Kuota Haji RI 2027 Diprediksi Tetap 221 Ribu Jemaah, Pemerintah Siapkan Persiapan
Suara Pecari | Kuota Haji RI 2027 diperkirakan tetap 221 ribu jemaah LPP RRI. Menteri Haji dan Umrah RI, Mochamad Irfan Yusuf, menyatakan bahwa kuota haji Indonesia untuk tahun 2027 diperkirakan tetap mengacu pada kuota tahun berjalan, yakni sebanyak 221 ribu jemaah. Pernyataan ini disampaikan di Bandara Soekarno-Hatta, Banten, Senin 8 Juni 2026.
Dokumen tersebut memuat berbagai tahapan serta tenggat waktu yang harus dipenuhi oleh negara-negara pengirim jemaah. Hal ini sebagai bagian dari persiapan penyelenggaraan haji 2027. Dengan Kuota Haji RI 2027 diperkirakan tetap 221 ribu jemaah LPP RRI, pemerintah mulai menyesuaikan berbagai kebutuhan teknis dan administratif guna memenuhi ketentuan baru yang ditetapkan Arab Saudi.
Salah satu perubahan signifikan adalah standar baru terkait kebutuhan tenaga kesehatan. Pemerintah Arab Saudi mensyaratkan rasio 1,5 dokter dan 1,7 perawat untuk setiap 1.000 peserta haji. Dengan jumlah jemaah Indonesia yang mencapai lebih dari 200 ribu orang, kebutuhan tenaga kesehatan diperkirakan mencapai sekitar 300 dokter dan hampir 400 perawat. “Karena itu 2027 kita harus bekerja keras untuk memenuhi itu,” kata Gus Irfan.
Di sisi lain, Arab Saudi juga menetapkan bahwa seluruh proses kontrak layanan haji wajib dilakukan melalui platform Nusuk, sementara pembayaran menggunakan sistem e-wallet. Menurut Gus Irfan, kebijakan tersebut merupakan bagian dari upaya Pemerintah Arab Saudi dalam memperkuat digitalisasi layanan haji melalui aplikasi e-Nusuk. “Ini semakin ke sini Pemerintah Arab Saudi semakin memaksimalkan penggunaan aplikasi e-Nusuk. Sehingga akan lebih memudahkan bagi semua jamaah,” ujarnya.
Kuota Haji RI 2027 diperkirakan tetap 221 ribu jemaah LPP RRI menjadi dasar penting bagi pemerintah dalam menyusun berbagai persiapan penyelenggaraan ibadah haji, terutama yang berkaitan dengan layanan di dalam negeri. Pemerintah Indonesia kini mulai menyesuaikan kesiapan sumber daya manusia dan integrasi sistem layanan digital. Dengan demikian, diharapkan penyelenggaraan haji 2027 dapat berjalan lancar dan memenuhi standar internasional.
Kesimpulannya, meskipun angka resmi kuota haji 2027 belum diumumkan, pemerintah Indonesia optimis dapat memenuhi persyaratan baru dari Arab Saudi. Dengan komitmen dan kerja keras, pelayanan kepada jemaah haji Indonesia akan terus ditingkatkan.
Artikel ini dipublikasikan oleh Suara Pecari.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.







