Jabatan Baru Jokowi: Segera Jabat Dewan Pembina PSI Setelah Siap Berjuang Mati-matian Demi Partai
Suara Pecari | Jabatan baru Jokowi, segera jabat dewan pembina PSI setelah siap berjuang mati-matian demi partai, semakin jelas terlihat. Presiden ke-7 RI, Joko Widodo, dipastikan akan segera diresmikan sebagai Ketua Dewan Pembina Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Hal ini diungkapkan oleh sejumlah petinggi partai, termasuk Ketua DPP PSI Bestari Barus dan Wakil Ketua Dewan Pembina Grace Natalie. Mereka menyampaikan bahwa penyematan jaket partai secara simbolis tinggal menunggu waktu yang tepat, dan akan dilakukan oleh Ketua Umum PSI, Kaesang Pangarep.
Bestari Barus menegaskan bahwa Jokowi telah lama menjadi bagian dari PSI, dan pengumuman resmi mengenai jabatan baru Jokowi, segera jabat dewan pembina PSI setelah siap berjuang mati-matian demi partai, hanya tinggal menunggu momentum. “Kalau masalah Pak Jokowi sudah di PSI, saya sebagai juru bicara PSI sudah berkali-kali menyampaikan Pak Jokowi sudah bersama kita di PSI. Ah, tinggal nanti Ketua Umum yang akan mengumumkan secara langsung posisi beliau,” ujar Bestari. Ia juga mengingatkan pernyataan Jokowi dalam Kongres PSI yang berjanji akan mendukung penuh dan bekerja keras untuk partai tersebut.
Grace Natalie, dalam kunjungannya di Kupang, Nusa Tenggara Timur, menginstruksikan seluruh kader untuk mempercepat penyempurnaan struktur kepengurusan hingga tingkat desa dan kelurahan. Hal ini dilakukan sebagai persiapan menyambut jabatan baru Jokowi, segera jabat dewan pembina PSI setelah siap berjuang mati-matian demi partai. “Jadi PSI secara nasional di semua provinsi DPW, agar melengkapi struktur sampai di tingkat desa dan kelurahan. Tidak hanya di NTT, ini serentak di wilayah lain juga berlangsung karena kita tahun depan kita sudah masuk verifikasi, dan segera merampungkan agar Bapak Dewan Pembina bisa segera secara formal memakai jaket PSI dan ikut menyapa masyarakat,” kata Grace.
Pengamat politik dari BRIN, Lili Romli, menilai bahwa langkah PSI dan Jokowi masih dalam tahap “cek ombak” untuk mengukur respons publik. Namun, ia mengakui bahwa sinyal jabatan baru Jokowi, segera jabat dewan pembina PSI setelah siap berjuang mati-matian demi partai, sudah sangat kuat. “Jika hanya pernyataan saja, tapi tidak kunjung benar-benar menjadi Ketua Dewan Pembina secara resmi tercantum dalam struktur kepengurusan, belum resmi tersebut. Jangan-jangan sebenarnya Jokowi dalam rangka untuk tes ombak, apakah publik merespons positif atau negatif,” ujar Lili.
Bestari juga menegaskan bahwa penyematan jaket PSI menjadi simbol bahwa Jokowi tidak lagi bersama PDIP. “Ya, bisa seperti itu (sebelum keliling), bisa mengalir. Yang paling penting adalah bahwa menjadi permakluman publik Pak Jokowi itu bukan sekadar kata-kata saja. Tetapi nanti, setelah disematkan jaket itu dan diumumkan secara resmi oleh Ketua Umum, itu menjadi permakluman publik sebesar-besarnya bahwa Pak Jokowi sudah bersama PSI dan tidak lagi bersama PDI,” tegasnya.
Rencananya, setelah resmi menjabat sebagai Ketua Dewan Pembina, Jokowi akan melakukan safari politik ke berbagai daerah di Indonesia. NTT disebut-sebut akan menjadi daerah pertama yang dikunjungi. Dengan demikian, publik akan semakin jelas melihat posisi politik mantan presiden tersebut. Keputusan ini juga diharapkan dapat memperkuat basis PSI menjelang verifikasi partai dan pemilu mendatang.
Kesimpulannya, jabatan baru Jokowi sebagai Ketua Dewan Pembina PSI menandai babak baru dalam karier politiknya setelah tidak lagi bersama PDIP. Dengan persiapan yang matang dan dukungan penuh dari kader, Jokowi siap berjuang mati-matian untuk memajukan partai. Publik pun menantikan seremoni resmi penyematan jaket PSI yang akan menjadi tonggak sejarah bagi perjalanan politik Jokowi dan PSI.
Artikel ini dipublikasikan oleh Suara Pecari.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.












