BRIN Desa Inovasi Hadirkan Pendekatan Holistik untuk Percepat Transformasi Desa LPP RRI: Membangun Indonesia dari Pinggiran

BRIN Desa Inovasi Hadirkan Pendekatan Holistik untuk Percepat Transformasi Desa LPP RRI: Membangun Indonesia dari Pinggiran

Suara Pecari | Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) meluncurkan konsep BRIN Desa Inovasi Hadirkan Pendekatan Holistik untuk Percepat Transformasi Desa LPP RRI sebagai model pembangunan desa yang berkelanjutan. Pendekatan ini tidak hanya fokus pada infrastruktur fisik, tetapi juga pada pengembangan sumber daya manusia, ekonomi, tata kelola, lingkungan, dan budaya. Dengan demikian, BRIN Desa Inovasi Hadirkan Pendekatan Holistik untuk Percepat Transformasi Desa LPP RRI diharapkan mampu menjadikan desa sebagai pusat pertumbuhan baru Indonesia.

Peneliti Ahli Utama BRIN, Siti Zuhro, dalam paparannya di acara BRIN Goes to Villages di Gedung BJ Habibie, Jakarta, Kamis (4/6/2026), menegaskan bahwa pembangunan desa harus dilakukan secara holistik. “Desa tidak lagi dipandang sebagai wilayah pinggiran pembangunan, melainkan sebagai pusat pertumbuhan baru Indonesia. Membangun desa sama dengan membangun Indonesia,” ujarnya. Konsep ini diyakini mampu menjawab tantangan dan memanfaatkan potensi lokal yang dimiliki setiap desa.

Implementasi BRIN Desa Inovasi Hadirkan Pendekatan Holistik untuk Percepat Transformasi Desa LPP RRI didasarkan pada lima pilar utama. Pilar pertama adalah penguatan masyarakat cerdas dan inovatif melalui peningkatan kapasitas sumber daya manusia. Pilar kedua adalah penguatan ekonomi desa untuk menciptakan nilai tambah dan kesejahteraan. Pilar ketiga berfokus pada tata kelola pemerintahan desa yang adaptif dan inovatif. Pilar keempat adalah pelestarian lingkungan sebagai bagian dari pembangunan berkelanjutan. Pilar kelima adalah pelestarian budaya dan kearifan lokal yang menjadi identitas desa.

Siti Zuhro menekankan bahwa aspek budaya tidak bisa dipisahkan dari pembangunan desa. Nilai-nilai lokal, tradisi, dan warisan budaya masih menjadi fondasi penting kehidupan masyarakat. Oleh karena itu, konsep ini mengusung pendekatan local heritage yang menjaga dan mengembangkan nilai-nilai luhur di masyarakat desa. Pendekatan ini memperkuat identitas desa sekaligus menjadi modal pembangunan berbasis potensi lokal.

Keberhasilan BRIN Desa Inovasi Hadirkan Pendekatan Holistik untuk Percepat Transformasi Desa LPP RRI sangat bergantung pada kolaborasi berbagai pihak. Pemerintah daerah, perguruan tinggi, BRIN, organisasi masyarakat sipil, media, dan dunia usaha memiliki peran masing-masing dalam membangun ekosistem inovasi di tingkat desa. “Tidak ada satu pihak yang dapat bekerja sendiri. Desa Inovasi dibangun melalui kolaborasi yang memungkinkan terjadinya percepatan pembangunan dan lahirnya masyarakat yang cerdas, produktif, serta inovatif,” jelas Siti.

Meskipun konsep ini menjanjikan, terdapat tantangan yang perlu diantisipasi. Variasi kapasitas antar desa, baik dari sisi sumber daya manusia maupun literasi digital, menjadi hambatan utama. Tidak semua desa memiliki kesiapan yang sama untuk mengadopsi inovasi. Oleh karena itu, diperlukan sinergi antar pemangku kepentingan, penguatan kapasitas desa, dan dukungan kebijakan yang berkelanjutan.

Dengan pendekatan lima pilar tersebut, BRIN Desa Inovasi Hadirkan Pendekatan Holistik untuk Percepat Transformasi Desa LPP RRI berperan sebagai game changer pembangunan nasional. Desa diharapkan mampu tumbuh sebagai pusat pertumbuhan baru yang berkontribusi terhadap visi Indonesia Emas 2045. “Desa Inovasi layak menjadi platform nasional karena sejalan dengan arah transformasi ekonomi Indonesia yang berbasis sumber daya dan inovasi, desa dapat menjadi mesin pertumbuhan ekonomi baru, serta menjadi solusi terhadap persoalan struktural seperti urbanisasi berlebihan dan kesenjangan desa-kota,” pungkas Siti.

Kesimpulannya, BRIN melalui pendekatan holistik ini berupaya mempercepat transformasi desa dengan memberdayakan masyarakat, memperkuat ekonomi, tata kelola, lingkungan, dan budaya. Kolaborasi lintas sektor menjadi kunci keberhasilan untuk mewujudkan desa yang maju, mandiri, inklusif, dan berkelanjutan.

Artikel ini dipublikasikan oleh Suara Pecari.

Tinggalkan Balasan