Literasi AI dan Keuangan, LAZISNU-Unilever Perkuat Perempuan di Era Digital

Literasi AI dan Keuangan, LAZISNU-Unilever Perkuat Perempuan di Era Digital

Suara Pecari | Jakarta – Program Literasi AI dan Keuangan LAZISNU-Unilever Perkuat Perempuan Era Digital LPP RRI resmi digelar sejak Februari hingga Mei 2026. Program ini menjangkau lebih dari 20 ribu peserta di Jawa Timur dan Lampung, baik secara daring maupun tatap muka di sebelas titik. Peserta terdiri dari pelajar, mahasiswi, santri putri, guru, ibu rumah tangga, hingga perempuan pekerja profesional.

Wakil Direktur Fundraising Humas dan IT NU Care-LAZISNU Anik Rifqoh menjelaskan bahwa program ini hadir untuk menjawab kebutuhan perempuan saat ini. “Perkembangan teknologi menghadirkan peluang sekaligus tantangan. Perempuan harus mampu memanfaatkan teknologi secara aman dan produktif,” ujarnya dalam siaran pers tertulis, Sabtu (6/6/2026).

Materi yang diberikan meliputi pemahaman kecerdasan buatan (AI), literasi digital, serta pengelolaan keuangan sederhana. Anik menekankan bahwa perempuan sering menjadi sasaran kejahatan digital seperti hoaks, penipuan daring, teror media sosial, hingga pinjaman online ilegal. “Program ini membantu perempuan memahami teknologi secara aman, produktif, dan bertanggung jawab,” tambahnya.

Selain itu, perempuan memiliki peran sebagai madrasah pertama dalam keluarga. Literasi AI dan Keuangan LAZISNU-Unilever Perkuat Perempuan Era Digital LPP RRI menjadi bekal penting bagi mereka dalam mendampingi anak-anak di era digital. Peserta juga diajarkan cara mengatur pengeluaran, menentukan prioritas kebutuhan, dan menghindari keputusan finansial yang merugikan.

Salah satu peserta asal Tulang Bawang Barat, Lampung, Noviawati, mengaku mendapatkan banyak manfaat. “Terima kasih kepada NU Care-LAZISNU dan Unilever yang telah menyediakan ruang belajar sangat bermanfaat. Pengetahuan ini membantu mendampingi anak mencari informasi serta menghindari hoaks dan penipuan digital,” katanya.

Pelaksana Tugas Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Lampung Utara, Sundari, mengapresiasi program ini. Menurutnya, perempuan membutuhkan ruang belajar yang aman untuk meningkatkan kapasitas dan kepercayaan diri. “Edukasi teknologi dan literasi keuangan perlu diperluas,” ujarnya.

Sekretaris PCNU Kota Metro Lampung, Agus Setiawan, menilai program ini sangat membantu. “Masih banyak kasus penipuan digital dan pinjaman online yang menjerat perempuan akibat minim literasi,” katanya.

Program Literasi AI dan Keuangan LAZISNU-Unilever Perkuat Perempuan Era Digital LPP RRI diharapkan mampu memperluas akses pengetahuan digital bagi perempuan Indonesia. Dengan pemahaman AI dan keuangan, perempuan diharapkan semakin mandiri, kritis, dan siap menghadapi era digital.

Kesimpulannya, inisiatif ini menjadi langkah strategis dalam memberdayakan perempuan melalui literasi digital dan keuangan. Dukungan dari berbagai pihak diharapkan terus berlanjut agar dampaknya semakin luas.

Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.