Bangkalan Evaluasi Pelaksanaan PKG: Capaian Rendah, Tantangan Kultural Jadi Sorotan

Bangkalan Evaluasi Pelaksanaan PKG: Capaian Rendah, Tantangan Kultural Jadi Sorotan

Suara Pecari, Bangkalan – Wakil Bupati Bangkalan, Moh. Fauzan Jafar, membuka Pertemuan Evaluasi Pelaksanaan dan Capaian Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG) di Aula Hotel Roos, Bangkalan, Selasa (14/7/2026). Kegiatan yang dihadiri 65 peserta secara luring ini menjadi momentum penting untuk mengukur efektivitas layanan kesehatan gratis yang dicanangkan pemerintah pusat melalui program Asta Cita. Dalam arahannya, Fauzan menegaskan bahwa PKG bukan sekadar program rutin, melainkan fondasi produktivitas dan investasi masa depan daerah. Namun, data capaian yang disajikan menunjukkan bahwa masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan, terutama dalam mengubah kebiasaan masyarakat yang enggan memeriksakan diri sejak dini.

Evaluasi Menyeluruh: Capaian dan Tantangan

Pertemuan ini difokuskan untuk memetakan hambatan teknis dan kultural yang menghambat optimalisasi PKG. Dari 22 puskesmas se-Kabupaten Bangkalan, capaian rata-rata masih di bawah 25%, jauh dari target ideal. Tiga puskesmas terbaik mendapatkan penghargaan sebagai motivasi, namun Fauzan mengingatkan bahwa angka tersebut belum memuaskan. Berikut adalah data capaian tiga puskesmas terbaik:

PeringkatNama PuskesmasCapaian PKG (%)
1Puskesmas Kamal24,7
2Puskesmas Galis24,4
3Puskesmas Sepulu22,0

Meskipun ketiga puskesmas ini layak diapresiasi, capaian tertinggi yang hanya 24,7% menunjukkan bahwa masih banyak warga yang belum terjangkau atau belum mau memanfaatkan layanan PKG. Fauzan menyoroti bahwa faktor kultural menjadi salah satu penghambat utama. “Ada kecenderungan di masyarakat yang sering kali takut memeriksakan kesehatannya sejak dini atau takut tahu penyakitnya. Pola pikir ini yang harus kita ubah bersama melalui edukasi yang masif. Mencegah jauh lebih baik daripada mengobati,” tegasnya.

Strategi Peningkatan: Edukasi dan Pendekatan Baru

Untuk mengatasi tantangan tersebut, Dinas Kesehatan Kabupaten Bangkalan bersama perwakilan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur merumuskan beberapa strategi baru. Beberapa langkah yang akan diterapkan meliputi:

  • Edukasi berbasis komunitas – Melibatkan tokoh masyarakat dan kader posyandu untuk menyosialisasikan pentingnya deteksi dini.
  • Penyesuaian jadwal layanan – Membuka PKG di luar jam kerja reguler, seperti akhir pekan atau malam hari, untuk menjangkau pekerja informal.
  • Pemanfaatan teknologi – Menggunakan aplikasi atau pesan singkat untuk mengingatkan jadwal pemeriksaan dan memberikan informasi kesehatan.
  • Pendekatan door-to-door – Tim kesehatan akan mendatangi rumah-rumah di daerah terpencil yang sulit dijangkau fasilitas kesehatan.

Fauzan juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor. “Kesehatan bukan hanya urusan dinas kesehatan. Semua pihak, termasuk camat, kepala desa, dan organisasi masyarakat, harus bergerak bersama,” ujarnya.

Dampak dan Implikasi bagi Masyarakat Bangkalan

Program PKG diharapkan mampu menekan angka kesakitan dan kematian akibat penyakit yang sebenarnya bisa dideteksi lebih awal, seperti hipertensi, diabetes, dan tuberkulosis. Namun, dengan capaian yang masih rendah, risiko keterlambatan penanganan penyakit masih tinggi. Implikasi jangka panjang jika tidak ada perbaikan adalah meningkatnya beban biaya kesehatan di tingkat rumah sakit rujukan. Sebaliknya, jika program berjalan optimal, produktivitas masyarakat akan meningkat karena kondisi kesehatan yang lebih baik.

Selain itu, penghargaan yang diberikan kepada puskesmas terbaik diharapkan memicu persaingan sehat antar fasilitas kesehatan. “Kami ingin puskesmas lain termotivasi untuk meningkatkan capaiannya. Bukan hanya mengejar angka, tetapi benar-benar memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat,” ungkap Kepala Dinas Kesehatan Bangkalan yang turut hadir dalam acara tersebut.

Harapan dan Komitmen ke Depan

Pertemuan evaluasi ini menjadi titik awal untuk memperbaiki pendekatan pelayanan PKG di Kabupaten Bangkalan. Dengan dukungan penuh dari pemerintah pusat dan provinsi, serta komitmen seluruh jajaran kesehatan daerah, optimisme untuk meningkatkan capaian masih terbuka lebar. Fauzan mengingatkan bahwa program ini adalah wujud nyata kehadiran negara dalam melindungi kesehatan rakyatnya.

“Kita tidak boleh lelah. Setiap jiwa yang terselamatkan melalui deteksi dini adalah investasi berharga. Mari kita jadikan evaluasi ini sebagai cambuk untuk bekerja lebih keras, lebih cerdas, dan lebih dekat dengan masyarakat,” pungkasnya.

Di tengah berbagai tantangan, langkah Bangkalan untuk terus mengevaluasi dan berinovasi dalam pelaksanaan PKG patut diapresiasi. Dengan kesadaran bersama dan aksi nyata di lapangan, bukan tidak mungkin capaian PKG di Bangkalan akan melonjak signifikan pada periode evaluasi berikutnya. Kesehatan masyarakat adalah tanggung jawab bersama, dan setiap langkah kecil hari ini adalah lompatan besar bagi masa depan.

Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *