Revitalisasi Pendidikan: Program RRI Buka Jutaan Lapangan Kerja Baru

Revitalisasi Pendidikan: Program RRI Buka Jutaan Lapangan Kerja Baru

Suara Pecari | Program Revitalisasi Pendidikan Buka Jutaan Lapangan Kerja LPP RRI kini menjadi sorotan utama dalam upaya pemerintah meningkatkan mutu pendidikan sekaligus menggerakkan perekonomian masyarakat. Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, mengumumkan bahwa pada tahun 2026 sebanyak 71.744 sekolah akan menjalani revitalisasi, baik renovasi gedung lama maupun pembangunan baru, dengan anggaran mencapai Rp14 triliun. Langkah ini diproyeksikan mampu menyerap sekitar 1,1 juta tenaga kerja di tingkat daerah selama tiga hingga delapan bulan pengerjaan.

Dalam konferensi pers di Istana Merdeka, Kamis (11/6/2026), Abdul Mu’ti menjelaskan bahwa Program Revitalisasi Pendidikan Buka Jutaan Lapangan Kerja LPP RRI tidak hanya berdampak pada sektor pendidikan, tetapi juga memberikan efek berganda bagi ekonomi lokal. “Kami memperkirakan akan ada penyerapan tenaga kerja di tingkat daerah mereka yang mengerjakan revitalisasi ini. Untuk 71.744 itu, sekitar 1,1 juta orang yang akan bisa bekerja dalam merentang waktu antara tiga sampai delapan bulan,” ujarnya. Sistem swakelola yang diterapkan memungkinkan setiap satuan pendidikan mengelola pembangunannya sendiri, sehingga dana langsung mengalir ke masyarakat sekitar.

Revitalisasi mencakup jenjang SD hingga SMA, baik negeri maupun swasta, di seluruh Indonesia. Pada tahun 2025, sebanyak 16.167 satuan pendidikan telah rampung 100 persen, sementara tahun 2026 menargetkan 71.744 unit. Abdul Mu’ti menambahkan bahwa pengerjaan tahun ini sudah mencapai 70 persen dan beberapa sekolah dijadwalkan selesai pada Juli-Agustus 2026 untuk menyambut tahun ajaran baru 2026-2027. “Sudan mulai dikerjakan, bahkan beberapa di bulan Juli dan Agustus sudah bisa selesai. Sudah bisa diresmikan untuk memulai tahun pelajaran tahun 2026-2027,” katanya.

Manfaat Program Revitalisasi Pendidikan Buka Jutaan Lapangan Kerja LPP RRI sangat dirasakan di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Masyarakat di wilayah tersebut menyambut baik program ini karena selain memperbaiki infrastruktur sekolah, juga membuka lapangan pekerjaan bagi warga setempat. Abdul Mu’ti menegaskan bahwa meskipun tanggung jawab pembangunan sekolah berada di tangan pemerintah daerah, pemerintah pusat tetap berkomitmen membantu sesuai arahan Presiden Prabowo untuk meningkatkan mutu pendidikan nasional.

Program revitalisasi ini menjadi bukti nyata bahwa investasi di bidang pendidikan tidak hanya meningkatkan kualitas sumber daya manusia, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi dari tingkat akar rumput. Dengan target 71.744 sekolah pada 2026, pemerintah optimistis dampak positifnya akan terus meluas. “Kami berkunjung ke daerah-daerah, terutama daerah 3T, mereka sangat berterima kasih. Walaupun sebenarnya sesuai dengan undang-undang tanggung jawab pembangunan itu ada pada pemerintah daerah, tapi karena komitmen Bapak Presiden untuk peningkatan mutu pendidikan,” pungkas Abdul Mu’ti.

Program revitalisasi ini diharapkan menjadi model pembangunan berkelanjutan yang mengintegrasikan pendidikan dan ekonomi kerakyatan. Dengan penyerapan tenaga kerja yang masif, Program Revitalisasi Pendidikan Buka Jutaan Lapangan Kerja LPP RRI menjadi langkah strategis dalam menciptakan lapangan kerja baru sekaligus memperbaiki fasilitas belajar generasi penerus bangsa. Ke depan, pemerintah akan terus memantau pelaksanaan program ini agar tepat sasaran dan memberikan manfaat maksimal bagi seluruh rakyat Indonesia.

Artikel ini dipublikasikan oleh Suara Pecari.

Tinggalkan Balasan