ASN Sijunjung Kompak Beri Dukungan untuk Murama di Kompetisi Dangdut Nasional

ASN Sijunjung Kompak Beri Dukungan untuk Murama di Kompetisi Dangdut Nasional

Dukungan Penuh dari Birokrasi untuk Putra Daerah

Suara Pecari, Padang – Suasana kebersamaan yang luar biasa terpancar dari Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sijunjung, Sumatra Barat. Mereka secara serentak memberikan doa dan dukungan penuh kepada Murama, remaja berbakat asal Sijunjung yang tengah berjuang di panggung Dangdut Academy (DAcademy) 8 Indosiar 2026. Dukungan ini tidak sekadar seremoni, melainkan wujud nyata semangat gotong royong untuk mengangkat nama daerah di kancah nasional.

Dalam sebuah video yang diunggah oleh Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Sijunjung pada Kamis, 16 Juli 2026, Sekretaris Daerah Kabupaten Sijunjung, Jaheri, memimpin langsung pernyataan dukungan tersebut. Dengan penuh semangat, Jaheri bersama seluruh jajaran ASN mengucapkan, “Kami segenap Aparatur Sipil Negara di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sijunjung mendoakan dan memberikan dukungan penuh terhadap Murama Sijunjung. Harapannya menjadi yang terbaik di dalam The Academy Indosiar Tahun 2026, Murama Sijunjung, rancak bana!” Ungkapan “rancak bana” dalam bahasa Minang berarti “sungguh keren” – sebuah seruan yang menggetarkan hati warga Sijunjung.

Murama: Remaja 14 Tahun dengan Mimpi Besar

Murama bukanlah nama asing bagi warga Sijunjung. Remaja berusia 14 tahun ini berhasil menembus 42 besar DAcademy 8 – sebuah ajang pencarian bakat dangdut paling bergengsi di Indonesia. Bagi Sijunjung, kehadiran Murama di panggung nasional adalah sejarah. Untuk pertama kalinya, seorang putra daerah tampil di kompetisi dangdut yang disiarkan langsung oleh televisi nasional.

Perjalanan Murama dimulai dari panggung-panggung kecil, seperti acara pernikahan di kampung halaman. Secara otodidak, ia mengasah suara emasnya hingga akhirnya berani mengikuti audisi DAcademy. “Murama sejak kecil sudah berlatih secara otodidak dari panggung acara pernikahan dan saat ini di panggung nasional,” ungkap sang kakak, Wanda Julianti Fitri, kepada RRI pada Jumat, 17 Juli 2026. Dukungan dari keluarga dan masyarakat menjadi bahan bakar utama bagi Murama untuk terus melangkah.

Mengapa Dukungan ASN Begitu Berarti?

Dukungan dari birokrasi pemerintahan memberikan dampak lebih dari sekadar moral. Bagi seorang peserta lomba seperti Murama, apresiasi dari pejabat publik memberikan legitimasi dan kebanggaan tersendiri. Selain itu, dukungan tersebut juga menggerakkan masyarakat luas untuk ikut mendukung. Wanda menyampaikan, “Alhamdulillah, sangat berterima kasih atas dukungannya kepada Murama.” Ia berharap doa dan dukungan terus mengalir agar adiknya dapat melangkah lebih jauh.

Berikut adalah poin-poin penting terkait dukungan ini:

  • Motivasi moral: Dukungan dari pemimpin daerah memberikan semangat ekstra bagi Murama untuk tampil maksimal di setiap babak.
  • Promosi daerah: Nama Sijunjung semakin dikenal luas berkat pemberitaan tentang partisipasi Murama, sekaligus menjadi ajang promosi wisata dan budaya.
  • Semangat kebersamaan: Kekompakan ASN dan masyarakat menunjukkan bahwa Sijunjung adalah daerah yang solid dan peduli terhadap prestasi warganya.
  • Inspirasi bagi generasi muda: Kisah Murama diharapkan menjadi inspirasi bagi remaja lain untuk berani mengejar mimpi.

Kronologi Dukungan dan Perjalanan Murama di DAcademy

Untuk memudahkan pembaca, berikut adalah kronologi penting seputar dukungan dan perjalanan Murama:

TanggalPeristiwa
Juli 2026 (Awal)Murama lolos sebagai 42 besar DAcademy 8 setelah melalui audisi ketat.
16 Juli 2026Video dukungan ASN Sijunjung diunggah oleh Diskominfo, dipimpin Sekda Jaheri.
17 Juli 2026Kakak Murama, Wanda, menyampaikan apresiasi melalui RRI dan meminta doa masyarakat.
27 Juli 2026Artikel ini diterbitkan; kompetisi masih berlangsung.

Dampak bagi Pemerintah Daerah dan Masyarakat

Keberhasilan Murama menembus layar kaca bukan hanya kebanggaan keluarga, tetapi juga membawa dampak positif bagi Pemerintah Kabupaten Sijunjung. Secara tidak langsung, partisipasi ini menjadi public relations alami bagi daerah. Pemberitaan di media nasional mengangkat nama Sijunjung, yang sebelumnya mungkin kurang dikenal di luar Sumatra Barat. Hal ini berpotensi mendorong sektor pariwisata dan ekonomi kreatif, terutama jika Murama terus melaju hingga babak puncak.

Selain itu, dukungan ASN juga memperlihatkan sisi humanis para abdi negara. Di tengah rutinitas birokrasi yang kadang dianggap kaku, aksi spontan seperti ini menunjukkan bahwa pemerintah peduli dengan mimpi warganya. Tidak hanya Murama, secara tidak langsung ini menjadi pesan bahwa prestasi anak daerah mendapat perhatian serius dari pemimpin.

Harapan ke Depan: Lebih dari Sekadar Juara

Terlepas dari hasil akhir kompetisi, semangat yang lahir dari dukungan ASN Sijunjung telah menciptakan momentum positif. Masyarakat diharapkan terus memantau perjalanan Murama di DAcademy 8 dan memberikan dukungan melalui voting serta doa. Dukungan dari rumah adalah kekuatan terbesar bagi seorang peserta yang berjuang di panggung nasional.

Seiring dengan itu, Pemerintah Kabupaten Sijunjung dapat mulai merancang program pembinaan bakat muda agar lahir lebih banyak Murama-Murama lainnya di bidang seni, olahraga, atau akademik. Dukungan yang kompak ini bisa menjadi pilot project sinergi antara birokrasi dan masyarakat dalam membina potensi lokal.

Pada akhirnya, apa pun hasil yang diraih Murama di DAcademy 2026, ia telah berhasil menyatukan Sijunjung dalam satu tekad: #MuramaSijunjungRancakBana. Semangat itu tak akan pudar, begitu pula kebanggaan warga Sijunjung terhadap putra terbaiknya.

Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *