Cerita Pemuda Asal Pandeglang Sulap Lahan Marginal Jadi Kebun Bunga Telang
Suara Pecari, Pandeglang – Muhammad Teguh Arrosid, seorang pemuda dari Kampung Curuggaru, Desa Kadugemblo, Kecamatan Kaduhejo, berhasil mengubah lahan marginal yang selama ini dianggap kurang produktif menjadi kebun bunga telang yang memberikan manfaat ekonomi bagi dirinya dan masyarakat sekitar.
Transformasi Lahan Marginal Menjadi Kebun Bunga Telang
<pSejak 2020, Teguh memulai budidaya bunga telang secara mandiri di pekarangan rumahnya dan pematang sawah yang tergolong lahan marginal. Selama empat tahun awal, ia mengembangkan usaha ini sendiri hingga permintaan pasar meningkat tajam. Dua tahun terakhir, Teguh melibatkan warga, terutama istri anggota Kelompok Tani Kadugemblo 3, untuk menanam bunga telang di pekarangan rumah mereka serta lahan marginal di sekitar.
Potensi Pematang Sawah untuk Budidaya Bunga Telang
Pematang sawah yang tidak cocok untuk tanaman utama seperti padi ternyata cocok untuk budidaya bunga telang. Konsep klaster budidaya ini memungkinkan panen dilakukan setiap hari, sehingga masyarakat memperoleh penghasilan rutin. Setiap hari, kelompok tani dapat memanen sekitar 6 hingga 10 kilogram bunga telang segar.
Pengolahan dan Produk Olahan Bunga Telang
Hasil panen bunga telang kemudian dikeringkan menggunakan chamber dehydration, alat pengering yang dikembangkan secara mandiri untuk menjaga kualitas produk. Setelah dikeringkan, bunga telang diolah menjadi berbagai produk bernilai jual seperti bunga telang seduh, teh celup, minuman siap saji, jamu, dan sirup dengan harga berkisar Rp7 ribu hingga Rp17 ribu per kemasan.
Produksi tidak hanya berasal dari Desa Kadugemblo, tapi juga melibatkan warga desa tetangga yang menyuplai bunga telang segar ke Pusat Pelatihan Pertanian Perdesaan Swadaya Bumi Teduh (P4S) Bumi Teduh sebagai pusat pengolahan hasil panen.
Dampak Ekonomi dan Manfaat Kesehatan
Usaha budidaya bunga telang yang dijalankan Teguh mampu menghasilkan omzet sekitar Rp7 juta hingga Rp10 juta per bulan. Selain memberikan penghasilan tambahan bagi ibu-ibu dan tetap membiarkan para petani padi menjalankan usaha utamanya, usaha ini juga membuka peluang pasar yang masih sangat terbuka karena meningkatnya minat masyarakat terhadap produk herbal alami.
Bunga telang dikenal kaya akan kandungan antosianin dan antioksidan yang memiliki berbagai manfaat kesehatan, seperti membantu menjaga kesehatan mata, mengontrol gula darah, menjaga kesehatan jantung, mengurangi stres, serta meningkatkan kualitas tidur.
Memberdayakan Masyarakat Lewat Budidaya Bunga Telang
Melalui kolaborasi dengan masyarakat, khususnya istri anggota kelompok tani, Teguh tidak hanya membangun usahanya sendiri tetapi juga membantu meningkatkan kesejahteraan warga sekitar. Sistem klaster yang dibangun memungkinkan distribusi hasil panen secara rutin dan memberikan penghasilan tambahan bagi keluarga petani.
Inisiatif ini menjadi contoh bagaimana pengelolaan lahan marginal yang tepat dapat membuka potensi ekonomi baru dan mendukung pemberdayaan masyarakat secara berkelanjutan.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.










