Polisi Ojol yang Dilindas BYD di Jaksel Patah Tulang, Jalani Perawatan di RS

Suara Pecari, Jakarta – Seorang pengemudi ojek online (ojol) yang juga merupakan anggota polisi mengalami patah tulang setelah dilindas sebuah mobil listrik BYD Atto 1 di Jalan Panglima Polim, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, pada Jumat, 23 Oktober 2026, sore hari. Korban bernama Hasan Syukur saat ini menjalani perawatan intensif di RS Fatmawati.

Fakta Kecelakaan

Kecelakaan terjadi sekitar pukul 16.48 WIB di depan Win Hotel. Mobil BYD yang melaju dari arah selatan ke utara oleng ke kiri dan menabrak sepeda motor Honda Beat yang dikendarai Hasan. Setelah menabrak motor tersebut, mobil BYD juga menabrak mobil Wuling yang berada di depan motor. Akibat benturan tersebut, Hasan terjepit di antara kedua mobil lalu terjatuh dan terlindas ban depan sisi kanan mobil BYD.

Baca juga:

Kondisi Korban dan Penanganan

Hasan mengalami patah tulang pada kaki kiri dan luka lecet. Ia sempat dilarikan ke RS Fatmawati dan masih dalam perawatan hingga saat ini. Kasat Lantas Polres Metro Jakarta Selatan, Kompol Mujiyanto, menyatakan korban masih dirawat dan belum dapat memberikan rincian lebih lanjut mengenai kondisi luka selain patah tulang.

Status Sopir dan Proses Hukum

Sopir mobil BYD bernama Sunardi (40 tahun) masih diamankan di Polres Metro Jakarta Selatan. Sampai saat ini, kasus kecelakaan masih dalam penyidikan dan status tersangka belum ditetapkan. Pemeriksaan terhadap sopir BYD telah dilakukan, termasuk tes narkoba dan alkohol, yang hasilnya negatif.

Konteks dan Dampak

Kecelakaan yang melibatkan kendaraan listrik BYD ini menimbulkan perhatian karena dampaknya terhadap pengemudi ojol sekaligus anggota polisi. Peristiwa ini menyoroti pentingnya keselamatan berkendara dan kewaspadaan di jalan, terutama di kawasan padat kendaraan seperti Jalan Panglima Polim. Penanganan dan penyidikan yang transparan diharapkan dapat memberikan kejelasan atas penyebab kecelakaan dan mencegah kejadian serupa di masa depan.

Baca juga:

Polres Metro Jakarta Selatan terus memantau perkembangan kasus dan kondisi korban. Masyarakat diimbau untuk selalu berhati-hati dan mematuhi peraturan lalu lintas demi keselamatan bersama di jalan raya.

Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.

Baca juga:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *