PDIP Minta BGN Dibubarkan Pasca Tumbangnya Dadan Hindayana Cs, Golkar Pasang Badan
Suara Pecari | Jakarta – Polemik berkepanjangan terkait program Makan Bergizi Gratis (MBG) memuncak setelah Kejaksaan Agung menetapkan mantan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana dan dua wakilnya, Sony Sanjaya serta Lodewyk Pusung, sebagai tersangka kasus korupsi tata kelola program tersebut. Publik pun dikejutkan dengan pernyataan tegas dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) yang meminta BGN dibubarkan pasca tumbangnya Dadan Hindayana Cs. Di sisi lain, Partai Golongan Karya (Golkar) langsung pasang badan membela keberlanjutan lembaga tersebut.
PDIP minta BGN dibubarkan pasca tumbangnya Dadan Hindayana Cs, Golkar pasang badan menjadi sorotan utama dalam pemberitaan hari ini. Ketua DPP PDIP, Djarot Saiful Hidayat, menyatakan bahwa BGN telah gagal menjalankan mandatnya dan terbukti menjadi sarang korupsi. “Kami mendesak pemerintah membubarkan BGN dan mengevaluasi total program MBG. Tidak ada gunanya mempertahankan lembaga yang sudah tercemar,” ujarnya dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (4/6/2026). PDIP minta BGN dibubarkan pasca tumbangnya Dadan Hindayana Cs, Golkar pasang badan sebagai bentuk perlawanan terhadap wacana tersebut.
Golkar melalui Sekretaris Jenderal Lodewijk Freidrich Paulus menegaskan bahwa pembubaran BGN bukan solusi tepat. “Kami menolak wacana pembubaran BGN. Program MBG adalah program strategis nasional yang harus terus berjalan. Yang perlu dibenahi adalah tata kelola dan pengawasannya,” tegas Lodewijk. Golkar pasang badan untuk mempertahankan BGN dan memastikan program MBG tetap berjalan. PDIP minta BGN dibubarkan pasca tumbangnya Dadan Hindayana Cs, Golkar pasang badan, perdebatan ini diperkirakan akan memanas dalam waktu dekat.
Kronologi kejatuhan Dadan Hindayana terjadi dalam waktu 48 jam. Pada Senin (2/6/2026) malam, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengumumkan pemberhentian Dadan, Sony, dan Lodewyk dari jabatan mereka di BGN. Keesokan harinya, Kejaksaan Agung menggeledah kantor BGN dan menetapkan ketiganya sebagai tersangka. Dadan yang baru kembali dari ibadah haji dan sempat mendampingi Presiden Prabowo Subianto meninjau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Palmerah, Jakarta Barat, pada hari yang sama, mendadak berstatus tersangka malam harinya. Kejagung menduga Dadan dan kawan-kawan melakukan intervensi dalam penunjukan yayasan pengelola dapur MBG yang tidak sesuai prosedur, serta meminta fee dari pengusaha daerah.
Pemerintah telah menunjuk Nanik S. Deyang sebagai Kepala BGN yang baru. Namun, desakan PDIP agar BGN dibubarkan terus menguat. Sementara Golkar bersikukuh mempertahankan lembaga tersebut. Perbedaan sikap ini menunjukkan betapa politik nasional terbelah dalam menyikapi kasus korupsi yang menimpa program andalan Presiden Prabowo.
Kesimpulannya, kasus korupsi di BGN telah memicu perdebatan politik antara PDIP dan Golkar. PDIP minta BGN dibubarkan pasca tumbangnya Dadan Hindayana Cs, Golkar pasang badan. Pemerintah diharapkan segera mengambil langkah konkret untuk memperbaiki tata kelola program MBG tanpa harus mengorbankan keberlanjutan program yang telah menyentuh jutaan anak sekolah di Indonesia.
Artikel ini dipublikasikan oleh Suara Pecari.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.








