Ledakan Dahsyat di Grand Polonia Medan: Kebocoran Gas Tanam Jadi Penyebab, Tiga Tewas

Ledakan Dahsyat di Grand Polonia Medan: Kebocoran Gas Tanam Jadi Penyebab, Tiga Tewas

Suara Pecari, Ledakan dahsyat yang mengguncang sebuah rumah mewah di Kompleks Grand Polonia, Medan, pada Senin (20/7/2026) lalu, akhirnya terungkap penyebabnya. Tim Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Sumatera Utara bersama Perusahaan Gas Negara (PGN) memastikan bahwa ledakan tersebut dipicu oleh kebocoran pipa gas tanam di dalam rumah. Peristiwa nahas ini menewaskan tiga orang dan melukai empat lainnya, menjadikan korban ledakan di grand polonia medan sebagai sorotan nasional.

Hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) yang dilakukan selama empat jam menunjukkan bahwa gas metana dari pipa tanam telah memenuhi ruangan dengan tekanan tinggi. Percikan api dari pemantik atau sakelar listrik kemudian menyulut akumulasi gas tersebut, menyebabkan ledakan yang sangat kuat. Dampaknya tidak hanya meratakan bangunan rumah korban, tetapi juga merusak sejumlah rumah tetangga di sekitarnya. Kasubbid Fiskom Bid Labfor Polda Sumut, AKBP Roy Tenno Siburian, menjelaskan bahwa pintu depan dan dinding roboh ke luar, menandakan tekanan berasal dari dalam rumah. Kerusakan paling parah terjadi di lantai dua, karena gas menyatu melalui void antar lantai.

Identitas para korban ledakan di grand polonia medan mulai terungkap. Tiga orang meninggal dunia adalah penghuni rumah dan seorang asisten rumah tangga. Salah satu korban tewas adalah Roswita Bupu, seorang ART asal Kampung Tongananga, Kelurahan Ratongamobo, Kecamatan Boawae, Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur. Roswita baru 11 bulan bekerja di Medan, setelah sebelumnya sempat bekerja di Bali dan Jakarta. Keluarganya di NTT masih berduka dan belum bisa memastikan proses pemulangan jenazah. Sementara itu, dua korban tewas lainnya adalah anggota keluarga pemilik rumah.

Selain korban jiwa, empat orang mengalami luka-luka. Mereka adalah seorang driver ojek online bernama Yudha, seorang kurir layanan pesan antar, dan dua warga sekitar. Yudha tengah mengantar pesanan di lokasi saat ledakan terjadi. Meski terluka akibat terhempas puing, ia sempat menolong korban lain sebelum dilarikan ke RS Siloam Medan. Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, menjenguk Yudha dan memastikan biaya perawatannya ditanggung BPJS Ketenagakerjaan. Kondisi para korban luka dilaporkan terus membaik.

Penyelidikan mendalam masih dilakukan oleh Polrestabes Medan dan Polda Sumut. Barang bukti telah diamankan dan sejumlah saksi kunci diperiksa untuk mengetahui penyebab pasti kebocoran pipa gas. Pihak PGN juga turut serta dalam investigasi untuk memastikan standar keamanan instalasi gas di perumahan tersebut. Kejadian ini menjadi pengingat pentingnya pemeriksaan rutin terhadap jaringan gas rumah tangga guna mencegah tragedi serupa.

Ledakan di Grand Polonia Medan menyisakan duka mendalam, terutama bagi keluarga korban. Korban ledakan di grand polonia medan tidak hanya menimbulkan kerugian materi, tetapi juga merenggut nyawa dan melukai banyak orang. Masyarakat diimbau untuk lebih waspada terhadap potensi kebocoran gas di rumah masing-masing. Hingga berita ini diturunkan, proses evakuasi dan pembersihan lokasi masih berlangsung, sementara penyelidikan terus berlanjut untuk mengungkap tuntas peristiwa ini.

Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *