Sarjana di Pariaman Harus Jadi Penggerak Pembangunan Daerah

Sarjana di Pariaman Harus Jadi Penggerak Pembangunan Daerah

Suara Pecari, Padang — Lulusan perguruan tinggi diharapkan tidak hanya menjadi pencari kerja, tetapi justru menjadi motor penggerak pembangunan yang profesional, inovatif, dan berintegritas. Di tengah derasnya arus globalisasi dan disrupsi teknologi, sarjana dituntut untuk mampu beradaptasi, menguasai perkembangan terkini, dan menjawab tantangan zaman. Pesan tersebut tegas disampaikan Wali Kota Pariaman, Yota Balad, saat menghadiri Sidang Senat Terbuka Wisuda ke-44 Universitas Sumatera Barat (Unisbar) Periode I Tahun 2026 di Gedung Unisbar Convention and Exhibition (UCE), By Pass, Kota Pariaman, Sabtu, 18 Juli 2026. Kegiatan ini diikuti oleh 328 wisudawan dari berbagai program studi, menandai tonggak baru bagi dunia pendidikan tinggi di Kota Pariaman.

Peran Strategis Sarjana Era Global

Dalam sambutannya, Yota Balad menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada para wisudawan dan orang tua yang telah berhasil menyelesaikan jenjang pendidikan tinggi. Namun, ia mengingatkan bahwa perjuangan sesungguhnya baru dimulai ketika para lulusan terjun ke tengah masyarakat. “Lulusan sarjana harus menjadi motor penggerak pembangunan yang profesional, loyal, dan memegang teguh kejujuran. Di era globalisasi, alumni dituntut untuk terus mengembangkan diri, menguasai teknologi terkini, serta berpikir inovatif dan kreatif,” ujarnya. Pernyataan ini mencerminkan harapan besar pemerintah daerah terhadap kontribusi para intelektual muda dalam membangun Pariaman dan Indonesia secara luas.

Yota Balad menekankan bahwa tantangan global seperti digitalisasi, perubahan iklim, dan ketimpangan ekonomi membutuhkan pemikiran segar dari para sarjana. Mereka harus siap menjadi agen perubahan (agent of change) yang mampu mendorong kemajuan di berbagai sektor, mulai dari ekonomi kreatif, kesehatan, pendidikan, hingga pemerintahan. Pemerintah Kota Pariaman pun berkomitmen untuk terus menciptakan ekosistem yang mendukung pengembangan potensi lulusan, termasuk melalui program-program strategis.

Program Saga Saja Plus: Akses Pendidikan untuk Semua

Untuk memperluas akses pendidikan tinggi, Pemerintah Kota Pariaman meluncurkan Program Satu Keluarga Satu Sarjana (Saga Saja) yang kemudian dikembangkan menjadi Saga Saja Plus. Melalui program ini, pemerintah memfasilitasi anak-anak daerah untuk menempuh pendidikan di perguruan tinggi lokal, termasuk di Unisbar. “Melalui program Plus ini, Pemko Pariaman memfasilitasi anak-anak daerah untuk berkuliah di kampus-kampus lokal yang ada di Kota Pariaman, salah satunya di UNISBAR. Implementasinya sudah berjalan sejak Tahun Akademik 2025/2026,” kata Yota Balad.

Program Saga Saja Plus merupakan bentuk komitmen nyata pemerintah daerah dalam meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Kota Pariaman. Dengan memberikan beasiswa dan bantuan pendidikan, diharapkan tidak ada lagi keluarga yang tidak memiliki akses ke perguruan tinggi. Kebijakan ini juga menjadi upaya untuk memutus rantai kemiskinan antargenerasi, karena lulusan perguruan tinggi memiliki peluang ekonomi yang lebih baik.

Berikut adalah program unggulan pendidikan di Kota Pariaman yang telah berjalan:

Nama ProgramDeskripsiTarget Penerima
Saga SajaBeasiswa penuh untuk satu keluarga satu sarjanaKeluarga prasejahtera
Saga Saja PlusFasilitasi kuliah di kampus lokal dengan biaya terjangkauAnak daerah Pariaman

Program-program ini tidak hanya meningkatkan akses, tetapi juga mendorong pertumbuhan perguruan tinggi lokal seperti Unisbar. Dengan semakin banyak mahasiswa yang berkuliah di daerah, kualitas pendidikan dan perekonomian lokal pun ikut terdorong.

Kilas Balik Wisuda ke-44 Unisbar: Prestasi Akademik Gemilang

Sementara itu, Rektor Unisbar Nurtati mengungkapkan bahwa Wisuda ke-44 menjadi momentum bersejarah karena meluluskan 328 wisudawan dari berbagai program studi. Rincian jumlah lulusan tersebut cukup beragam, mencerminkan multidisplin ilmu yang ditawarkan oleh Unisbar. Berikut adalah data komposisi lulusan berdasarkan program studi:

Program StudiJumlah Lulusan
Sarjana Farmasi13
Diploma III Kebidanan78
Sarjana Kebidanan78
Profesi Bidan78
Sarjana Keperawatan118
Profesi Ners25
Magister Manajemen16
Total328

Menurut Nurtati, dari 16 lulusan Magister Manajemen, sembilan orang merupakan lulusan program Double Degree hasil kerja sama dengan University Malaysia of Computer Science and Engineering (UniMy) sehingga berhak menyandang gelar Master of Business Administration (MBA). Hingga saat ini, Unisbar telah meluluskan sebanyak 8.878 alumni. Prestasi akademik para lulusan juga cukup membanggakan:

  • IPK tertinggi mencapai 3,97
  • Rata-rata IPK lulusan: 3,54
  • Sebanyak 59,8% wisudawan berhasil meraih predikat Dengan Pujian (Cumlaude)

Capaian ini menunjukkan kualitas pendidikan yang terus meningkat di Unisbar. Kerja sama internasional dengan UniMy juga menjadi bukti bahwa Unisbar serius dalam mengembangkan global competitiveness. Lulusan double degree ini diharapkan dapat membawa pengalaman dan jaringan internasional untuk memajukan daerah.

Dampak dan Implikasi bagi Pembangunan Daerah

Lahirnya 328 sarjana baru ini merupakan angin segar bagi pembangunan Kota Pariaman dan sekitarnya. Dengan keahlian yang beragam, mulai dari farmasi, kebidanan, keperawatan, hingga manajemen, mereka diharapkan mampu mengisi kebutuhan tenaga profesional di sektor kesehatan, bisnis, dan pemerintahan. Peningkatan jumlah tenaga kesehatan terdidik, misalnya, akan berdampak langsung pada pelayanan kesehatan masyarakat. Sementara itu, lulusan manajemen diharapkan mampu mendorong pertumbuhan usaha kecil dan menengah (UKM) serta tata kelola organisasi yang lebih baik.

Program Saga Saja Plus juga berimplikasi pada peningkatan angka partisipasi kasar (APK) perguruan tinggi di Pariaman. Dengan semakin mudahnya akses, masyarakat dari kalangan ekonomi lemah dapat mengenyam pendidikan tinggi, yang pada akhirnya akan meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) secara keseluruhan. Pemerintah kota optimistis bahwa dalam lima tahun ke depan, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Pariaman akan meningkat signifikan berkat program ini.

Namun, tantangan tetap ada. Para sarjana harus mampu bersaing di pasar kerja yang semakin kompetitif. Oleh karena itu, Unisbar dan pemerintah daerah perlu terus menjalin kerja sama dengan industri dan sektor swasta untuk memastikan link and match antara kurikulum dan kebutuhan dunia kerja. Selain itu, pengembangan soft skills seperti kepemimpinan, komunikasi, dan kewirausahaan juga perlu ditekankan agar lulusan tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga siap menghadapi dinamika global.

Menatap Masa Depan Pariaman Bersama Para Sarjana

Wisuda bukanlah akhir dari perjalanan, melainkan awal dari pengabdian. Para sarjana kini berada di persimpangan antara impian dan kenyataan, antara teori dan praktik. Dengan bekal ilmu dan nilai-nilai integritas yang ditanamkan selama kuliah, mereka diharapkan mampu menjadi pioneer perubahan yang membawa Pariaman menuju masa depan yang lebih cerah. Dukungan dari pemerintah, keluarga, dan masyarakat menjadi pilar yang akan mengantarkan langkah mereka. Seperti pesan Wali Kota Yota Balad, “Jadilah motor penggerak pembangunan yang tidak hanya sukses secara pribadi, tetapi juga memberi manfaat bagi sesama.”

Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *