Artis Beri Dukungan untuk Macklemore Setelah Dicoret dari Tur Konser Ed Sheeran karena Bela Palestina

Artis Beri Dukungan untuk Macklemore Setelah Dicoret dari Tur Konser Ed Sheeran karena Bela Palestina

Suara PecariMacklemore, rapper asal Seattle yang sebelumnya menjadi penampil pendukung dalam tur konser Ed Sheeran “Loop Tour” di Amerika Serikat, dicoret dari sisa jadwal tur setelah menyuarakan dukungan untuk Palestina. Keputusan ini muncul setelah sejumlah pemilik venue, termasuk Robert Kraft yang mengelola Gillette Stadium, menolak kehadiran Macklemore di panggung mereka.

Macklemore mengungkapkan dalam sebuah pernyataan di media sosial bahwa tekanan terhadap Ed Sheeran untuk mencoret dirinya bermula dari panggilan Robert Kraft. Kraft menghubungi Ed Sheeran dan menyatakan Macklemore tidak diizinkan tampil di Gillette Stadium. Selanjutnya, beberapa pemilik venue lain pun memberikan ultimatum serupa terkait keikutsertaan Macklemore dalam tur tersebut.

Profil Singkat Macklemore

Benjamin Hammond Haggerty, yang dikenal dengan nama panggung Macklemore, adalah rapper asal Seattle yang mulai meniti karier musiknya sejak awal 2000-an lewat mixtape. Ia meraih popularitas internasional bersama produser Ryan Lewis melalui hit seperti “Can’t Hold Us” dan “Thrift Shop” yang menempati puncak tangga lagu Billboard Hot 100. Setelah duo Macklemore & Ryan Lewis hiatus pada 2017, Macklemore melanjutkan karier solo dan merilis album “Hind’s Hall” pada 2024 yang mendukung protes pro-Palestina di kampus.

Dukungan dari Sesama Artis

Kabar pencoretan Macklemore memicu gelombang dukungan dari sejumlah artis dan musisi. Penyanyi Kehlani menyatakan dukungannya dengan menyoroti bahwa banyak pemilik venue yang melakukan hal serupa dan mengungkapkan rasa hormat serta solidaritas terhadap Macklemore. Grup musik Kneecap menyuarakan dukungan dengan mengunggah pesan “Free Palestine” dan menegaskan bahwa kebenaran tidak bisa dibungkam.

Aktris Hannah Einbinder, pemenang Emmy Awards 2025, menunjukkan dukungan dengan memberikan emoji hati merah pada unggahan Macklemore. Selain itu, musisi Bobby Vylan juga menguatkan pernyataan Macklemore dengan mengutip ungkapan bahwa tidak ada ucapan terima kasih untuk sebuah kewajiban.

Grup Garbage pun mengeluarkan pernyataan di akun media sosial mereka yang membela Macklemore, menyebut pencoretan tersebut sebagai tindakan yang tidak adil dan mempertanyakan konsekuensi yang harus ditanggung hanya karena menyuarakan dukungan terhadap rakyat yang tertindas.

Konteks dan Dampak

Macklemore menegaskan bahwa dirinya, Ed Sheeran, maupun Pink bukan korban dalam insiden ini. Menurutnya, korban sesungguhnya adalah rakyat Palestina yang menghadapi berbagai bentuk kekerasan dan penderitaan. Keputusan pemilik venue untuk mencoret Macklemore menimbulkan perdebatan luas tentang kebebasan berekspresi dan batasan politik dalam industri hiburan.

Kasus ini menunjukkan ketegangan yang mungkin muncul ketika artis menggunakan panggung publik untuk menyuarakan isu politik yang sensitif. Dampaknya tidak hanya pada karier Macklemore, tetapi juga memicu diskusi tentang peran dan risiko aktivisme dalam dunia musik dan hiburan.

Sampai saat ini, Ed Sheeran dan timnya belum mengeluarkan pernyataan resmi mengenai pencoretan Macklemore selain menyampaikan keputusan tersebut. Sementara itu, dukungan dari komunitas artis dan penggemar terus mengalir sebagai bentuk solidaritas terhadap kebebasan berpendapat dan dukungan kemanusiaan.

Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *