Rumah Si Pitung Marunda: Menjaga Legenda di Tengah Kepungan Banjir Rob
Suara Pecari | Rumah Si Pitung di Marunda, Jakarta Utara, bukan sekadar bangunan kayu tua. Ia adalah saksi bisu sejarah Jakarta yang kini terus berjuang melawan tantangan alam dan dinamika ekonomi masyarakat pesisir.
Rumah ini diyakini pernah menjadi tempat persembunyian Si Pitung, sang jagoan Betawi, saat diburu oleh pemerintah kolonial Belanda.
Sebagai situs yang berada di wilayah pesisir, Rumah Si Pitung menghadapi ancaman penurunan muka tanah dan banjir rob.
Pengelola melakukan perombakan besar pada tahun 2009 hingga 2010 dengan meninggikan teras dan bangunan utama.
Untuk menjaga kelestariannya, pengelola melakukan perombakan besar pada tahun 2009 hingga 2010 dengan meninggikan teras dan bangunan utama.
Sejak akhir tahun 2024, Rumah Si Pitung menerapkan penyesuaian harga tiket masuk.
Penurunan antusiasme masyarakat, terutama dari kalangan keluarga, terlihat setelah penyesuaian harga tiket.
Pengelola telah menambahkan berbagai nilai tambah untuk menarik minat generasi muda.
Mulai dari pemutaran film sejarah hingga kegiatan menggambar.
Harapan besar digantungkan agar ada evaluasi terkait kebijakan harga tiket.
Hal ini agar situs bersejarah ini kembali ramai dikunjungi sebagai sarana edukasi.
Artikel ini dipublikasikan oleh Suara Pecari.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.












