Telkom University Dorong Transformasi Digital Pendidikan: Pelatihan AI untuk Guru di Tarakan dan Event Lari Berteknologi di Purwokerto
Suara Pecari | Telkom University kembali menunjukkan komitmennya dalam mendorong transformasi digital di Indonesia, kali ini melalui dua inisiatif strategis yang berlangsung serempak di Kalimantan Utara dan Jawa Tengah. Di Kota Tarakan, ratusan guru dari jenjang SD, SMP, hingga SMA antusias mengikuti pelatihan pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) sebagai asisten pengajar. Sementara itu, di Purwokerto, Telkom University Purwokerto meluncurkan ajang lari berskala nasional, Purwokerto City Run 2026, yang memadukan olahraga, teknologi digital, dan promosi budaya.
Pelatihan bertajuk ‘AI sebagai Asisten Pengajar: Menciptakan Pengalaman Belajar Interaktif di Era Digital’ digelar di Lotus Panaya Hotel Tarakan pada 17-18 Juni 2026. Acara ini merupakan kolaborasi antara Telkom Indonesia dan TribunKaltara.com, didukung Dinas Pendidikan Kota Tarakan. Sebanyak ratusan guru dari berbagai jenjang pendidikan hadir untuk mempelajari cara menyusun prompt AI yang efektif, etika digital, dan keamanan data. Kepala Telkom Daerah Tarakan, Cici Citra Ambarawu, menekankan pentingnya sinergi lintas sektor dalam menghadapi perkembangan teknologi digital di dunia pendidikan. ‘Semangat untuk belajar dan bertumbuh dalam kegiatan pelatihan pemanfaatan AI sebagai asisten pengajar bagi guru Kota Tarakan. Menciptakan pengalaman belajar interaktif di era digital,’ ujarnya.
Telkom University mengirimkan salah satu pakarnya, Dr Arfive Gandhi, sebagai pemateri utama. Kehadiran akademisi dari Telkom University ini memberikan perspektif ilmiah dan praktis tentang bagaimana AI dapat diintegrasikan ke dalam kurikulum tanpa menggantikan peran guru. Dr Arfive Gandhi menekankan bahwa guru tetap harus kritis dalam menyaring materi yang dihasilkan AI agar sesuai dengan kebutuhan lokal. Turut hadir pula psikolog Nurul Hidayah dan Koordinator Wilayah MAFINDO Kaltara Dr Nurasikin yang membahas aspek psikologis dan literasi digital.
Sementara itu, di Purwokerto, Telkom University Purwokerto meluncurkan Purwokerto City Run (PCR) 2026 yang akan digelar pada 23 Agustus 2026. Event ini tidak sekadar lomba lari, tetapi juga sarana mempromosikan budaya dan pariwisata Kabupaten Banyumas melalui teknologi digital. Direktur Tel-U Purwokerto, Tenia Wahyuningrum, mengatakan bahwa PCR 2026 mengusung tiga pilar utama: Sport, Digital, dan Culture. Dari sisi digital, panitia akan menerapkan chip timing, live tracking, leaderboard, digital race pack, hingga e-certificate. ‘Ajang ini menjadi sarana untuk mengajak masyarakat menerapkan gaya hidup sehat, mempererat kebersamaan, serta memperkenalkan potensi dan keindahan Banyumas kepada masyarakat yang lebih luas,’ katanya.
PCR 2026 menargetkan ribuan pelari dari seluruh Indonesia. Rute lari akan melintasi sejumlah ikon Kota Satria, memberikan pengalaman unik bagi peserta. Event ini juga diharapkan dapat mendorong sport tourism dan perekonomian daerah melalui keterlibatan UMKM. Wakil Direktur Bidang Sumber Daya Tel-U Purwokerto, Tata Sembada, mengungkapkan bahwa PCR pertama kali digelar pada 2017 dan sempat vakum akibat pandemi Covid-19. Kini, Telkom University Purwokerto menghidupkan kembali tradisi ini sebagai agenda tahunan.
Kedua inisiatif ini menunjukkan peran aktif Telkom University dalam menjembatani kesenjangan digital dan memajukan pendidikan serta pariwisata berbasis teknologi. Di Tarakan, guru-guru dibekali keterampilan AI untuk menciptakan pembelajaran interaktif, sementara di Purwokerto, teknologi digital digunakan untuk memperkaya pengalaman olahraga dan promosi budaya. Kolaborasi antara Telkom University, pemerintah daerah, dan media menjadi kunci keberhasilan program-program ini.
Kesimpulannya, Telkom University terus berinovasi dalam menerapkan teknologi untuk kepentingan masyarakat. Pelatihan AI bagi guru di Tarakan dan penyelenggaraan Purwokerto City Run 2026 adalah bukti nyata bahwa pendidikan dan pariwisata dapat bertransformasi secara digital tanpa kehilangan esensi kemanusiaan dan kearifan lokal. Dengan semangat kolaborasi, Telkom University optimis dapat mendorong Indonesia menuju era digital yang inklusif dan berdaya saing global.
Artikel ini dipublikasikan oleh Suara Pecari.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.











