Taman Pelangi Way Kanan Tak Terawat, Warga Minta Dibenahi
Kondisi Taman Pelangi Way Kanan Memprihatinkan
Suara Pecari, Taman Pelangi yang terletak di Kecamatan Blambangan Umpu, Kabupaten Way Kanan, saat ini dalam kondisi yang sangat memprihatinkan. Ruang Terbuka Hijau (RTH) yang berada tepat di depan Rumah Dinas Bupati Way Kanan itu kini tampak kotor, penuh dengan tumpukan daun kering dan debu yang berserakan di berbagai sudut. Meja dan bangku taman yang dulunya menjadi tempat bersantai warga kini tampak kusam dan tidak terawat. Kondisi ini tentu sangat disayangkan, mengingat Taman Pelangi merupakan salah satu ruang publik yang menjadi ikon Kota Blambangan Umpu.
Berdasarkan pantauan pada Kamis, 16 Juli 2026, taman yang seharusnya menjadi tempat rekreasi dan interaksi masyarakat ini justru terlihat kumuh dan tidak nyaman. Warga sekitar, seperti Afrizal, mengungkapkan kekecewaannya. “Sayang sekali kalau dibiarkan kumuh seperti ini. Menjadi kurang enak dipandang dan sangat tidak nyaman untuk dikunjungi,” ujarnya. Afrizal berharap pemerintah daerah segera melakukan penataan dan perawatan secara berkala agar taman ini kembali menjadi ruang publik yang bersih, nyaman, dan layak dimanfaatkan.
Kronologi Kerusakan Taman Pelangi
Berdasarkan informasi yang dihimpun, Taman Pelangi mulai mengalami penurunan kualitas sejak awal tahun 2026. Berikut adalah kronologi singkatnya:
- Januari 2026: Taman masih dalam kondisi cukup baik, namun mulai terlihat beberapa tanaman layu karena kurangnya penyiraman.
- Maret 2026: Sampah mulai menumpuk di beberapa sudut taman, namun belum ada tindakan pembersihan dari pihak terkait.
- Mei 2026: Meja dan bangku taman mulai terlihat kusam, cat terkelupas, dan beberapa fasilitas mulai rusak.
- Juli 2026: Kondisi taman semakin parah, tumpukan daun kering dan debu mendominasi, serta fasilitas yang ada sudah tidak nyaman digunakan.
Kronologi ini menunjukkan bahwa kerusakan terjadi secara bertahap dan tidak segera ditangani, sehingga menimbulkan keluhan dari warga.
Dampak Terhadap Masyarakat dan Citra Kota
Kondisi Taman Pelangi yang tidak terawat membawa dampak negatif bagi masyarakat dan citra Kota Blambangan Umpu. Berikut adalah beberapa dampak yang dirasakan:
| Aspek | Dampak |
|---|---|
| Kenyamanan Warga | Warga kehilangan tempat rekreasi dan interaksi yang nyaman, sehingga mengurangi kualitas hidup. |
| Kesehatan Lingkungan | Tumpukan sampah dan debu dapat menjadi sumber penyakit, terutama bagi anak-anak yang bermain di sekitar taman. |
| Citra Kota | Taman yang kumuh mencerminkan kurangnya perhatian pemerintah terhadap ruang publik, sehingga menurunkan citra kota di mata wisatawan dan investor. |
| Ekonomi Lokal | Taman yang tidak terawat mengurangi potensi ekonomi dari sektor pariwisata dan UMKM yang biasa berjualan di sekitar taman. |
Dampak-dampak ini menunjukkan bahwa perawatan Taman Pelangi bukan hanya masalah estetika, tetapi juga menyangkut kesejahteraan masyarakat dan pembangunan daerah.
Harapan Warga untuk Perbaikan Segera
Warga berharap agar pemerintah daerah, khususnya Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kabupaten Way Kanan, segera mengambil tindakan. Beberapa harapan yang disampaikan antara lain:
- Pembersihan taman secara rutin, minimal seminggu sekali.
- Perbaikan fasilitas yang rusak, seperti meja, bangku, dan lampu taman.
- Penambahan tempat sampah di berbagai sudut taman.
- Penanaman kembali tanaman yang mati atau layu.
- Pemasangan papan himbauan untuk menjaga kebersihan taman.
“Kami hanya ingin taman ini kembali seperti dulu, menjadi tempat yang nyaman untuk bersantai bersama keluarga,” ujar Afrizal. Warga juga berharap ada pengawasan dari pihak terkait agar perawatan berjalan berkelanjutan, bukan hanya bersifat insidental.
Peran Pemerintah dalam Merawat Ruang Publik
Pemerintah daerah memiliki tanggung jawab untuk menyediakan dan merawat ruang publik yang layak bagi masyarakat. Taman Pelangi sebagai salah satu RTH di pusat kota seharusnya menjadi prioritas dalam hal perawatan. Sayangnya, kondisi saat ini menunjukkan bahwa perhatian pemerintah masih kurang. Hal ini mungkin disebabkan oleh keterbatasan anggaran, kurangnya koordinasi antar instansi, atau minimnya kesadaran akan pentingnya ruang publik.
Untuk mengatasi masalah ini, pemerintah perlu membuat jadwal perawatan yang jelas, mengalokasikan anggaran yang memadai, serta melibatkan masyarakat dalam pengawasan. Misalnya, melalui program “Adopsi Taman” di mana komunitas atau kelompok warga dapat berpartisipasi dalam merawat taman. Dengan demikian, rasa memiliki terhadap ruang publik akan meningkat, dan taman dapat terjaga kebersihannya.
Selain itu, pemerintah juga perlu melakukan sosialisasi kepada masyarakat tentang pentingnya menjaga kebersihan taman. Kesadaran masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan dan merawat fasilitas taman sangat diperlukan agar upaya perawatan yang dilakukan pemerintah tidak sia-sia.
Dengan perawatan yang berkelanjutan, Taman Pelangi diharapkan dapat kembali menjadi ikon Kota Blambangan Umpu yang membanggakan. Bukan hanya sebagai tempat rekreasi, tetapi juga sebagai simbol kepedulian pemerintah dan masyarakat terhadap lingkungan. Semoga keluhan warga ini segera mendapat respons positif dari pihak berwenang, sehingga Taman Pelangi dapat kembali bersinar dan memberikan manfaat bagi semua.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.









