Pertanyakan Polisi Pegang Jabatan Sipil, Orasi Mahasiswa Ungkap 1 Juta Sarjana Nganggur: Demo di Bundaran HI Lumpuhkan Jakarta

Pertanyakan Polisi Pegang Jabatan Sipil, Orasi Mahasiswa Ungkap 1 Juta Sarjana Nganggur: Demo di Bundaran HI Lumpuhkan Jakarta

Suara Pecari | Jakarta, 13 Juni 2026 – Aksi demonstrasi mahasiswa dan masyarakat sipil kembali mengguncang ibu kota. Ribuan massa memadati kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI) hingga Jalan MH Thamrin, Jumat malam (12/6), dengan orasi yang menyoroti isu krusial: pertanyakan polisi pegang jabatan sipil, orasi mahasiswa ungkap 1 juta sarjana nganggur. Aksi ini memicu penutupan total jalur dari Bundaran HI menuju Semanggi via Jalan Jenderal Sudirman sejak pukul 18.00 WIB.

Polisi dan TNI bersiaga ketat dengan barikade pembatas jalan berwarna orange, hanya mengizinkan kendaraan roda dua melintas. Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Budi Awaluddin, mengimbau pengendara untuk menggunakan rute alternatif seperti Bundaran Senayan atau Kuningan–HR Rasuna Said–Menteng. Informasi lalu lintas real-time dapat diakses melalui Google Maps.

Inti dari aksi ini adalah tuntutan agar polisi tidak lagi menduduki jabatan sipil di luar institusi kepolisian. Dalam orasinya, mahasiswa mengungkap data bahwa terdapat 1 juta sarjana menganggur di Indonesia, sementara jabatan sipil yang seharusnya diisi oleh aparatur sipil negara (ASN) justru ditempati oleh anggota Polri aktif. Pertanyakan polisi pegang jabatan sipil, orasi mahasiswa ungkap 1 juta sarjana nganggur menjadi seruan yang menggema di sepanjang jalan MH Thamrin.

Menanggapi isu ini, Ketua Komisi III DPR RI Habiburokhman mengklaim bahwa aturan pengisian jabatan sipil oleh polisi dalam UU Polri yang baru telah sesuai dengan Putusan MK Nomor 114/PUU-XXIII/2025 dan Nomor 223/PUU-XXIII/2025. Menurutnya, aturan tersebut sangat ketat dan hanya mengizinkan polisi aktif menduduki jabatan sipil yang memiliki keterkaitan langsung dengan tugas dan fungsi kepolisian. Namun, mahasiswa menilai aturan itu masih membuka celah dan merugikan jutaan sarjana yang menganggur.

Demo ini berlangsung damai namun sempat terjadi ketegangan saat aparat memblokade akses mahasiswa menuju Bundaran HI. Hingga pukul 22.00 WIB, massa masih bertahan di lokasi. Pertanyakan polisi pegang jabatan sipil, orasi mahasiswa ungkap 1 juta sarjana nganggur kembali dikumandangkan dari panggung orasi, menuntut pemerintah segera merevisi UU Polri dan membuka akses jabatan sipil bagi para sarjana.

Kesimpulannya, aksi mahasiswa ini menjadi pengingat bahwa kebijakan pengisian jabatan sipil oleh aparat keamanan masih menuai kontroversi. Di tengah tingginya angka pengangguran sarjana, pemerintah diharapkan mampu menyeimbangkan antara kebutuhan keamanan dan hak sipil warga negara. Pertanyakan polisi pegang jabatan sipil, orasi mahasiswa ungkap 1 juta sarjana nganggur bukan sekadar retorika, melainkan cermin keresahan generasi muda Indonesia.

Artikel ini dipublikasikan oleh Suara Pecari.

Tinggalkan Balasan