Cak Imin Gaungkan Prabowomics hingga Peringatkan Politik Uang di Muktamar NU: Revisi 108 UU Jadi Prioritas

Cak Imin Gaungkan Prabowomics hingga Peringatkan Politik Uang di Muktamar NU: Revisi 108 UU Jadi Prioritas

Suara Pecari, Jakarta – Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar, atau yang akrab disapa Cak Imin, kembali menjadi sorotan publik. Dalam sepekan terakhir, politikus senior yang juga Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini aktif menyuarakan dua agenda besar: percepatan implementasi Prabowomics melalui revisi 108 undang-undang, serta penjagaan kemurnian Nahdlatul Ulama (NU) dari praktik politik uang menjelang Muktamar PBNU.

Muhaimin Iskandar pertama kali menarik perhatian saat hadir di LokaryaFest 2026 di Senayan, Jakarta, pada Minggu (26/7). Acara yang digagas oleh wartawan Seksi Infotainment dan Lifestyle (SIWIL) tersebut turut dimeriahkan oleh grup musik The Virgin. Dalam sambutannya, Muhaimin Iskandar menyambut baik gelaran yang memadukan olahraga, UMKM, dan musik tersebut. “Yang penting senang dan happynya. Acara seperti ini keren, patut dilanjutkan tahun-tahun mendatang,” ujarnya.

Namun, puncak pernyataan politik Cak Imin terjadi usai melepas 7.500 peserta PKB Run 2026 di kawasan Gelora Bung Karno. Di hadapan ribuan kader dan wartawan, Muhaimin Iskandar mengajak seluruh partai politik untuk bergandengan tangan merevisi 108 undang-undang yang dinilai tidak sejalan dengan konsep ekonomi konstitusi yang digagas Presiden Prabowo Subianto, yang dikenal sebagai Prabowomics. “Saya akan terus merayu semua pihak, mengajak semua partai, mari kita sukseskan ekonomi konstitusi atau Prabowomics ini dengan mengubah 108 undang-undang,” tegasnya.

Menurut Muhaimin Iskandar, Prabowomics bertumpu pada tiga agenda utama: reformasi regulasi, penguatan APBN yang berpihak pada rakyat, dan percepatan pembangunan infrastruktur sosial. Beberapa regulasi yang masuk daftar evaluasi antara lain Undang-Undang Cipta Kerja (Omnibus Law), Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2025 tentang Pertambangan Mineral dan Batu Bara, serta Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup. “Pokoknya kebijakan APBN Pak Prabowo harus diperbesar untuk yang bisa dinikmati langsung oleh rakyat,” tambahnya.

Tak hanya soal ekonomi, Muhaimin Iskandar juga angkat bicara menjelang Muktamar PBNU yang akan digelar dalam waktu dekat. Ia mengingatkan agar proses pemilihan ketua umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) tidak dikotori oleh politik uang. “Yang penting mari kita bongkar kalau ada yang pakai uang, mari kita murnikan kembali NU,” ungkapnya di lokasi yang sama. Ia menegaskan bahwa NU harus kembali pada ulama dan tidak boleh diperebutkan dengan kepentingan materi.

Cak Imin menyerahkan sepenuhnya pemilihan calon ketua umum PBNU kepada peserta muktamar. Ia juga menolak dikaitkan dengan dukungan terhadap salah satu kandidat. “Ya tentu kita serahkan sepenuhnya kepada peserta muktamar,” katanya. Ia berharap NU tetap menjadi organisasi yang bersih dan bermartabat.

Langkah Muhaimin Iskandar ini menunjukkan perannya sebagai jembatan antara eksekutif, legislatif, dan ormas keagamaan. Dengan mengusung Prabowomics sekaligus menjaga marwah NU, ia ingin memastikan pembangunan ekonomi berjalan seiring dengan nilai-nilai keagamaan yang luhur.

Pengamat politik menilai bahwa seruan revisi 108 UU tersebut merupakan langkah berani yang membutuhkan dukungan lintas partai. Sementara itu, peringatan soal politik uang di Muktamar NU dinilai tepat di tengah maraknya praktik serupa di berbagai organisasi. Publik pun menanti realisasi dari gagasan-gagasan yang dilontarkan oleh Muhaimin Iskandar.

Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *