Hadianto Rasyid Mundur dari Partai Hanura, Isu Gabung Gerindra Menguat

Hadianto Rasyid Mundur dari Partai Hanura, Isu Gabung Gerindra Menguat

Suara Pecari | Wali Kota Palu, Hadianto Rasyid, resmi mengajukan pengunduran diri dari Partai Hanura. Keputusan ini mengakhiri perjalanan politiknya selama hampir 16 tahun di partai berlambang hati nurani tersebut. Kabar Hadianto Rasyid mundur dari Partai Hanura dikonfirmasi oleh Wakil Ketua DPD Hanura Sulawesi Tengah, Frits Sem A. Kandori. Surat pengunduran diri telah diajukan langsung kepada Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Hanura pada awal Juni 2026, tepatnya sekitar tanggal 3 atau 4 Juni.

Frits menegaskan bahwa keputusan Hadianto Rasyid mundur dari Partai Hanura tidak dipicu oleh masalah internal partai. Hubungan antar-pengurus dan kader Hanura di Sulawesi Tengah tetap berjalan baik dan harmonis. “Tidak ada masalah di internal partai. Kami baik-baik saja,” ujarnya. Meskipun demikian, ia menyayangkan waktu pengunduran diri yang bertepatan dengan tahapan verifikasi partai politik yang sedang berlangsung. “Kami menyayangkan karena keputusan ini diambil saat partai sedang menghadapi tahapan verifikasi yang cukup krusial,” tambah Frits.

Kabar Hadianto Rasyid mundur dari Partai Hanura mencuat setelah DPP Hanura menggelar pertemuan dengan para ketua dan sekretaris DPD serta DPC Hanura kabupaten/kota pada 8 Juni 2026. Dalam pertemuan tersebut, Sekjen DPP Hanura, Benny Rhamdani, menyampaikan secara resmi pengunduran diri Hadianto. Langkah ini mengejutkan banyak pihak mengingat Hadianto juga menjabat sebagai Ketua DPD Hanura Sulawesi Tengah.

Seiring dengan pengunduran diri tersebut, beredar kuat isu bahwa Hadianto Rasyid akan bergabung dengan Partai Gerindra. Isu ini menjadi perbincangan hangat di kalangan politik lokal. Namun, hingga saat ini belum ada konfirmasi resmi dari Hadianto maupun pihak Gerindra. Ketua DPD Partai Gerindra Sulawesi Tengah, Longki Djanggola, mengaku belum mengetahui rencana tersebut dan menyatakan belum ada pembicaraan ke arah itu.

Keputusan Hadianto Rasyid mundur dari Partai Hanura mengakhiri perjalanan panjangnya di partai yang ia ikuti sejak 2008. Selama 16 tahun, ia telah berkontribusi besar bagi partai, termasuk memimpin DPD Hanura Sulteng. Frits menyampaikan terima kasih atas kontribusi Hadianto dan menghormati keputusan politiknya. “Saya menghormati keputusan Pak Hadianto Rasyid. Terima kasih atas kebersamaan dan kontribusi beliau selama ini,” tuturnya.

Pengunduran diri ini terjadi di tengah dinamika politik menjelang Pemilu 2029. Verifikasi partai politik menjadi tahapan penting yang harus dilalui setiap partai. Kehilangan salah satu kader senior seperti Hadianto tentu menjadi tantangan tersendiri bagi Hanura. Namun, Frits optimis partai tetap solid dan akan melanjutkan verifikasi dengan baik.

Hadianto Rasyid sendiri belum memberikan pernyataan resmi terkait pengunduran dirinya maupun isu kepindahannya ke Gerindra. Publik masih menunggu langkah politik selanjutnya dari Wali Kota Palu tersebut. Yang jelas, kabar Hadianto Rasyid mundur dari Partai Hanura telah menjadi topik hangat di Sulawesi Tengah dan berpotensi memengaruhi peta politik daerah.

Kesimpulannya, pengunduran diri Hadianto Rasyid dari Hanura menandai berakhirnya era kepemimpinannya di partai tersebut. Meskipun alasan pastinya belum diungkapkan, isu kepindahan ke Gerindra semakin memperkuat spekulasi bahwa ia akan bergabung dengan partai lain. Langkah politik ini tentu akan berdampak pada konstelasi politik di Sulawesi Tengah, terutama menjelang pemilihan legislatif dan pemilihan kepala daerah mendatang.

Artikel ini dipublikasikan oleh Suara Pecari.

Tinggalkan Balasan