Mendikdasmen Tegaskan Sekolah Harus Jadi Tempat Aman Usai Temuan 995 Senjata di Jakarta Selatan
Suara Pecari, Jakarta – Temuan sekitar 995 senjata, termasuk senapan angin dan satu pucuk senjata api, di sebuah yayasan sekolah swasta di Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, memicu perhatian serius dari pihak berwenang. Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, menegaskan komitmen kementeriannya untuk memastikan sekolah menjadi tempat yang aman dan nyaman bagi siswa.
Penemuan ini terungkap setelah polisi melakukan penggeledahan di tiga ruangan di sekolah tersebut, yaitu ruangan eks Ketua Pengurus Yayasan, Sekretaris, dan Sarana Prasarana Yayasan. Dari hasil penggeledahan, pihak kepolisian mengamankan 30 barang yang terdiri dari berbagai jenis air soft gun dan amunisi. Selain itu, sampel DNA diambil untuk mengidentifikasi orang-orang yang mengakses ruangan tersebut. Ruangan bawah tanah yang disebut sebagai bunker oleh pihak yayasan ternyata merupakan ruang bawah tanah biasa yang terhubung dengan kantor ketua pengurus yayasan melalui tangga.
Respons Mendikdasmen dan Pemerintah Daerah
Abdul Mu’ti menyatakan Kemendikdasmen telah berkomunikasi dengan pihak sekolah dan berupaya mencari solusi atas temuan tersebut. Ia menegaskan bahwa pengawasan langsung terhadap sekolah berada di bawah kewenangan pemerintah daerah. Namun, kementerian tetap aktif berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memastikan keamanan dan kenyamanan proses belajar mengajar.
“Kami berkomitmen menjadikan sekolah sebagai rumah kedua bagi anak-anak agar mereka bisa belajar dengan aman dan nyaman,” ujar Mendikdasmen. Ia juga menyerahkan penanganan temuan senjata tersebut kepada aparat keamanan yang memiliki otoritas lebih lanjut.
Peran Kepolisian dan Penyelidikan Lanjutan
Polres Metro Jakarta Selatan terus menyelidiki temuan senjata yang terdiri dari 995 senapan angin dan satu senjata api jenis Franchi SPA, SPAS-15 kaliber 12 GA. Penemuan ini pertama kali terjadi pada 10-11 Juli 2026 dan ditemukan kembali pada 5 Agustus 2026. Penyelidikan juga mencakup penggeledahan tambahan di ruangan yang terkait dengan pengurus yayasan untuk mengumpulkan bukti dan barang bukti lain yang relevan.
Reaksi Pemerintah Daerah
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengutuk keras temuan senjata dan barang terlarang di lingkungan pendidikan tersebut. Ia menegaskan bahwa hal tersebut tidak dapat ditoleransi dan proses hukum harus berjalan dengan tegas terhadap pihak yang bertanggung jawab. Meski pihak yang diduga bertanggung jawab telah diberhentikan dari yayasan, tindakan hukum tetap dilanjutkan untuk menjaga keamanan dan integritas dunia pendidikan.
Memastikan Sekolah Sebagai Tempat Aman
Kasus ini menjadi peringatan penting bagi seluruh pemangku kepentingan pendidikan untuk memperketat pengawasan dan pengelolaan sekolah agar terbebas dari hal-hal yang membahayakan keselamatan siswa dan staf. Upaya koordinasi antara Kemendikdasmen, pemerintah daerah, dan aparat keamanan diharapkan dapat menemukan solusi tepat agar insiden serupa tidak terulang.
Dalam konteks ini, penting bagi sekolah untuk menjalankan fungsi sebagai tempat pembelajaran yang aman, nyaman, dan kondusif, serta bebas dari barang-barang berbahaya yang dapat mengancam keselamatan anak-anak dan komunitas sekolah secara umum.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.








