Sassuolo vs Padova: Uji Coba Perdana Berakhir 4-1, Laurienté Bintang Lapangan
Suara Pecari, Laga persahabatan antara Sassuolo vs Padova yang digelar di Ronzone pada Kamis (23/7) lalu menyajikan pertarungan menarik antara dua tim yang tengah mempersiapkan diri menghadapi musim baru. Dalam pertandingan Sassuolo vs Padova tersebut, tim Serie A yang baru terdegradasi, Sassuolo, berhasil mengalahkan Padova dengan skor telak 4-1. Meski hanya uji coba, duel Sassuolo vs Padova ini memberikan gambaran awal tentang kekuatan kedua tim.
Pertandingan Sassuolo vs Padova dimulai dengan tempo tinggi. Sassuolo langsung tancap gas dan berhasil unggul cepat melalui aksi brilian Armand Laurienté. Pada menit ke-6, pemain asal Prancis itu melepaskan tembakan melengkung dari sisi kanan yang tak mampu dijangkau kiper Padova, Sorrentino. Bola bersarang indah di sudut atas gawang. Hanya semenit berselang, Laurienté kembali mencetak gol setelah menerima umpan matang dari Ciervo. Dua gol dalam waktu satu menit membuat Sassuolo vs Padova semakin menarik.
Padova tidak tinggal diam. Tim asuhan Antonio Calabro berhasil memperkecil ketertinggalan pada menit ke-23 melalui sundulan Bortolussi memanfaatkan umpan silang Zanimacchia. Babak pertama ditutup dengan keunggulan Sassuolo 2-1. Memasuki babak kedua, Sassuolo kembali menunjukkan dominasinya. Moro yang baru masuk menggantikan Pinamonti mencetak gol ketiga pada menit ke-56 setelah menerima umpan terobosan Iannoni. Pierini kemudian memastikan kemenangan Sassuolo vs Padova dengan gol spektakuler dari luar kotak penalti pada menit ke-76. Skor akhir 4-1 untuk kemenangan Sassuolo.
Pelatih Sassuolo, Alberto Aquilani, mengaku puas dengan performa timnya. Dalam konferensi pers usai pertandingan, ia menekankan pentingnya organisasi permainan dan kualitas individu pemain. “Kami bersama belum lama, tetapi kami bekerja keras dengan kualitas tinggi. Saya puas dengan sikap yang ditunjukkan para pemain, baik secara fisik maupun kognitif,” ujar Aquilani. Ia juga menyoroti ketajaman Laurienté yang menjadi pembeda dalam laga Sassuolo vs Padova.
Sementara itu, Presiden Padova, Francesco Peghin, yang hadir langsung menyaksikan pertandingan, memberikan komentar positif. “Saya melihat Padova yang baik, mampu menguasai lapangan setelah kebobolan dua gol. Kami memiliki banyak pemain baru dan masih dalam tahap adaptasi. Pertandingan Sassuolo vs Padova ini menjadi pelajaran berharga bagi kami,” kata Peghin. Ia juga menyinggung soal kalender pertandingan yang dinilainya anomali, dengan menghadapi tim-tim kuat di awal musim.
Dari sisi taktik, Sassuolo tampil dengan formasi 4-2-3-1 yang dinamis. Ketidakhadiran beberapa pemain kunci seperti Berardi tidak menghalangi mereka untuk tampil impresif. Matic dan Lipani menjadi motor di lini tengah, sementara Pinamonti memimpin lini depan. Padova sendiri menggunakan formasi 3-5-2 dan menunjukkan perlawanan sengit, terutama di babak pertama. Namun, kualitas individu pemain Sassuolo menjadi faktor penentu.
Pertandingan ini juga menjadi ajang uji coba bagi pemain-pemain baru. Sassuolo menurunkan beberapa pemain muda seperti Missori dan Odenthal yang tampil cukup solid. Padova juga memberikan menit bermain kepada sejumlah rekrutan anyar seperti Di Mariano dan Buonaiuto. Secara keseluruhan, Sassuolo vs Padova menjadi panggung bagi kedua tim untuk mengasah strategi dan memperkuat chemistry tim.
Bagi Padova, kekalahan ini menjadi bahan evaluasi menjelang musim baru di Serie B. Peghin optimistis timnya bisa bersaing di papan atas. “Kami termasuk favorit? Saya pikir kami bisa bersaing. Musim lalu kami mengalahkan tim-tim kuat seperti Monza dan Catanzaro. Semoga kami bisa mengulanginya,” pungkasnya. Sementara itu, Sassuolo akan melanjutkan persiapan dengan menghadapi Trento dan Parma dalam turnamen segitiga akhir pekan ini.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.









