pemda | Anggaran dan pelatihan | Pendampingan dan promosi |
Langkah ke Depan
Pemkot Madiun akan terus mendorong inovasi di tingkat kelurahan. Beberapa langkah yang direncanakan antara lain:
- Mengadakan pelatihan manajemen event bagi perangkat kelurahan dan komunitas.
- Menyediakan platform digital untuk promosi kegiatan dan produk kreatif.
- Menjalin kerja sama dengan pelaku industri kreatif dan investor.
- Mengintegrasikan pariwisata kreatif dengan sektor pendidikan dan teknologi.
Dengan pendekatan yang holistik, diharapkan Madiun mampu menjadi destinasi wisata kreatif yang unik dan berkelanjutan. Keberhasilan program ini tidak hanya diukur dari jumlah kunjungan wisatawan, tetapi juga dari peningkatan kesejahteraan dan kebanggaan masyarakat terhadap budayanya sendiri.
Di tengah keterbatasan sumber daya alam, Madiun membuktikan bahwa kreativitas dan gotong royong warga bisa menjadi modal utama pembangunan. Program Gema Kelurahan Berdaya menjadi tonggak baru bagi pariwisata Madiun yang inklusif dan berbasis komunitas. Jika berjalan sesuai rencana, bukan tidak mungkin Madiun akan menjadi contoh bagi kota-kota lain di Indonesia dalam mengembangkan pariwisata kreatif tanpa mengandalkan bentang alam.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.










