Komisi X Setuju Buku Pelajaran Siswa Diperbarui Jangan Jadi Ladang Bisnis Baru
Suara Pecari – Komisi X DPR menyatakan dukungannya terhadap rencana pembaruan buku pelajaran siswa yang mendapat perhatian dari Presiden Prabowo Subianto. Namun, Komisi X menegaskan bahwa pembaruan tersebut harus menyentuh isi dan materi buku, bukan hanya perubahan tampilan fisik.
Persetujuan dan Syarat Komisi X
Wakil Ketua Komisi X DPR, Lalu Hadrian Irfani, menyampaikan bahwa pihaknya tidak keberatan dengan rencana pembaruan buku pelajaran. Namun, ia menekankan bahwa proses penyusunan buku yang baru harus melibatkan banyak pihak, khususnya para pakar pendidikan, dan dilakukan secara terbuka melalui uji publik. Hal ini bertujuan menghindari kepentingan kelompok tertentu yang dapat memicu isu negatif.
Evaluasi Materi dan Konten Buku
Menurut Lalu Hadrian, pembaruan buku tidak boleh sekadar mengganti sampul atau desain fisik saja. Materi, isi, dan konten buku juga wajib dievaluasi dan diperbarui agar lebih relevan dan berkualitas. Proses ini harus melibatkan pakar pendidikan secara menyeluruh dan uji publik yang transparan.
Akses Buku Pelajaran Gratis untuk Semua Siswa
Komisi X juga menyoroti pentingnya akses siswa terhadap buku pelajaran yang diperbarui. Lalu Hadrian berharap pemerintah memastikan buku tersebut dapat diperoleh secara gratis oleh seluruh siswa di seluruh Indonesia, termasuk di daerah pelosok. Ia menegaskan bahwa pembaruan buku tidak boleh menjadi ladang bisnis baru yang membebani siswa dan orang tua.
Latar Belakang Pembaruan Buku Pelajaran
Perhatian Presiden Prabowo Subianto terhadap kualitas buku pelajaran berawal dari kunjungannya ke sejumlah sekolah. Dalam kunjungan tersebut, ia mengamati kondisi buku pelajaran yang digunakan siswa, menemukan beberapa buku mudah rusak, tulisan kecil, serta kualitas yang kurang baik. Berdasarkan temuan ini, Presiden Prabowo menginstruksikan evaluasi menyeluruh terhadap buku pelajaran dari tingkat SD hingga SMA.
Selain itu, Presiden Prabowo meminta perbandingan buku pelajaran nasional dengan buku dari negara-negara tetangga sebagai bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas buku pelajaran Indonesia.
Harapan Komisi X pada Pemerintah
Komisi X berharap pembaruan buku pelajaran berjalan seiring dengan pemenuhan kebutuhan dasar pendidikan lainnya. Mereka mengharapkan pemerintah mengakomodir kebutuhan tersebut dalam nota keuangan yang akan datang. Hal ini penting untuk mendukung peningkatan mutu pendidikan secara menyeluruh dan memastikan akses pendidikan yang merata bagi seluruh anak bangsa.
Kesimpulan
Dukungan Komisi X terhadap pembaruan buku pelajaran menekankan pentingnya kualitas materi, keterlibatan pakar pendidikan, transparansi proses, serta akses gratis untuk semua siswa. Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan mutu pendidikan Indonesia tanpa menimbulkan beban tambahan bagi masyarakat.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.










