Prabowo Cabut Izin Inpex Jika Tak Ada Kegiatan 6 Bulan di Blok Masela
Suara Pecari, Presiden Prabowo Subianto mengambil sikap tegas terhadap proyek energi strategis yang dinilai berjalan lamban. Dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Senin (20/7/2026), ia menginstruksikan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral untuk mencabut izin konsesi Blok Masela jika Inpex Corporation selaku operator tidak menunjukkan kemajuan berarti dalam waktu enam bulan. Pernyataan ini menjadi sinyal keras bahwa pemerintah tidak lagi mentolerir proyek mangkrak yang menghambat ketahanan energi nasional.
Blok Masela, yang berlokasi di Laut Arafura, Kepulauan Tanimbar, Maluku, sebenarnya sudah ditemukan sejak 1998. Namun proyek pengembangan Lapangan Abadi baru mencapai titik terang pada tahun 2026, setelah hampir tiga dekade terkatung-katung. Presiden Prabowo, dalam kunjungannya ke Tokyo beberapa waktu lalu, telah bertemu langsung dengan manajemen Inpex untuk menanyakan komitmen mereka. “Saya sampaikan ke Inpex dengan baik dan sopan, ‘Saudara masih berminat enggak?’ Sopan tapi tegas. Sebagai bangsa Indonesia yang ramah, enggak mungkin kita kasih ultimatum. Bukan ultimatum, tapi imbauan. Saya tanya, ‘Yang Mulia, apakah Jepang masih berminat?’ Masalahnya bangsa Indonesia masih butuh energi, sangat butuh devisa,” ujar Prabowo dalam sidang kabinet.
Ancaman Pencabutan Izin yang Tegas
Presiden tidak hanya menyampaikan kekhawatiran, tetapi juga memberikan deadline konkret. “Kalau Menteri ESDM boleh saya teken-teken. Menteri ESDM, kalau enam bulan enggak ada kegiatan, cabut. Sekarang kita tidak toleransi. HGU, HGB, IUP kita beri, tapi kalau dua tahun tidak ada kegiatan, cabut,” tegasnya. Instruksi ini berlaku tidak hanya untuk Blok Masela, tetapi juga untuk seluruh izin usaha pertambangan dan perkebunan yang tidak dimanfaatkan.
Kronologi Proyek Blok Masela
| Tahun | Peristiwa |
|---|---|
| 1998 | Penemuan Lapangan Gas Abadi di Blok Masela oleh Inpex |
| 2008 | Kontrak bagi hasil ditandatangani |
| 2015 | Keputusan pengembangan lapangan (POD) disetujui dengan opsi kilang darat |
| 2019 | POD diubah menjadi opsi kilang lepas pantai (FLNG) |
| 2024 | Proyek ditetapkan sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN) |
| 16 Juli 2026 | Groundbreaking Proyek LNG Abadi Masela oleh Presiden Prabowo |
| 20 Juli 2026 | Prabowo ancam cabut izin jika tidak ada kemajuan dalam 6 bulan |
Dampak dan Implikasi
Ancaman pencabutan izin ini memiliki dampak luas, baik bagi investor, industri hulu migas, maupun perekonomian nasional. Jika Inpex benar-benar tidak menunjukkan aktivitas, proyek LNG Abadi Masela yang ditargetkan memproduksi 9,5 juta ton LNG per tahun, 35.000 barel kondensat per hari, dan 150 juta kaki kubik gas per hari akan terancam. Padahal proyek ini diharapkan menjadi salah satu sumber devisa utama Indonesia dan memperkuat ketahanan energi.
- Bagi Investor: Inpex dan mitranya, Pertamina Hulu Energi Masela (20%) serta Petronas Masela (15%), harus segera merealisasikan komitmen investasi. Prabowo telah mengapresiasi partisipasi mereka, namun tekanan waktu semakin nyata.
- Bagi Pemerintah: Keberhasilan proyek ini menjadi tolok ukur kepemimpinan Prabowo dalam menuntaskan proyek strategis yang mandek. Jika izin dicabut, pemerintah harus mencari operator baru, yang berpotensi memperpanjang masa tunggu.
- Bagi Masyarakat Lokal: Masyarakat Tanimbar dan Maluku Tenggara Barat menantikan dampak ekonomi dari proyek ini, seperti lapangan kerja dan pembangunan infrastruktur. Keterlambatan atau pembatalan akan mengecewakan mereka.
Fasilitas CCS dan Target Produksi
Proyek Blok Masela tidak hanya memproduksi LNG, tetapi juga mencakup fasilitas carbon capture and storage (CCS), menjadikannya salah satu proyek energi bersih di Indonesia. Prabowo dalam kunjungan ke Tokyo menekankan pentingnya transfer teknologi CCS dari Jepang. Jika Inpex gagal memenuhi tenggat, Indonesia berpotensi kehilangan kesempatan untuk mengembangkan teknologi rendah karbon tersebut.
Penutup Naratif
Prabowo berdiri di tengah ruang sidang, di hadapan para menteri, dengan nada yang tak meninggi namun berisi. ‘Kita hargai dari kawan-kawan kita dari Jepang yang investasi di sini, dan kita berterima kasih saudara-saudara kita dari Malaysia, Petronas juga ikut di sini, dan tentunya kita bangga putra-putri kita perusahaan nasional Pertamina ada di sini,‘ ujarnya saat groundbreaking beberapa hari sebelumnya. Tapi sekarang, jeda enam bulan adalah batas yang tak bisa ditawar. Blok Masela bukan lagi sekadar cadangan gas raksasa di kedalaman laut Arafura, melainkan ujian bagi kedaulatan energi Indonesia. Apakah Inpex akan bergegas, atau izin ini akan ditarik? Jawabannya ada dalam hitungan bulan ke depan. Satu hal yang pasti: pemerintahan Prabowo tidak akan lagi membiarkan aset bangsa tergeletak tanpa manfaat.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.









