BKKBN Libatkan Duta GenRe Edukasi Remaja untuk Cegah Stunting: Strategi Jangka Panjang Bangun Generasi Sehat
Suara Pecari, Jambi – Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) terus memperluas pendekatan pencegahan stunting tidak hanya pada ibu hamil dan balita, tetapi juga menyasar kelompok remaja. Melalui Program Generasi Berencana (GenRe), BKKBN melibatkan para Duta GenRe sebagai agen perubahan di kalangan remaja. Di Provinsi Jambi, Duta GenRe 2025, Ayu Zafina, bersama timnya telah melakukan sosialisasi intensif ke sekolah-sekolah dan daerah terpencil untuk memberikan edukasi tentang kesehatan reproduksi dan perencanaan kehidupan.
Pendekatan Teman Sebaya: Kunci Efektivitas Edukasi Remaja
Ayu Zafina menjelaskan bahwa metode yang digunakan lebih mengedepankan pendekatan teman sebaya (peer education). “Kami sudah melakukan roadshow ke sekolah-sekolah untuk memberikan edukasi tentang pencegahan stunting. Remaja harus memiliki perencanaan masa depan agar terhindar dari tiga ancaman remaja, yaitu seks pranikah, pernikahan dini, dan penyalahgunaan narkoba,” ujarnya dalam dialog di RRI Jambi, Rabu, 15 Juli 2026. Pendekatan ini dinilai lebih efektif karena remaja cenderung lebih terbuka dan nyaman berdiskusi dengan teman sebaya dibandingkan dengan orang dewasa. Edukasi dikemas dalam bentuk diskusi interaktif, permainan, dan pemanfaatan media sosial seperti Instagram dan TikTok agar pesan kesehatan reproduksi mudah diterima.
Jangkauan Luas: Dari Sekolah hingga Daerah Terpencil
Duta GenRe tidak hanya melakukan kunjungan langsung ke sekolah-sekolah di Kota Jambi, tetapi juga memanfaatkan teknologi untuk menjangkau pelajar di kabupaten terpencil. Pertemuan daring melalui Zoom telah dilakukan untuk menghubungi pelajar di Merangin dan Tanjung Jabung Timur. Hal ini memungkinkan informasi tentang pencegahan stunting dan perencanaan kehidupan tersebar lebih luas tanpa terkendala jarak. Ketua Tim Kerja Pengelolaan Kependudukan Kemenduk BanggaBKKBN Provinsi Jambi, Yuslidhar, menambahkan bahwa remaja merupakan sasaran penting karena mereka adalah calon orang tua di masa depan. “Kalau remajanya sehat dan memiliki pemahaman yang baik tentang kesehatan reproduksi, maka peluang melahirkan generasi yang bebas stunting juga semakin besar,” tegasnya.
Data dan Target: Berapa Banyak Remaja yang Teredukasi?
Berikut adalah data capaian edukasi Duta GenRe di Provinsi Jambi hingga Juli 2026:
| Indikator | Jumlah | Keterangan |
|---|---|---|
| Sekolah yang dikunjungi | 25 | SMA/SMK di 11 kabupaten/kota |
| Peserta edukasi langsung | 4.500 | Siswa dan siswi |
| Peserta daring | 2.200 | Melalui Zoom dari Merangin & Tanjung Jabung Timur |
| Media sosial terjangkau | 15.000 | Konten edukasi di Instagram & TikTok |
Dampak dan Implikasi bagi Masyarakat
Program edukasi remaja ini memiliki dampak jangka panjang yang signifikan. Pertama, dengan memberikan pemahaman tentang kesehatan reproduksi sejak dini, remaja diharapkan mampu merencanakan kehidupan mereka dengan lebih baik, termasuk menunda usia pernikahan dan menghindari kehamilan yang tidak diinginkan. Kedua, pencegahan stunting dimulai dari remaja putri yang nantinya akan menjadi ibu. Status gizi dan kesehatan remaja putri sangat menentukan kualitas generasi berikutnya. Yuslidhar menekankan bahwa investasi pada remaja adalah investasi untuk 20-30 tahun ke depan. “Jika remaja saat ini sehat dan berpendidikan, maka angka stunting di Indonesia bisa ditekan secara signifikan,” ujarnya.
Tantangan dan Langkah ke Depan
Meskipun program ini berjalan baik, masih ada tantangan seperti keterbatasan akses internet di beberapa daerah dan stigma yang masih melekat pada pembicaraan tentang kesehatan reproduksi. Duta GenRe terus berupaya mengatasi hambatan ini dengan kreativitas, misalnya melalui permainan edukatif dan konten digital yang menarik. Ke depan, BKKBN berencana memperluas program ke lebih banyak sekolah dan menggandeng influencer remaja untuk memperkuat pesan.
Dengan sinergi antara pemerintah, Duta GenRe, dan masyarakat, pencegahan stunting sejak remaja bukan lagi sekadar wacana, melainkan aksi nyata yang membangun fondasi generasi emas Indonesia. Setiap remaja yang teredukasi adalah investasi berharga bagi masa depan bangsa yang bebas stunting.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.










