Bantu Siswa Miskin, Pemkot Bekasi Gratiskan Biaya Pendidikan di 56 Sekolah Swasta

Bantu Siswa Miskin, Pemkot Bekasi Gratiskan Biaya Pendidikan di 56 Sekolah Swasta

Suara Pecari | Pemkot Bekasi Gratiskan Biaya Pendidikan untuk Siswa Miskin di Sekolah Swasta LPP RRI. Kebijakan ini merupakan hasil kerja sama antara Pemerintah Kota Bekasi dengan Badan Musyawarah Perguruan Swasta (BMPS) Kota Bekasi. Sebanyak 56 sekolah swasta di Kota Bekasi siap menerima siswa miskin tanpa dipungut biaya pendidikan.

Sekretaris BMPS Kota Bekasi, Ayung Sardi Dauly, mengungkapkan bahwa sekolah-sekolah yang berpartisipasi adalah sekolah dengan biaya pendidikan per bulan di bawah Rp250 ribu. Setiap sekolah akan menampung hingga 70 siswa miskin yang berdomisili sesuai dengan lokasi sekolah. Seluruh biaya pendidikan per bulan akan ditanggung penuh oleh Pemkot Bekasi, sementara uang gedung dan biaya lainnya dilarang dipungut dari siswa tersebut.

“Sekolah yang bekerja sama dengan Pemkot Bekasi tidak boleh memungut uang gedung termasuk biaya ujian dan lain-lain. Sebenarnya sekolah swasta ini rugi, tapi karena kita niatnya membantu pemerintah,” ujar Ayung saat ditemui wartawan pada Senin, 8 Juni 2026.

Program Pemkot Bekasi Gratiskan Biaya Pendidikan untuk Siswa Miskin di Sekolah Swasta LPP RRI ini diharapkan menjadi solusi atas terbatasnya daya tampung sekolah negeri. Dengan melibatkan sekolah swasta, pemerintah juga mengantisipasi membludaknya jumlah siswa di sekolah negeri. Selain itu, kerjasama ini diharapkan mampu membantu sekolah swasta yang selama ini kekurangan murid.

Ayung menambahkan, seharusnya pemerintah sejak awal menggandeng BMPS karena jumlah sekolah swasta lebih banyak dari milik pemerintah, baik tingkat SD, SMP, SMA, maupun SMK. Langkah ini sejalan dengan upaya pemerataan akses pendidikan bagi seluruh warga Kota Bekasi.

Dengan adanya kebijakan Pemkot Bekasi Gratiskan Biaya Pendidikan untuk Siswa Miskin di Sekolah Swasta LPP RRI, diharapkan angka putus sekolah akibat biaya dapat ditekan. Program ini juga memberikan angin segar bagi sekolah swasta yang kesulitan mendapatkan siswa. Ke depan, diharapkan lebih banyak sekolah swasta yang bergabung dalam program ini sehingga semakin banyak siswa miskin yang terbantu.

Kesimpulannya, inisiatif Pemkot Bekasi ini merupakan langkah strategis dalam meningkatkan akses pendidikan bagi masyarakat kurang mampu sekaligus memperkuat peran sekolah swasta dalam sistem pendidikan nasional. Dengan dukungan penuh dari pemerintah, program ini berpotensi menjadi model bagi daerah lain di Indonesia.

Artikel ini dipublikasikan oleh Suara Pecari.

Tinggalkan Balasan