Puluhan Lansia Antusias Ikuti Penyuluhan dan Pemeriksaan Kesehatan Gratis dalam TMMD ke-129
Suara Pecari, Ponorogo – Sebanyak 50 warga lanjut usia (lansia) dari Desa Bulu Lor, Kecamatan Jambon, Kabupaten Ponorogo, mengikuti sosialisasi dan penyuluhan kesehatan yang digelar dalam rangka program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 Kodim 0802 Ponorogo. Kegiatan berlangsung pada Kamis, 24 Juli 2026, di Balai Desa Bulu Lor dan merupakan hasil kerja sama antara Satgas TMMD ke-129 dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Ponorogo.
Program TMMD sendiri merupakan salah satu bentuk pengabdian TNI kepada masyarakat, yang tidak hanya fokus pada pembangunan infrastruktur fisik, tetapi juga aspek sumber daya manusia, termasuk kesehatan. Kehadiran penyuluhan kesehatan bagi lansia ini menjadi bukti nyata sinergi antara TNI dan pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat desa.
Materi dan Pelayanan Kesehatan yang Diberikan
Materi penyuluhan disampaikan oleh dr. Faqih Istiqomah dari Puskesmas Jambon, mewakili Dinas Kesehatan Kabupaten Ponorogo. Dalam paparannya, dr. Faqih menjelaskan pentingnya menjaga pola makan, aktivitas fisik, dan pemeriksaan rutin bagi lansia untuk mencegah penyakit degeneratif seperti hipertensi dan diabetes melitus. Setelah sesi penyuluhan, para peserta mendapat layanan pemeriksaan kesehatan gratis, meliputi pengecekan tekanan darah dan kadar gula darah. Pelaksanaan pemeriksaan dilakukan oleh tenaga kesehatan Puskesmas Jambon bersama tim kesehatan Satgas TMMD ke-129, yakni Sertu Bambang dan PNS Deril, serta didukung personel Satgas TMMD lainnya.
Jenis Pelayanan yang Diberikan
- Penyuluhan tentang pola makan sehat dan aktivitas fisik bagi lansia
- Pemeriksaan tekanan darah (tensi)
- Pemeriksaan kadar gula darah (glukosa)
- Konsultasi kesehatan individual
- Pemberian obat-obatan dasar sesuai keluhan
Antusiasme Peserta dan Dampak Sosial
Para lansia terlihat antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. Salah seorang peserta, Nuriyati (67), mengungkapkan rasa senangnya. “Alhamdulillah, saya senang sekali. Kegiatannya sangat bagus. Kehadiran TMMD di desa kami tidak hanya memperbaiki fasilitas, tetapi juga memberikan perhatian terhadap kesehatan warga. Semoga program seperti ini terus berlanjut,” ujarnya. Pernyataan senada disampaikan oleh beberapa peserta lain yang mengaku jarang mendapatkan pemeriksaan kesehatan rutin karena keterbatasan akses dan biaya. Kehadiran program TMMD memberikan kesempatan bagi mereka untuk memantau kondisi kesehatan tanpa harus pergi ke puskesmas atau rumah sakit.
Data Peserta dan Pemeriksaan
Berikut adalah rekapitulasi singkat hasil pemeriksaan kesehatan yang dilakukan:
| Jenis Pemeriksaan | Jumlah Peserta | Rata-rata Hasil | Catatan |
|---|---|---|---|
| Tekanan Darah | 50 orang | Sistolik 130-150 mmHg, Diastolik 80-90 mmHg | Sebanyak 15 peserta terindikasi hipertensi ringan dan diberikan edukasi |
| Kadar Gula Darah | 50 orang | Rata-rata 110-140 mg/dL | 8 peserta memiliki kadar gula di atas normal dan dirujuk ke Puskesmas |
Sinergi TNI dan Pemerintah Daerah
dr. Faqih Istiqomah, mewakili Dinas Kesehatan Kabupaten Ponorogo, memberikan apresiasi atas sinergi yang terjalin. “Kerja sama antara Dinas Kesehatan dan TMMD ini sangat baik. Mudah-mudahan memberikan manfaat bagi kesehatan masyarakat dan dapat diterapkan di desa-desa lainnya,” tuturnya. Program TMMD ke-129 di Desa Bulu Lor sendiri selain melaksanakan penyuluhan kesehatan juga tengah mengerjakan pembangunan infrastruktur seperti perbaikan jalan desa dan rehabilitasi fasilitas umum. Dengan adanya kegiatan penyuluhan kesehatan, diharapkan masyarakat tidak hanya mendapatkan manfaat fisik dari pembangunan, tetapi juga peningkatan kualitas kesehatan yang berkelanjutan.
Dampak dan Implikasi bagi Masyarakat
Kegiatan penyuluhan kesehatan massal seperti ini memiliki dampak signifikan, terutama bagi lansia yang rentan terhadap penyakit. Dengan deteksi dini melalui pemeriksaan tekanan darah dan gula darah, komplikasi penyakit dapat dicegah. Selain itu, edukasi tentang pola hidup sehat akan membentuk kebiasaan yang lebih baik di kalangan lansia. Dari sisi sosial, program TMMD memperkuat hubungan antara TNI dan masyarakat, sekaligus meningkatkan kepercayaan publik terhadap pelayanan pemerintah. Ke depan, model sinergi antara TNI dan Dinas Kesehatan bisa direplikasi di desa-desa lain di Ponorogo, bahkan di tingkat nasional, untuk menjangkau lebih banyak lansia yang membutuhkan perhatian kesehatan.
Harapan Ke Depan
Peserta dan panitia berharap program serupa dapat diadakan secara berkala, tidak hanya selama TMMD berlangsung. Kepala Desa Bulu Lor menyatakan komitmennya untuk terus berkoordinasi dengan Puskesmas dan Kodim agar pelayanan kesehatan bagi lansia dapat berkelanjutan. Program TMMD ke-129 di Ponorogo akan berakhir dalam beberapa pekan mendatang, namun dampak positifnya diharapkan terus dirasakan oleh masyarakat.
Kehangatan dan kebersamaan terlihat jelas di Balai Desa Bulu Lor. Dengan semangat gotong royong, TNI, pemerintah, dan masyarakat bersatu untuk mewujudkan desa yang lebih sehat dan sejahtera. Penyuluhan kesehatan bagi lansia ini bukan sekadar acara seremonial, melainkan investasi jangka panjang bagi kualitas sumber daya manusia Indonesia.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.










